Belajar dari Kongres

22.48 Muthi Haura 2 Comments

Haay, Assalamua’laikum. Malam ini lagi hujan. Udah lama juga rasanya nggak nikmatin suasana hujan kaya gini. Aku sering ngebayangi punya kamar dilantai dua, trus ada balkonnya. Dan aku paling suka duduk di balkon saat malam hari ditambah dengan suasan hujan, wiih favorit banget buat nulis tuh.

Oh ya, gimana kabarnya? Dan sedang ngerencanain proyek apa? Udah sejauh mana proyeknya? Aku juga sedang ngerencanain banyak hal, semoga deh kekejar dan dapat terealisasikan. Amin! Kemaren ditanggal 11 Januari, BLM UIN Suska ngadain kongres mahasiswa ke-V. Aku jadi utusan dari Gagasan sebagai peserta penuh.

Asli, ini baru pertama kalinya aku ikutan kongres kaya gini. Sebenarnya aku nggak terlalu tertarik, soalnya selama ikutan organisasi, aku pasti milihnya organisasi yang berkaitan dengan menulis atau yang bisa ngasah skill gitu. Nggak pernah ikutan HMJ atau BEM, pernah sih ada niatan buat gabung, tapi nggak terealisasikan, soalnya itu bukan duniaku. It’s not my passion. Aku nggak bisa ngelakuin sesuatu yang aku nggak suka.

Lagian menurut aku, HMJ sama BEM itu lebih ke politik-politik gitu. Aku suka politik, tapi bukan sebagai pemain, hanya pengamat. Pas kongres ini greget banget, semua pada adu mulut untuk membenarkan pernyataannya. Berdebat! Ada banyak hal yang aku pelajari dari kongres ini, beberapa diantaranya akan aku sharing disini. Langsung saja, check this out.
suasana kongres. Foto: Hanif

Pertama, dari kongres ini aku mendapatkan banyak ilmu baru. Aku jadi tau apa perbedaan peserta penuh dan peserta peninjau. Aku jadi tau kalau dalam kongres itu ada tiga pimpinan siding atau tiga presidium. Aku jadi tau kalau ingin menyatakan pendapat, maka harus berucap ‘izin bicara pimpinan sidang’. Aku jadi tau kalau ingin menyela pendapat seseorang bisa bilang ‘intrupsi pimpinan sidang’. Aku jadi tau tentang apa itu PK alias Peninjaun Kembali terhadap keputusan yang sudah disepakati. Aku jadi tau apa itu LSO alias Lembaga Semi Otonom.


Banyak deh hal baru yang aku tau. Mungkin bagi kalian itu hal mendasar, tapi baru buat aku. Ya, maafkanlah kekudetan aku ini. -_- Yang kedua, dari kongres ini aku belajar untuk mempertahankan pernyataan yang sudah kita lontarkan, walaupun banyak yang menentang pernyataan itu.

Sama kaya hidup, kalau kita punya prinsip, maka harus mampu mempertahankan prinsip itu, selagi benar. Jangan mudah goyah jika ada yang menyerang atau ada rintangan, tetap pertahankan prinsip itu. Ketiga, jangan mudah tersulut emosi. Dalam kongres kemaren itu yang aku lihat, banyak sekali yang mudah tersulut emosi. Mungkin memang begitu keadaan kongres kali ya, tapi kalau menurut aku, pakai strategi tenang-tenang menghanyutkan aja.

Kalau katanya bang Hafis : “Nggak usah kalian ikut-ikutan panas di kongres itu. Diam aja. Selagi mereka nggak meributkan sesuatu yang berkaitan dengan kita, ya udah biarin aja mereka. Tapi kalau udah mengenai hak kita, baru dibela. Jangan ribut-ribut nggak jelas.”

Ah, abang yang satu ini memang luar biasalah. Cara dia berkomunikasi, cara dia berteman, cara dia menyampaikan nasehat, cara dia member masukan, semuanya patut diacungi jempol. Selain itu, bang Hafis juga pandai ngelihat situasi dan suasana hati kami. Kalau kami lagi nggak mood atau capek setelah ngeliput, dia nggak akan ngomel-ngomel atau marah-marah atau ngasih masukan, dia biarin kami istirahat sampai tenang dulu. Setelah itu baru deh kalau dia mau marah ya marah, kalau mau ngasih masukan ya ngasih. Pandailah pokoknya dia.

Oke lanjut! Keempat, dari kongres juga, aku merasa kagum dengan orang-orang yang hebat nyampaikan pendapatnya. Kalau aku pribadi mah nggak terlalu bisa gitu, aku mainnya lebih ketulisan. Ah, setiap orang punya kelemahan dan kelebihannya sendiri. Asah kelebihan kita supaya jadi pedang yang tajam dan nggak usah berfokus terhadap kelemahan kita.

Mungkin itu saja beberapa yang dapat aku ambil. Sebenarnya masih banyak, tapi cukup itu saja dulu. Dari kongres ini juga, ada beberapa UKM baru yang di sahkan. Selamat buat UKM baru, semoga kita dapat mengeratkan silaturrahmi. Dan buat Gagasan, ayo semakin semangat berkarya. Semakit melangit. Fighting.

Trimakasih pengalaman yang luar biasanya diawal 2017 my Allah. Semoga kedepannya akan banyak pengalaman luar biasa lainnya yang aku peroleh. Trimakasih atas kesempatan belajar di kongresnya LPM Gagasan. Dan buat diri aku sendiri, jangan pernah cepat puas atas apa yang didapat, karna diluar sana masih banyak hal yang belum dijamah. Tetap semangat untuk berkarya. Jangan berfokus ke orang lain atau hal lain, tetapi berfokuslah terhadap apa yang diimpikan.

Oke mungkin segini dulu. Selamat belajar. Selamat sukses. Salam sayang, @muthihaura1.
Minggu, 15 Januari 2016. 21.22 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Membaca postinganmu jd ngingetin aku jaman kuliah mba, bisa ikutan kongres dan ketemu bnyk org baru :D

    BalasHapus