sosok

[Sosok] : Milda

22.09


Jika ingin melihat dunia, maka membacalah. Dan jika ingin dunia melihatmu, menulislah! Dalam hidup, ada hal-hal yang harus kita pilih. Ada hal-hal yang harus kita prioritaskan. Ada hal-hal yang menjadi tujuan dan ada hal-hal yang harus dikorbankan. Begitupun jika memilih menjadi seorang penulis, baik itu penulis dimedia blog atau bahkan menerbitkan buku sendiri.

Dulu saat almarhumah umi masih hidup, ia menyuruhku untuk menjadi seorang guru seperti dirinya. Tapi aku tak pernah mau. Dengan mantap, aku selalu menjawab kalau aku ingin menjadi seorang penulis. Sampai saat ini cita-cita tak pernah berubah dan goyah sedikitpun. Aku ingin jadi penulis.

Tentu saja pilihanku ini tak semua orang yang menerima. Banyak teman-temanku yang berpendapat dan beranggapan bahwa menjadi seorang penulis itu tidak akan bisa menghidupi. Menjadi penulis itu tidak akan menghasilkan. Tapi aku tetap dengan pendirianku, aku ingin jadi penulis! Nyatanya sampai saat ini, dengan menulis aku mendapatkan banyak pengalaman berharga. Tidak hanya sekedar materi yang memang belum seberapa, tapi lebih dari itu. Link, pertemanan, dan lain sebagainya.

Mungkin apa yang aku alami ini juga dirasakan oleh Mbak Milda. Aku biasa menyapanya dengan mbak Milda. Tentu saja aku mengenalnya lewat Arisan Link Kelompok III. Menurutku, mbak Milda sosok yang inspiratif dan pantang menyerah. Wanita yang lahir dan menetap di Bengkulu ini memilik empat orang anak.

Mbak Milda sangat mencintai kegiatan menulis. Baginya, menulis dapat mendatangkan banyak keuntungan. Saat ngubek-ngubek blog mbak Milda di www.mildaini.com, aku mampir dihalaman portopolionya. Sempat membuatku terkagum-kagum dengan prestasi wanita berjilbab satu ini.

Ini dia beberapa buku solo yang ditulis mbak Milda : buku nutrisi pintar golongan darah A, buku nutrisi pintar ibu hamil dan menyusui golongan darah B, buku nutrisi pintar ibu hamil dan menyusui golongan darah AB, dan buku pintar nutrisi ibu hamil dan menyusui golongan darah O.

Selain itu, mbak Milda memiliki 14 antologi, beberapa diantaranya berjudul : Nikah nggak boleh ngutang, my wedding story ; di masjid hatiku terkait ; Pujangga kedurang, sebait kisah dari Bengkulu ; kejut-kejutan abi tersayang; bukan lajang desperado; dan lain sebagainya.

Mbak Milda juga sering lho diundang sebagai pembicara. Keren kan yah? Selain itu, prestasi ngeblog bagi mbak Milda itu bukan saat menang lomba, tapi adalah saat terwujudnya sebuah komunitas blogger bengkulu yang selama ini belum ada geliatnya. Mbak Milda juga sempat ikut mombassador SGM lewat audisi yang dilakukan oleh komunitas emak-emak blogger. Aku sempat mewawancarai mbak Milda lewat WhatsUpp-nya.

Sejak kapan mbak ngeblog?
Saya tau blog, sejak ikut pelatihan blog dan sosial media yang diadakan oleh forum taman bacaan masyarakat tahun 2012 di Medan. Waktu itu saya datang mewakili Bengkulu. Sejak itu saya mulai sesekali nulis blog. Waktu itu nulisnya masih seputar curhat dan belum focus, hanya sebatas mengisi waktu luang. Jadi tidak banyak tulisan yang saya hasilkan di blog. Apalagi saat itu saya juga hamil sejak pulang dari Medan, dan saya resign kerja. Saya lebih focus ngurusin toko pakain saya dari pada ngeblog.

Pernah nggak ngerasa bosan dengan ngeblog?
Kalau bosan ngeblog sih nggak pernah, karena dunia blogging selalu berkembang sehingga memantik semangat baru untuk belajar banyak hal. Selalu ada saja hal baru yang harus dipelajari dan menjadi tantangan.

Kalau lagi buntu ide buat nulis blog, apa yang mbak lakuin?
Kalau soal ide, saya termasuk orang yang terkonsep, artinya saya tidak suka dengan hal-hal yang dadakan tanpa perencanaan. Oleh karena itu untuk memancing ide, ada beberapa hal yang saya lakukan, yakni riset, analisa sederhana, pengamatan sederhana. Bisa juga dengan browsing, membaca, jalan-jalan, atau kumpul bersama keluarga.

Sejauh ini, arti blog buat mbak itu apa?
Setelah saya mengganti domain blog menjadi TLD, maka semangat ngeblog semakin rapi. Artinya saya mulai merasa butuh untuk secara rutin menulis. Apalagi sejak saya tau ternyata blog juga bisa mendatangkan uang.

Certain dong mbak kaya mana awal mula dapat job dari blog? Bagaimana rasanya waktu itu? Certain juga kejadian pertama menang lomba blog.
Job pertama datang dari buka lapak. Dan ternyata bukan Cuma sekali, dibulan berikutnya dapat lagi. Sejak saat itu saya mulai kian merapikan blog. Saya mulai mencatat, memfoto, dan menggali banyak hal, bahkan hal-hal yang dulu saya sepelekan. Semua sekarang bisa menjadi perhatian saya. Untuk lomba, saya jarang ikutan lombablog. Tapi saya menjadikan ajang lomba sebagai sarana belajar tentang blog.

Mbak, untuk nulis blog ini, waktunya ditentuin atau gimana? Adakah hari khusus buat nulis?
Saat ini, saya biasa menulis di pagi hari karena saya tidak mau lagi ngalong, kecuali malam sabtu dan minggu, dimana suami dan anak-anak saya tidak kerja dan sekolah. Anak-anak, suami, dan keluarga prioritas bagi saya. Selain itu, saya juga merawat ibu dan sepupu saya yang sedang sakit, jadi saya harus membagi waktu dengan jitu. Untuk nulis, paling produktif hari sabtu dan minggu.

Gimana? Gimana? Mbak Milda sosok yang inspiratif ya. Ditengah kesibukannya mengurus toko online, mengurus ibu dan sepupunya yang sedang sakit, dan mengurus keluarga kecilnya, mbak Milda tetap mampu berkarya lewat tulisan. Masa sih kamu yang masih muda, sehat, dan punya kelapangan waktu kalah sama mbak Milda? :p

Ayo semakin semangat belajar lagi. Ayo semakin bertumbuh! Kalau ingin mengenal mbak Milda lebih jauh bisa follower di +Mildaini Milda Mildaini dan instagramnya di @mildainibkl. Oke segitu dulu, salam sayang, @muthihaura1.
Selasa, 10 Januari 2017. 17.44 WIB.

You Might Also Like

1 komentar