Semarak 23 Gagasan

00.33 Muthi Haura 7 Comments



Hai, Assalamua’laikum. Lama rasanya nggak nulis disini. Bukan melupakan diary digital ini, hanya saja memang sedang banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Banyak juga yang sedang dikejar. Maklum akhir tahun, sedang sibuk-sibuknya. Nggak nyangka ya 2016 udah mau berakhir aja, masih banyak mimpi yang sedang diperjuangkan tapi masih stay ditempat. Nggak papa, tetap semangat aja!

Gimana? Udah nulis target untuk tahun 2017? Udah bikin plan-plan apa yang akan dilakukan di 2017? Aku sudah! Kecepatan ya? Nggak apa-apalah, nyuri start dari bulan Desember ini. Semoga saja, ditahun depan makin banyak hal-hal luar biasa yang dapat dikejar.

Tepat ditanggal 21 Desember kemaren, organisasi yang aku ikutin ngadain acara ulang tahun organisasi yang ke-23. Acaranya di Islamic Centre UIN Suska dengan konsep yang bisa dikatakan lumayan besar. Pemateri-pemateri yang dihadirkan pun bukan pemateri sembarangan. Tapi kalau boleh jujur, acara kemaren tidak terlalu sesuai ekspetasi. Beda dengan apa yang dibayangkan. Tidak semeriah dekorasinya dan lumayan banyak kekacaun disana-sini. Ditambah lagi, adanya ketidakkompakan dari panitia. Ya maklumlah kan, nyatuin banyak kepala dalam satu konsep bersama itu rada susah. 

 

Belum lagi pas dekorasi sampai pagi dan gregetnya, paginya itu aku ada jam kuliah di gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Terus juga sempat nyasar pas ngantar profosal sponsor. Memang sih Cuma ngandelin google maps dan parahnya itu google nuntun kami ke kuburan -__- Iya, jadi ceritanya, aku sama Ijah nganterin profosal untuk tenda. Kami nyari alamat lewat google, eh google nunjukin kearah kuburan. Entah apa maksudnya.

Yang nyesek itu, pas dimarah-marahi sama pihak sponsor. Sempat malu juga dengan bang Ojik selaku ketua Aliansi Jurnalis Independent Pekanbaru. Sempat-sempatnya juga keliling-keliling PMT buat nyari salah satu adik Gagasan yang megang daftar pemenang lomba. Dan untuk acara kali inipun, aku dipercaya sebagai juri cerpen. Awalnya jadi juri opini, tapi karna satu dan lain hal, akhirnya ganti jadi juri cerpen.

Terlepas dari semua itu, dari acara ini, aku belajar banyak hal. Banyak sekali. Capek? Pasti! Tapi aku tau kalau semua ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kalau nggak terlibat kepanitiaan semarak ini, mungkin aku tidak akan belajar banyak hal. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik, right?

Dari acara ini, aku belajar mengambil keputusan. Yang namanya pimpinan, pasti bakal selalu ditanyain tentang banyak hal. Untuk sesuatupun dipaksa untuk mengambil keputusan. Sebenarnya aku bukan orang yang rada pandai ngambil keputusan, tapi dari sini, aku belajar. Memang masih dalam tahap proses.

Dari acara ini, aku belajar memahami orang lain. Tiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda. Tiap orang memiliki latar belakang berbeda. Itulah yang membentuk sikap seseorang. Dari sini aku belajar untuk memahami orang lain. Aku belajar untuk mengerti sikap, watak, dan cara berfikir mereka yang mungkin bertentangan dengan diri sendiri.

Dari acara ini, aku belajar bernegosiasi dengan banyak orang. Aku sempat beberapa kali nganterin sponsor, trus juga ngelobby stand-stand yang akan mengisi halaman Islamic Centre. Dari sini, aku belajar bernegosiasi. Dari sini aku belajar berkomunikasi dengan orang yang baru aku kenal.

Dari acara ini, aku belajar untuk tidak memilih-milih pekerjaan. Aku tergabung sebagai anggota dari CO lomba. Tapi aku juga diharuskan untuk ngelobby ini-itu. Ngebantu tim HID, tim acara, tim konsumsi. Pokoknya apa yang bisa dikerjakan, ya dikerjakan, walaupun bukan tugas aku. Apa salahnya kan? Yang namanya ngadain acara, selagi diri ini bisa membantu semuanya, kenapa nggak? Walau mungkin apa yang kita lakuin itu kurang dihargai sama orang lain, ya biarin ajalah. Yakini aja kalau nggak ada setetes keringatpun yang sia-sia ;’)

Dari acara ini, aku belajar menjadi cewek strong. Belajar untuk bisa ngelakuin banyak hal. Capek sih, tapi nggak masalahlah, mumpung masih duduk dibangku kuliah. Besok kalau udah kuliah, nggak akan bis gini lagi. Dari acara inipun, aku semakin tertantang untuk terus memperbaiki diri. Aku sadar kok masih banyak kurangnya, tapi itu semua bukan alasan bagi aku untuk mundur. Justru, semua itu aku jadikan motivasi untuk jadi jauh lebih baik.

Masih banyak yang harus dikerjakan. Masih banyak proses yang harus dijalani. Mungkin ditengah jalan dalam menjalani proses ini akan sangat melelahkan, tapi aku yakin semuanya akan berujung manis. Semangat Mut! Semangat untuk kedepannya. Karna usaha tak akan pernah mengkhianati hasil. Selesaikan apa yang sudah dimulai, karna berhenti atau mundur berarti hancur.

Semangat perubahan. Semangat terus belajar. Salam sayang, @muthihaura1.
Kamis, 12 Desember 2016. 10.35 WIB. 

 nb : poto menyusul

Baca Artikel Populer Lainnya

7 komentar:

  1. Semangat Muthi ... semoga semakin berkembang ke depannya.

    BalasHapus
  2. Semangat untuk senantiasa belajar ya kak muthi. :)

    BalasHapus
  3. Keren jadi juri ya muthi ^^ kamu seumuran adekku ya kayanya. Hehe.. pada dasarnya cewek udah setrong kok nanti bisa makin setrong pas udah punya anak :))

    Semangat yaaa ^^

    BalasHapus