curcol :)

In memories

22.44



Lagi ngubek-ngubek folder laptop dan nemu tulisan ini. Kayanya tulisan lama dan belum selesai ditulis. Nggak papalah aku share disini plus juga dengan photo-photonya. Oke, langsung aja, check ths out :

In memories

September 2013. Awal masuk kuliah. Banyak yang berbeda. Suasana, teman, pakain, lingkungan, dan perbedaan lainnya dibandingkan masa SMA. Semuanya berbeda! Kelas F, kelas pertama ditahun awal kuliahku. Bertemu orang baru yang sama sekali belum aku kenal satu pun, kecuali Dila dan Ihsan.

Aku si anak pemalu yang nggak bisa apa-apa tiba-tiba memutuskan masuk ke jurusan ilmu komunikasi. Pilihan yang salah? Tentu tidak! Sejak pertama menginjakkan kaki dibangku kuliah, aku berusaha mengubah minsetku. Mengubah semuanya. Aku ingin menjadi orang baru dilingkungan yang baru. Aku berubah. Berusaha berubah.


Aku masih ingat saat pertama kali belajar dikampus. Waktu itu hari Kamis dan aku pergi dengan Laila kekampus. Tiba dikampus Laila udah menemukan kelasnya dan mulai belajar. Aku sendiri. kebingungan. Tak tau arah. Sungguh ironis. Aku coba SMS Dila dan Ihsan  mengenai kelas, tapi satu pun mereka tak ada yang menjawab. Aku bingung dan memutuskan untuk pulang. Tau apa yang aku lakuin ditengah jalan? Nangis! Dan bodohnya aku jalan kaki dari fakultasku kebuluh cina. Bodoh kan? Kalau mengingat kejadian itu aku merutuki kebodohan yang aku buat.

Sorenya masih dihari Kamis yang sama, ada mata pelajaran hadits. Dila berjanji menjemputku dan menunjukkan kelas jam mata kuliah aqidah tadi pagi yang ternyata kelasnya nggak jauh dari fakultasku. Kelas hantu beranak. Dipelajaran hadits ini pertama kalinya aku bertemu dengan anak-anak kelas F. Masih kalem-kalem. Pendiam dan pastinya cupu. Aku duduk tiga kursi dibagian belakang, disampingku Dila. Pas mata kuliah hadits ini ada sesi bertanya dan ini untuk pertama kalinya aku bertanya. Sumpah pas nanya itu deg-degan banget. keringat dingin deh. dan setelah mata kuliah hadits itu aku memutuskan untuk duduk didepan sampai akhir semester dua ini. entah kenapa duduk diposisi depan itu adalah bagian favoritku.

Hari terus berlanjut membawaku tetap bersama kelas F. Aku berkenalan dengan teman-teman baru. Ada yang nggak aku suka sikapnya dan ada yang aku suka. Aku ingat awal kedekatan dengan Ulan itu saat ada jeda mata kuliah beberapa jam dan aku nggak tau mau kemana. Kalau pulang nggak mungkin karna aku nggak punya honda, akhirnya aku kekos Ulan. Kami cerita-cerita dan entah kenapa bisa nyambung banget. sejak itu, kami nempel. Selalu cerita dan selalu ketawa bareng.














Muka-muka polos maba


Beberapa minggu kemudian, KREASI ngadain Festival Film Indie, kelas F yang belum kompak sok-sokan mau ikutan. Aku dan Ulan ditetapkan sebagai script writer, Mumun juga. Awalnya nggak dekat sama sekali dengan Mumun. Ulan aja ngira kalau Mumun itu orangnya jutek. Dan entah kenapa script writer ini mendekatkan hubungan aku-Ulan-Mumun. Aku masih ingat saat maskeran buat scrip writer bareng Ulan. Saat ngobrolin script dikampus bareng Ulan-Mumun. Saat critain tentang si 3N yang menurut kami sangat membosankan. Saat aku harus datang pagi-pagi ditanggal merah kekampus nemuin anak cowok hanya untuk ngasih script. Saat aku dan Mumun main umpet-umpetan sama anak cowok yang siap shooting sedangkan Mumun merajuk nggak mau shooting hingga akhirnya aku-Mumun malah dikunci si Husin cs didalam ruangan kelas hantu beranak.

Saat anak kelas terutama mereka-mereka yang dulu aku anggap penjabat kelas selalu menyempatkan waktu tiap minggu kepuswil sekedar tepe-tepe, aku nggak ikut walau sering Ulan narik-narik tanganku buat ikut ke puswil. Saat anak kelas ngajakin ke air terjun *lupa nama* dan malamnya barengan Ulan-Mumun SMS dengan isi : Aku nggak bakal ikut kalau mu nggak ikut Muth. Dan pada nyatanya mereka tetep pergi tanpa aku -_-

Saat anak kelas sok-sokan pengen bikin baju kelas tapi tak terlaksana juga. Saat Husin kecelakaan. Saat di PB ketemu ‘dia’. Saat nongkrong-nongkrong bareng Ulan-Mumun. Saat ngaspal. Saat masak mie bareng. Saat cerita-cerita bareng. Saat bikin video dikost Ulan bareng-bareng, kini saat aku menontonnya kembali, aku ketawa ngelihat video itu. Saat tartik bertiga dan aku selalu mendapatkan tempat terkecil dihonda Ulan. Saat nama EMTRI tercetus. Ah, semester awal kuliah yang menyenangkan. Menyenangkan karna itu bareng kalian EMTRI. 

Masuk semester dua kedekatan itu semakin terasa dan 3N ternyata nggak seperti yang diduga. Mereka asik. Kelas semakin asik dan tentu saja rencana jalan-jalan semakin bertaburan plus pada akhirnya hanya ada beberapa yang terlaksana. Semuanya. Semua bareng F tertuama EMTRI adalah sesuatu berharga. ****

Gimana tulisan lama aku? Maafin jika banyak typo. Jadi kangen kelas F. Jadi kangen EMTRI. Semangat ngejar mimpi ya teman-teman kelas F!          Selamat ngejar mimpi EMTRI. Sekarang udah duduk ditahun akhir kuliah ya, nggak nyangka aja! Udah lama juga nggak main bareng kalian, pasti udah banyak yang berubah diantara kita bukan?

Satu hal yang aku dapat ambil pelajaran. Hidup itu hanya sekali. Masa-masa berharga itu nggak datang dua kali. Kaya sekarang, rindu sama mereka, tapi nggak akan bisa ngumpul lengkap lagi semuanya. Udah pada sibuk masing-masing. Buat adik-adik mahasiswa baru, kuliah itu nomor satu, organisasi juga nomor satu, berteman juga jangan dilupakan. Seimbangkan semuanya. Pas lagi kuliah, belajar dan dengerin dosen dengan serius. Pas lagi main-main, puas-puasin ketawanya, puas-puasin happynya. Pokoknya semuanya harus ditotalin, tentu saja hal-hal yang positif.

Udah gitu aja, nanti ada kegiatan di kantor. Technical meeting untuk acara pemilihan Boy and Girls Riau Pos. Salam sayang dari aku, @muthiiihauraa.
Jum’at, 18 November 2016. 11.23 WIB


You Might Also Like

3 komentar