Kegalaun di Umur 20-an

19.15 Muthi Haura 13 Comments



Tahun ini usiaku memasuki 22 tahun. Usia yang bukan lagi dikatakan remaja. Saat ini, entah apa yang tengah aku pikir. Entah apa yang tengah aku rasa. Tiba-tiba aku gamang. Aku takut. Aku, ah entahlah! Sulit untuk mendiskripsikan perasaan ini. Akhir-akhir ini, aku jadi orang yang super sensitif. Sebentar-bentar nangis.

sumber : google


Aku galau, aku gamang. Aku takut dengan kemungkinan-kemungkinan kedepannya akan seperti apa. Trus berbagai pertanyaan bermunculan dalam benak. Selesai kuliah ini aku ngapain? Jodohku siapa dan seperti apa? Sebenarnya yang aku inginkan itu apa? Tujuan masa depanku apa? Apa yang aku cari didunia ini?

Mengapa setiap langkah yang aku lakukan terasa jauh dengan impian? Kenapa mereka mudah banget proses skripsinya? Kok aku nggak bisa kaya dia? Jadi dia kok kayanya enak banget ya? Aku ingin gini, tapi kenapa nggak bisa? Rasanya aku udah berusaha seoptimal mungkin, tapi kenapa tetap gagal?

Kenapa orang yang ‘kayanya’ usahanya nggak maksimal, tetapi begitu gampang dapat yang ia inginkan? Mengapa? Kenapa? Dan berbagai macam jenis pertanyaan bermunculan.

Sampai aku berada disatu titik dimana aku tersadar bahwa ternyata aku jarang bersyukur. Aku terlalu berfokus mengagumi kesuksesan orang lain dan tanpa sadar, aku meremehkan kemampuan diriku sendiri. Aku terlalu berfokus terhadap hidup orang lain, sampai aku lupa untuk memfokuskan diri pada tujuan hidupku sendiri.

“Muth, kau itu hebat loh”, “Kau keren, Mut”, “Kau luar biasa”, “Kau itu calon istri idaman”, pernyataan-pernyataan seperti itu sering sekali mampir ditelingaku. Bukan dari satu dua orang, tapi lebih. Dan aku masih jadi orang yang jarang bersyukur. Selalu merasa kurang. Selalu ngelihat keatas, trus ngebandingi dengan apa yang nggak aku punya. Sampai kapan Mut? Nggak capek ingin memiliki sesuatu yang sama dengan orang lain? Capek! Iya, capek.

Satu hal yang dapat aku ambil pelajaran bahwa ngestalkerin orang hebat itu perlu, tapi bukan buat menyamai apa yang sudah mereka capai. Bukan untuk berusaha menjadi sukses lebih dari mereka. Itu bukan sebagai ukuran, karna pada nyatanya, ukuran kesuksesan itu saat kamu bisa jadi lebih baik dari kamu yang dulu. Saat kamu bisa jadi lebih baik dari hari yang lalu.

Beberapa bulan lagi, usiaku akan memasuki 22 tahun, aku tak ingin lagi terjebak dalam rasa mengagumi orang lain yang berlebihan hingga aku melupakan focus hidupku sendiri. Karna setiap orang punya kisah hidupnya masing-masing. Tiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Tiap orang punya ‘jalan’nya sendiri. Mencontek ‘cara sukses’ orang lain tentu bisa dilakukan, tapi tidak boleh semuanya, karna jalan hidup aku dan mereka berbeda.

Kini, aku ingin terus memperbaiki diri. Belajar tentang banyak hal. Focus terhadap tujuan yang ingin aku capai. Menguprade diri dengan mengikuti banyak perlombaan, baik dari dunia maya ataupun dunia nyata. Tentu saja tak melupakan membaca. Mencari tujuan aku hidup untuk itu apa? Dan yang paling utama, aku ingin mendekatkan diri pada Allah. Sudah terlalu jauh diri ini melangkah tanpa-Nya. Sudah terlalu banyak dosa yang aku timbun, padahal kematian itu pasti adanya, cepat atau lambat, tua atau muda.

Semoga di 2017 ini adalah tahun terakhir aku menyandang status ‘mahasiswa’. Dan sebelum status itu berubah, aku ingin melakukan banyak hal bermanfaat. Aku ingin lebih serius di Gagasan. Aku ingin ciptain banyak momen bareng sahabat dan teman-temanku, karna di tahun 2018, entah masih bisa bertemu dengan mereka atau tidak. Aku ingin lebih berbakti kepada aba. Aku ingin belajar masak. Pokoknya, 2017 ini harus ngoptimalkan waktu untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Semangat Mut! Fighting. Karna usaha tak kan pernah mengkhianati hasil. Salam sayang, @muthihaura1
Senin, 6 Februari 2017. 19.32 WIB.


Baca Artikel Populer Lainnya

13 komentar:

  1. semangat mba Mut, usia 22 aku galau milih tempat kerja lalu dapet dan mulai belajar buat mencapai target masa depanku :)

    BalasHapus
  2. Semangat Muthi. Keep enjoy your life while you work hard for your achivement

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti selalu enjoy kok kak. semangat juga buat kakak :D

      Hapus
  3. Semangat ya cantik. Kok, tulisan ini seperti menggambarkan diri saya saat ini ya? Ah sudahlah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kita memang tengah galau haha

      Hapus
  4. Ku juga di umur 20an dan sedikit banyak merasakan kegalauan yang sama. Semangat ya mbak untuk kita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kegalaun ini berarti dialami oleh semua anak yang memasuki usia 20-an kali ya mbk :D

      Hapus
  5. Semangaaat mbak.. Rileeekkss... Let it floww...
    Barokallah mbak.. Aamiin ya robbal aalaamiin..

    BalasHapus
  6. Amin, semangat yaaa neng.. Aku jadi inget umur �� Moga semua tercapai yaa..nggak akan pernah cukup ya tergantung gmn kitanya, bersyukur dan selalu berusaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. makasih ya mbak. semangat juga buat mbak :))

      Hapus
  7. Ayooo Mut, gak boleh galau lagi yah. Masih banyak hal positif yg bisa dilakukan ketimbang memupuk rasa galau itu. Ayooo, semangat yaahh.. Byebye galau ;)

    BalasHapus