Mengenal Tentang Uang

17.47 Muthi Haura 4 Comments



Hay, Assalamua’laikum. Malam ini aku lagi rajin, setelah nulis entry tentang museum sang nila utama, aku lanjut nulis ini. Bukan apa-apa, masalahnya materi tentang uang ini udah aku dapatkan sejak tanggal 2 November. Jadi waktu itu ada seminar yang diadain oleh Bank Indonesia. Dari pada nunda-nunda waktu buat nulis, mending pas free gini aku tulis kan?

Sebenarnya selain alasan itu, banyak yang pengen aku share di blog ini, tapi malas. Makanya, pas lagi mood, aku nulis banyak, jadinya ada stok dan rencananya bakal aku post satu hari satu postingan. Yakin bisa Mut? Masalah terlaksana atau nggak, itu urusan nanti, yang penting aku udah berusaha.

Jadi ceritanya dihari Rabu tanggal 2 itu, aku-Ika-Bang Hafiz-Bang Rico-Irna ke Bank Indonesia. iya perwakilan dari Gagasan, soalnya katanya ada pelatihan jurnalistik plus lombanya juga. Ternyata pelatihan jurnalistiknya habis dzuhur, sedangkan kami datangnya pagi. Nggak papalah, lumayan dapat ilmu juga dari pemateri Bank Indonesia plus dapat goodie bag dan makanan enak :D




Nah, kita kan sering banget tuh makai uang, bukan sering banget lagi, tapi selalu. Uang itu kayanya segala-galanya deh sekarang ini. Tapi kita Cuma sekedar tau cara makainya doang kan? Nggak tau gimana proses terbitnya uang? Siapa yang nerbitin uang? Bagaimana pengamanan dalam uang? Iya kan? Iya kan? Udah ngaku aja deh!


Uang dicetak di pabrik Kruli Kerawang. Disana ada kurang lebih delapan mesin cetak. Uang diedarkan oleh Bank Indonesia seperti yang tercantum di UU no.23 tahun 1999 junto UU no.3 tahun 2004. Bank Indonesia memiliki beberapa fungsi dalam pengedaran uang, yakni :
Pertama, Bank Indonesia memiliki hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan logam. Jadi selain Bank Indonesia yang ngeluarin, maka uang itu nggak diakui alias palsu. Kedua, Bank Indonesia berhak memberi tanda tidak berharga pada uang rupiah yang tidak layak edar dan memusnahkannya. Kalau ada uang yang udah lecek, kumal, maka Bank Indonesia berhak memusnahkannya dengan membakarnya. Misalnya nih, ada uang lecek lima, maka lima itu dimusnahkan, kemudian sebagai gantinya diterbitkan lagi lima.

Yang ketiga, berhak mencabut dan menarik kembali uang rupiah dari peredaran. Dan yang keempat a.k.a yang terakhir, menjaga kelayakan uang rupiah melalui kegiatan pertukaran. Sekarang ini kan masyarakat banyak yang nggak mau nerima uang logam dengan berbagai alasan, padahal uang logam itu masih sah. Maka pihak Bank Indonesia mengadakan gerakan peduli koin.

Gerakan peduli koin ini adalah gerakan yang mengganti uang logam yang ada pada masyarakat dengan uang kertas. Hal ini agar uang tetap stabil. Setiap tahun, Bank Indonesia mengeluarkan enam miliar uang logam, banyak bukan?

Selain itu, kami juga diajari cara mengetahui ciri-ciri uang asli. Uang asli itu bahannya pasti berbeda dari uang palsu. Kalau nggak salah bahannya di impor dari luar negeri. Desain dan ukuran uang asli itu pun unik. Untuk ukuran, satu pecahan uang dengan pecahan diatasnya itu beda dua mili.

Uang asli juga memiliki teknik cetak yang dirahasiakan. Semakin besar besaran uang tersebut, maka akan semakin banyak pengamannya. Ada tiga level pengaman atau dikenal dengan istilah security features. Level pertama (overt), level ini level mendasar yang diperuntukkan untuk orang awam dan dapat dilihat atau dirasakan dengan panca indra.

Level kedua (overt & covert), diperuntukkan bagi professional dan dapat diidentifikasi secara langsung dengan bantuan sinar ultraviolet. Level tiga ini level yang paling sulit dan biasanya belum ada uang palsu yang lolos dari level ini.

Level terakhir ini diperuntukkan bagi bank sentral dan hanya dapat diidentifikasi dengan menggunakan alat khusus. Nama alatnya BPS 1000 yang diproduksi dari Jerman. Jadi kalau ada uang palsu yang bisa lolos dilevel satu atau level dua, maka selama ini, di level tiga belum ada yang lolos.

Kami juga diajarin tenik 3 D yang benar untuk melihat uang itu asli atau nggak. Kalian pasti udah tau kana pa itu teknik 3 D? yap, Dilihat-diraba-diterawang. Teknik dilihat ini, yang dilihat adalah pada uang asli, warna uang terlihat terang dan jelas. Terdapat benang pengaman, yaitu bahan pengaman.

Teknik diraba, adanya hasil cetak berbentuk relief yang terasa kasar saat diraba. Biasanya terdapat pada angka nominal, huruf terbilang, dan gambar utama pada setiap uang. Trus juga adanya kode tuna netra.

Teknik diterawang itu pada setiap uang terdapat tanda air. Tanda air itu suatu gambar tertentu yang dibuat dengan cara menipiskan dan menebalkan serat kertas sehingga terlihat bila diterawang. Jadi 3 D itu nggak sembarang dilihat-diraba-diterawang gitu aja, ada tekniknya :D

Trus di tahun 2005 pertama kalinya uang 10.000 diterbitkan, sedangkan ditahun 2010 di upgrade warnanya. Itu bukan buat gaya-gayaan, tapi ada alasannya yakni dulu itu pernah ada yang complain ada kesamaan warna dengan uang 100.000, makanya dirubah untuk uang 10.000.

Pernah nyadar juga nggak sih kalau dulu ada uang yang gambarnya seri binatang, trus sekarang seri pahlawan. Nyadar nggak? Atau Cuma taunya belanjain aja? :p Salah satu alasan uang itu berseri-seri karna Indonesia inikan beragam-ragam, makanya uangnya pun berseri-seri.

Ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum mengeluarkan uang baru. Rapat internal. Dilanjut dengan rapat bersama kementrian sosial dan kementrian hukum & Ham. Dan setelah itu dikeluarkan oleh keputusan presiden. Perlu diketahui juga bahwa setiap seri di uang itu beda-beda.

Sebenarnya masih banyak materinya, tapi cukup segini dulu deh. Salam sayang dari aku, @muthiiihauraa.
Sabtu, 19 November 2016. 22.35 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. makasih sharenya, jangan sampai dapat uang palsu

    BalasHapus
  2. Asyik pengalamannya. Tapi skarang ada alat khusus ya untuk ngecek uang asli atau tidak :)

    BalasHapus
  3. Sampai saat ini aku pun masih suka menerawang uang :D

    BalasHapus
  4. Ak sampe sekarang masih ngerasa susah2 gampang ngebedain uang asli sama palsu.

    BalasHapus