Parenting

Waktu Bersama Anak #1

19.33



Hay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Hari ini seharian full ikut Pelatihan Jurnalistik di Gedung Bank Indonesia. Sebenarnya yang bagian jurnalistiknya Cuma dari siang sampai sore, sedangkan pagi sampai siangnya itu penjelasan tentang kebijakan yang ada di Bank Indonesia. Nanti deh aku buatkan entry tentang hasil seminar itu.

Nah kali ini aku Cuma pengen ngerangkum hasil tanya jawab dengan tema ‘Waktu Bersama Anak’ yang diadakan oleh Nabati. Iya, jadi Nabati ngundang salah satu dokter psikologi bernama Astrid Wen, M.Psi, Psikolog

Loh Mut, belum punya suami dan anak kok bahasannya soal-soal parenting gini sih? Haha ya nggak ada salahnya dong kan? Entah kenapa sejak berusian 20-an gini, bagi aku sendiri, aku mikirnya udah jauh kedepan. Apalagi ngelihat senior dan teman seangkatan yang satu persatu melepas masa lajangnya.

Umur 20-an itu udah nggak mikir main-main lagi. Banyak yang harus benar-benar dipikir matang. Lagian menurut aku, belajar masalah parenting itu nggak harus setelah nikah aja. Sebelum nikahpun kudu belajar juga. Menjadi seorang istri dan ibu itu bukan sesuatu hal yang mudah. Nggak bisa dipelajari sehari dua hari lantas ngerti dan bisa ngejalani. Ada prosesnya. Kalau nggak mulai belajar dari sekarang, lantas kapan lagi? 



Nunggu sampai berapa lama lagi? Okelah skip! Pikiran tiap orang itu beda-bedakan? Jalani aja menurut versi terbaik masing-masing :D Oh ya, sebelum tanya jawabnya, aku juga ada ngambil sedikit catatan tentang waktu terbaik bersama anak dari fanspagenya nabati. Simak dibawah ini :
Waktu Bersama bukan berarti bersama-sama ada dalam satu area, karena seringkali Fun Moms bersama dengan Fun Kids tetapi tidak benar-benar bersama dengannya, seperti contohnya: menonton youtube bersama atau sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dalam satu ruangan yang sama. Kita asik masing-masing tetapi dengan interaksi yang minim.
Waktu Bersama adalah dalam satu waktu yang sama, Fun Moms dengan Fun Kids melakukan interaksi dua arah yang optimal, adanya komunikasi yang terjalin, adanya sentuhan, dan adanya situasi yang rileks dan menyenangkan; contohnya seperti makan bersama, bermain peran bersama, atau jalan-jalan rekreasi.
Waktu Bersama akan membantu Fun Kids dalam membentuk persepsinya terhadap dunia yang sedang dihadapinya saat ini dan yang akan datang. Melalui cara Fun Moms memperlakukan Fun Kids, demikianlah ia akan menganggap dunia akan memperlakukan dirinya. Cara Fun Moms menyelesaikan masalah akan dilihat, diserap, dan kemungkinan besar akan menjadi cara Fun Kids dalam menyelesaikan masalahnya.
Melalui Waktu Bersama, Fun Moms juga akan menumbuhkan empati dan melatih kemampuan sosialnya, dimana di dalamnya ada banyak pembelajaran seperti mengenal berbagai macam emosi, mengelola emosi, mengetahui aturan yang diterapkan di keluarga. Fun Kids akan belajar nilai-nilai dan prinsip orangtua dari keluarga. Karakter-karakter positif Fun Moms akan turun kepada Fun Kids jika kita cukup meluangkan waktu bersama baginya.
Waktu bersama sangat penting bagi Fun Kids dalam memahami dirinya dan mencari tahu apa tujuannya ia dilahirkan. Apakah ia mengetahui dan menyadari bahwa ia dilahirkan dalam kondisi dicintai? Apakah ia dipercaya untuk menjadi besar dan mengambil tantangan-tantangan dalam hidup ini? Hal-hal ini diketahui dari waktu yang dihabiskan bersama dengan kita, orangtuanya.

Nah sampai situ udah sedikit ngerti kan? Sebelumnya aku mau minta izin dulu sama pihak Nabati dan mbak Adstrid untuk merangkum hasil tanya jawab ini. Oke, langsung aja deh ke sesi tanya jawabnya, check this out :




Oktaviane Nurhan : Apabila kedua orang tua jarang meluangkan waktu bersama dengan anak nya, apakah psikologis anak akan terganggu?
Nabati : Bila orangtua jarang meluangkan waktu bersama anak, maka orang tua akan kehilangan kesempatan untuk membina hubungan yang lekat dan penuh komunikasi dengan anak.

Julia Amrih : Sehari-hari saya di rumah saja menemani si kecil bermain. Anak saya baru usia 23 bulan. Kadang kami bermain bersama ke rumah tetangga. Tapi si kecil masih susah sekali berbagi terutama untuk mainan. Bagaimana ya kira-kira langkah yang dilakukan untuk mengajarkan berbagi kepada si kecil?
Nabati : Pada saat dirumah familiarkan kegiatan berbagi diantara anggota keluarga. Contohnya saat berbgai makanan, fun mom juga dapat mengajak anak untuk membagi-bagi kue atau makanan jika nggota keluarga lain atau teman datang ke rumah.

Windah Sulistyaningsih : Aku baru tahu kalau waktu bersama anak itu penting, tapi ada yang saya ingin tanyakan. Kalau kita ibu rumah tangga kan semua disambi, kadang memang bareng-bareng tapi sibuk sama aktifitas masing-masing. Yang jadi pertanyaan, kapan waktu yang baik untuk saya meluangkan waktu untuk benar-benar berkontak fisik dengan anak? Pagi ataukah malam? Aktifitas seperti apa yang hendaknya dilakukan? Dan berapa lama durasi yang dianjurkan? Jika anak kita laki laki, ada mitos mengatakan anak laki laki jangan terlalu dekat sama ibunya soalnya nanti manja dan kemayu, itu bener gak ya? Gimana kaitannya dengan waktu bersama, lebih baik anak laki laki lebih sering bersama ayah atau ibunya?
Nabati : Pilihlah waktu yang Funmom paling bisa, boleh pagi atau malam. Aktivitas seperti ikut terlibat dalam kegiatan bermainnya merupakan hal yang baik untuk menciptakan kedekatan dengan anak. Jangan memimpin permainannya atau hanya mengawasi permainannya tetapi ikut bermain bersama dengan anak. Durasinya, jika ibu bisa berikan 30 menit sampai 1 jam setiap harinya hanya untuk #WaktuBersama dengan anak. Ibu tidak memeriksa gagdet, atau mengurusi pekerjaan ibu, dan hanya mendampingi anak sudah sangat baik.
Baik anak laki-laki, maupun perempuan bisa bebas menghabiskan waktu bersama dengan ayah dan ibu. Dengan dekat dengan ayah, anak dapat melihat peran laki-laki dan ayah di keluarga. Anak dekat dengan ibu, anak dapat melihat peran perempuan dan peran ibu.
               
Zurtum WN Naima : Sebagai wanita karir dan juga ibu rumah tangga, memang peran ganda yg sangat menguras tenaga. Bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan agar tetap bisa memanfaatkan waktu saya dari habis dzuhur sampai pagi dengan si kecil? Trik dan tips nya donk, biar hari-hari kami selalu menyenangkan.
Nabati : Trik and tipsnya enjoy your moment. Seringakali kita berfokus pada tujuan, berusaha memberikan apa yang terbaik bagi anak kita, tetapi lupa bahwa menikmati keberadaan satu sama lain, menikmati proses perkembangan anak, merupakan berkahnya. Jangan terlalu fokus pada apa yang diberikan, tetapi nikmati prosesnya sesederhana apapun aktivitasnya.

Ramadikawati : Aku mempunyai 2 orang anak laki-laki. Si kakak berumur 8 tahun, si adik 16 bulan. Kadang waktu saya lebih banyak untuk si kecil, bagaimana Cara nya berbagi waktu untuk si kakak juga?
Nabati : Libatkan kakak dalam pengasuhan adik, sesuai kemapuannya dan beri dia pujian/kata-kata yang positif untuk usahanya. Luangkan waktu bersama kakak melalui kegiatan yang dia sukai, contohnya mendampingi aktivitasnya.

Pipit Hardaningsih : Saat hari minggu banyak sekali waktu luang yang aku punya untuk bisa bersama dengan putri kecilku, Rifqah. Tapi akhir-akhir ini cuaca sering hujan sehingga kami sering menghabiskan kebersamaan dirumah. Benar yang disampaikan diatas. saat dirumah biasanya kami sering menghabiskan dengan menonton TV atau tidur-tiduran. Tapi sayang, kadang saat sedang bersama, sikecilku malah lebih asyik dengan gadgetnya. Kalau tidak dikasih malah nangis. kalau diajak nonton bareng youtobe dia gak mau. Alhasil kadang aku malah sering mengganggunya. ehhh dia nya malah menangis. Bagaimana ya cara agar sikecilku mengerti tentang artinya kebersamaan. Padahal bisa berkumpul dengannya itu rasanya senang luar biasa dan kira-kira kegiatan apa lagi yang bisa kami lakukan kalau kami menghabiskan waktu dirumah.
Nabati : Kegiatannya bisa apa saja yang menyenangkan, bisa pilih kegiatan atau hobinya. Jika dia senang gadget, cari tahu apa yang dia suka tonton dan mainkan di gadget tersebut. Ajaklah bermain art atau seni, kreasi, musik, bercerita, memasak, yang terkait kesukaannya di gadget tersebut. Waktu bersama gadget perlu dibatasi, tidak apa-apa menangis, bantu dirinya untuk mengeksplorasi minat lain selain gadget.

Hartaty Angzelina : Saya seorang ibu dengan satu anak putri 2,5 tahun dan saya bekerja. Jadi waktu untuk anak hanya saat weekend. Biasanya saat weekend tiba, anak akan selalu mengajak keluar rumah, walaupun hanya jalan jalan ke mall, kebun binatang atau berenang, play ground, jadi dia beranggapan kalau mama papanya libur, harus bawa dia jalan jalan. Yang mau saya tanya bagaimana ya memberi penjelasan pada si kecil kalau kita juga bisa menghabiskan waktu bersama walaupun hanya di rumah. Sebenarnya dengan membawanya jalan jalan apakah sudah termasuk quality time sebagai pengganti saat kami tinggalkan kerja? Apakah itu sudah cukup? Kira-kira si kecil bahagia gak ya?
Nabati : Dapat memberikan penjelasan dengan kata-kata sederhana, bahwa tidak setiap libur selalu jalan-jalan. Mungkin saja dia memang menyenangi kegiatan aktivitas di luar rumah, jika ingin berdiam di dalam rumah, pilihlah permainan yang berisikan perhatian untuk dirinya, misalnya bermain lempar tangkap bola, bermain di kolam, bersama-sama membersihkan rumah sesuai kemampuan motoriknya, bermain gelembung sabun, berolahraga, dll. Membawanya jalan-jalan bisa termasuk quality time jika penuh interaksi, baik fun mom dan fun kid saling menikmati momen jalan-jalan tersebut. Untuk tahu apakah si kecil bahagia, bisa melihat ekspresinya, dan apakah banyak senyuman yang diciptakan dalam waktu jalan-jalan tersebut.

Udah enam halaman aja nih, entar aku buat part duanya aja ya? Oke deh segini dulu, salam sayang, @muthiiihauraa.
3 November 2016. 24.22 WIB.

You Might Also Like

4 komentar

  1. makasih diingatkan untuk membangun waktu bersama yg berkualitas dengan anak, sy di rumah aja sambil nulis tapi sering merasa ga konek sama anak karena di kepala banyak hal yg harus dditulis :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, semangat. Mari sama-sama saling mengingatkan ;))

      Hapus
  2. memang waktu bersama itu penting sampai kapanpun walau anak2 sudah besar sekalipun

    BalasHapus