Waktu Bersama Anak #2

19.43 Muthi Haura 3 Comments



Hay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Tadi aku baru saja ngebaca blog seseorang. Aku akui tulisannya bagus, EYD-nya pun benar. Kelihatan kalau dia memiliki wawasan yang luas, tapi sayangnya, dia type orang yang hanya melihat sesuatu dari satu sisi.

Ibarat hidup itu ada hitam dan putih, dia justru cenderung melihat disisi hitamnya saja. Tak masalah sih, itu kan tergantung individu masing-masing, kalau menurut aku ya harus diseimbangkan. Ada hal-hal yang tidak bisa dipahami jika melihat hanya dari satu sisi saja. Ada hal-hal yang tidak akan dimengerti kalau memandang hidup hanya dari satu sisi saja.

Ah sudahlah skip! Aku kembali ngerangkum hasil sharing di fanspage dan twitter nabati bersama psikolog anak, mbak Astrid. Memang aku belum nikah dan punya anak, tapi nggak ada salahnya belajarkan? Karna untuk mengerti sesuatupun butuh proses. Oke, langsung aja, check this out :





Janul : Saya ibu dari dua orang anak yang beda usianya hanya dua tahun. Rutinitas saya adalah bekerja. Hampir setiap saat, saya usahakan untuk tetap menjaga komunikasi dan quality time dengan anak-anak, tapi hampir setiap hari juga anak-anak selalu merengek dan menangis jika saya pergi bekerja. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana caranya memberikan pengertian kepada anak-anak agar setiap saya pulang ataupun pergi bekerja, melepas kepergian saya dengan suka cita? Agar saya kalau berngkat kerja merasa tenang dan bahagia melihat senyum manis anak-anak.
Nabati : Ciptakan situasi perpisahan yang hangat dan tegas, artinya pamit kepada anak bahwa ibu akan pergi bekerja dan beritahu waktu kapan pulang, katakan bahwa ibu akan kembali lagi. Tidak apa-apa anak menangis, jangan dilarang, pada saat pulang beritahu kepada anak bahwa ibu kembali ke rumah.
 

Jessica Cecilya  : Saya ibu baru. Saat ini saya selalu berada bersama si kecil selama 24 jam. Rencana saya, diumur baby 1 tahun lebih nanti akan mulai kembali bekerja. Saya masih bingung untuk kembali bekerja dikantor atau dirumah, tapi sepertinya keduanya akan sedikit mengganggu waktu bersama saya dengan si kecil. Apakah ada solusi atau masukan agar waktu bersama saya dengan si baby tetap erat atau waktu bersama sikecil tidak terganggu? Bisakah saya dan suami membagi waktu bersama kami dengan si kecil bergantian agar si kecil tetap memiliki waktu bersama yang baik bersama orang tuanya?
Nabati : Pastikan sebelum bekerja, fun mom dan pasangan telah berkomunikasi dan menyepakati apa yang perlu diprioritaskan ketika kedua hal ini bentrok dalam waktu yang bersamaan.

Nutfitriyanti : Saya tinggal serumah, banyak keluarga. Bagaimana cara quality time dengan anak perempuan usia 7 tahun? Soalnya saya lihat dan merasakan, dia sudah punya dunianya sendiri. Seperti bermain boneka dengan teman-temannya, mengerjakan PR dengan saudara sepupunya.
Nabati : Dapat bermain boneka bersama dengan dia, dapat dijadikan kegiatan ritual di waktu sebelum tidur. Funmom juga dapat membuka obrolan dengan dia dan saudara sepupunya mengenai kehidupan pergaulan mereka (dunia mereka, pertemanan, apa yang menjadi kesukaan mereka, idola mereka, dll).

Early D'beat Kurniawan : Saya seorang Ibu dengan satu anak umur 15 bulan, posisi saya bekerja, kerja saya 10 jam. Sedangkan suami saya juga bekerja, saya bingung kalau bagi waktu refreshing sama si kecil. Kalau di perhatikan, anak saya suka merengek gitu, selalu minta ke bonbin. Suami saya off-nya Sabtu Minggu, sedangkan saya off-nya hari biasa. Apa yg harus saya lakukan agar bisa menyenangkan si kecil dan punya waktu bersama keluarga?
Nabati : Pastikan bahwa Funmom dan suami terus berkomunikasi setiap harinya, dan manfaatkan sebaik mungkin hari-hari dimana funmom dan suami libur/cuti/off bersama, nikmati kebersamaan satu sama lain. Pikirkan juga jangka panjangnya apakah Fun mom dan suami ingin terus berada di kondisi seperti ini, jika tidak, bisa lakukan perencanaan, perubahan karir dalam waktu beberapa tahun kedepan.

Fidiyanti : Saya ibu satu anak dan seorang singel parent. Waktu bersama sikecil pastinya berkurang karena saya harus bekerja demi membesarkan anak saya. Apa yang harus saya lakukan? Setiap pulang kerja sikecil sudah tertidur pulas karna aktifitas yang dilakukanya seharian, sedangkan peran ayah sudah tidak memungkinkan untuk menemani sikecil mohon bagaimanakah caranya agar bisa bersama sikecil?
Nabati : Dalam satu minggu berapa kali waktu yang bisa dihabiskan dengan si kecil? Dan pada saat kita pergi bekerja, dengan siapakah anak kita percayakan, jika support system kita (dukungan orang lain, diluar diri kita dalam pengasuhan) kuat dan positif, anak kita setidaknya akan tumbuh dengan daya juang yang tinggi karena mengetahui perjuangan ibunya.

Ratu Sya : Anak saya umur 2,5 tahun galak banget sama semua orang. Saya jadi bingung kalau bawa dia ke acara keluarga.
Nabati : Usia 2,5 tahaun adalah usia yang wajar bagi tantrum anak. Berikan waktu khusus bagi anak dan saat dia tantrum peluklah dia dengan tenang, untuk mengetahui cara meresgulasi emosi pada anak dapat datang ke ahli.

Bunda Abid : Saya ibu rumah tangga yang menjalani bisnis online. Saya ingin menanyakan :
1. Bagaimana menciptakan waktu bersama yg berkwalitas? Krn seringnya saya sibuk sendiri dgn gadget
2. Apa yg hrs sy lakukan agar waktu bersama si kecil menjadi menyenangkan? Atas waktu dan jawabannya saya ucapkan terima kasih mom.
Nabati : Pisahkan antara waktu bekerja dan waktu bersama dengan anak. Waktu Bekerja adalah saat kita mengerjakan pekerjaan rumah, berada bersama dengan anak-anak, tapi perhatian kita tidak benar-benar tertuju pada anak kita. Kita sibuk membereskan rumah atau memeriksa pekerjaan sekolah anak, tapi tidak benar-benar mengenal anak kita. Waktu bersama adalah waktu dimana kita mengkhususkan setidaknya 1 jam untuk bersenang-senang bersama dengan anak kita. Kita melupakan pekerjaan kita, mematikan gadget kita, dan menikmati ceritanya, melakukan kegiatan bersama yang menyenangkan, dan tidak penuh dengan kritikan atau nasehat bagi anak kita tapi tulus mencari tahu seperti apa pola pikiran anak kita dan bagaimana ia memandang dunianya. Anak akan merasa dipahami dan menjalin hubungan yang semakin erat dengan kita.

@reeawww : Bagaimana cara mendekatkan anak yang introvert? Agar bisa dekat dengan orang tuanya?
Nabati : Anak yang introvert biasanya paling aman berada dengan orang tuanya, jika orang tua belum merasa dekat dengan anak carilah kegiatan atau permainan yang fokusnya menikmati keberadaannya tanpa mengharapkan dia berhasil melakukan sesuatu. contohnya kegiatan saat dia tertawa kita ikut tertawa, memuji pilihan bajunya atau makanannya. memberikan notifikasi yang positif jika ada sesuatu yang berbeda dalam diri Fun Kids.

@icaaaicong : Jika terjadi konflik antara mom & kids saat qtime, kira-kira gimana menghindri & menangani konflik diwaktu istimewa tersebut.
Nabati : Konflik tidak perlu dihindari, biarkan terjadi dan pakailah konflik sebagai cara untuk mengetahui pola pikir dan perasaan anak. konflik merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan regulasi emosi dan resolusi konflik kepada anak.

@atialniyah : Bahan obrolan apa saja yang membuat anak merasa nyaman saat quality time bersama keluarga dam agar tidak jenuh.
Nabati : Mulailah dari kata-kata yang keluar dari mulut anak. Jangan langsung dikritisi, tetapi berikan pertanyaan terkait kata-kata anak. sehingga durasi percakapan kita dan anak bisa menjadi lebih panjang. wah jd tau, maklum biasanya ibu2 suka langsung ngedumel, klo ada yang salah dikit Makasih banyak infonya, benar-benar sangat membantu.

@Carera : Apa saja yang dapat dilakukan dalam mnghabiskan waktu brsama anak? Apakah ktika brsma anak, harus ada peran ayah juga?
Nabati : Kita perlu memberikan support positif kepada ayah saat terlibat dalam pengasuhan anak. Berilah apresiasi kepada ayah sekecil apapun usahanya dalam terlibat pengasuhan anak. libatkan ayah dalam acara play date anak. ayah berperan besar dalam memberikan pembentukan identitas kepada anak.

@SelinaNurRahma : Lebih baik mana menghabiskan waktu bersama si kecil di rumah atau di luar rumah? Mohon penjelasannya.
Nabati : Diluar dan didalam rumah itu sama-sama baik fun moms. Jika diluar rumah fun moms dapat memeberikan kesempatan eksplorasi lebih banyak untuk perkembangan motorik dan minat anak.

@Ariepangestu12 :  Haruskah sering rekreasi bagi kami yang kedua orang tua bekerja diluar rumah agar tercipta waktu bersama yang optimal?
Nabati : komunikasi yang terjalin, adanya sentuhan, dan adanya situasi yang rileks dan menyenangkan bisa juga menjadi pilihan. Rekreasi bisa melatih eksplorasi lebih banyak untuk perkembangan motorik dan minat anak.

Okee, mungkin segini dulu. Salam sayang, @muthiiihauraa.
Jum’at, 4 November 2016. 09.42 WIB



Baca Artikel Populer Lainnya

3 komentar:

  1. Tulisannya berguna banget mbak 😊
    Salam kenal

    BalasHapus
  2. Tulisannya berguna banget mbak 😊
    Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak, salam kenal kembali :D

      Hapus