Parenting

Tanya Jawab Tentang Anak

19.12




Hay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Hari ini salah seorang teman sekelas dikampus yang namanya Annisa Al Haq nikah. Kami sekelas tentu saja surprise banget. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba nyebarin undangan nikah.

Hal ini semakin mengingatkan aku bahwa diusia aku yang segini ini, udah masuk usia nikah. Bagai alarm yang terus-terusan nyuruh aku untuk terus belajar tentang berbagai hal, termasuk masalah parenting. Belajar sebelum nikah nggak ada salahnya kan? Hitung-hitung persiapan, karna menjadi seorang ibu itu nggak ada sekolahnya. Nggak harus nunggu udah jadi ibu.

Karna itulah aku tergabung di grub Task Management Training. Awalnya aku nggak ngeh itu grub apa, ternyata di grub itu ngebahas seputar anak dan cara mendidiknya. Sistem di grub inipun sangat asik dengan menghadirkan narasumber yang memang pakar dibidang anak. Nanti si narasumbernya nyampaikan materi, trus dibuka sesi pertanyaan yang akan dijawab oleh narasumber tersebut.


Tentu saja aku hanya sebagai silent reader. Nggak tau juga sih mau nanya apa, lagian banyak istilah baru yang aku temui. Kali narasumbernya Ani Ch yang merupakan penulis buku dan pemerhati pendidikan anak. Nah oke, langsung saja, check this out :

search : google


Rangkuman part one
Anak-anak bayi itu sudah dibiasakan sejak dari dalam kandungan. Jika ibunya saat hamil tidur, maka janinnya juga tidur. Begitu juga aktifitas lainnya. Silahkan cek, ibu-ibu hamil yang istiqomah sholat lail, anak-anaknya waktu besar nggak susah bangun pagi. Karena udah dibiasain bangun pagi untuk sholat lail oleh ibunya sejak dari kandungan.
Ritme tubuh anak bisa dilatih mendekati orang dewasa, sampai usia 2-3 tahun, jadwal tubuh mereka sudah mirip orang dewasa. Melatih anak untuk melaksanakan tugas dimulai sejak dini. Kalau bisa sejak dalam kandungan.

Rangkuman part two
Memainkan banyak mainan dalam satu waktu , terkadang malah membuat anak bingung. Tidak terstruktur dalam berpikir. Dalam proses bermain anak, keluarkan satu jenis mainan saja. Ketika dia sudah selesai atau bosan, minta dia mengembalikan pada tempatnya dan baru boleh mengeluarkan mainan lain. Jika anak-anak tidak tuntas aktivitasnya, maka perlu diingatkan. Kalau terbiasa dengan aktivitas tuntas, kelak saat besar juga akan mudah bekerja tuntas.

Pertanyaan (P) dan jawaban (J) :
Mitha 29 tahun. Lampung
P : Anak saya kalau makan masih suka minta disuapin (umur 3 tahun 10 bulan). Kalau nggak disuapin benar-benar mogok nggak mau makan. Trus dikegiatan lain seperti sholat, dia suka ikut tanpa disuruh. Tapi ada saat dia ngambek diajak sholat jika sedang asik main atau baru bangun tidur. Itu bagaimana ya menyikapinya mbak?
J : Sebenarnya secara alamiah, anak akan punya ‘rasa lapar’. Seringkali anak belum lapar dan kita sebagai orang tua yang menjadwal makan anak. Akhirnya makan belum jadi kebutuhan anak, sehingga kita terpaksa membuat anak makan dengan menyuapi. Maka solusinya adalah, buat anak butuh makan dengan menciptakan momen ‘anak yang minta makan’. Kemudian motivasi anak dengan mengatakan ‘udah besar makan sendiri, yang disuapi itu anak bayi, kamu kan sudah besar’. Secara teknis harus tega pada anak.
Anak tiga tahun memang waktunya ikut-ikutan sholat. Belum harus dipaksa sholat lima waktu. Beri aja teladan yang baik. Nanti diumur lima tahun, mulai persuasi lebih kencang.

Nurul 28 tahun. Jakarta
P : Bagaimana cara mengatasi anak (10 bulan) yang trauma makan. Ditaroh HC (High Chair) langsung nangis, tau kalau dia mau makan. Bagaimana cara mengolah dan managemen emosi anak? Anak saya 10 bulan sudah mulai menangis dan mukul-mukul kalau mainannya diambil. Kalau main sama temannya pun mainan temannya diambil. Terimakasih.
J : Bikin anak lapar dulu, baru tawarkan makan. Tapi saya kira anak 10 bulan memang belum harus bia makan, asalkan ASI-nya terpenuhi. Menjelang dua tahun baru benar-benar harus mengenai makanan. Jika dia nangis atau mukul, abaikan sebentar. Tentunya jangan dimarahi, tapi dia harus diberi pemahaman kalau kita tidak suka dengan cara dia marah. Caranya : jangan digendong atau dipangku. Biarkan duduk sendiri, jangan buat kontak mata, dan katakan dengan tenang ‘mama tidak suka kamu marah-marah’.
Tidak disarankan anak digendong sambil disuapi. Taroh dikursi makan/HC. Memposisikan anak dikursi makan, lebih membantu anak belajar makan sendiri. Hindari memaksa anak makan, tapi buat dia butuh makan.
Anak menangis sebentar tidak apa. Maka kalau nangis, coba biarkan sebentar, tapi tetap gosok punggung atau pegang tangannya. Tapi tidak digendong. Terlalu sering menggendong anak mendorong anak menjadi manja. Kapan mulai mengurangi menggendong anak? Saat umur 12 bulan, waktunya anak belajar jalan. Kalau emosinya sudah reda, baru ditawari makan. Jangan meminta anak makan saat dia sedang emosi.

Naqi 36 tahun. Lampung
P : Bagaimana mengajarkan anak training toilet?
J : Jadwalkan BAK dan BAB-nya. Harus konsisten menjalankan jadwal itu walaupun anak tidak kepengen BAB/BAK. Pastikan asupan makanan seimbang sehingga tidak ada sembelit atau kesulitan BAB rutin.

Usmah 23 tahun. Sorong
P : Saya sedikit kebingungan menentukan sikap yang pas untuk menerapkan kedisiplinan pada usia anak dalam range  tertentu.
J : Kalau ikut yang ideal, melatih jam tidur bangun anak sejak dikandungan dan saat lahir. Melatih training toilet umur 2-3 tahun. Merapikan mainan 2-3 tahun. In case, ada anak umur 4 tahun belum bisa tiga hal diatas, ya harus dilatih semuanya.


Tifa 26 tahun. Tangerang Selatan
P : Anak tetangga saya kelas dua SD masih suka ngompol di kasur saat malam. Bagaimana menghadapi kondisi seperti ini?
J : Bisa jadi ada kelainan, periksa kedokter aja. Ada gangguan  namanua eneuresis, masalah soal kencing yang belum matang. Tapi kalau secara medis dinyatakan baik, ya terapi sama tatur sebelum tidur. Ditambah tatur tengah malam (dibangunkan hanya untuk pipis).

Nah itu dia. Sebenarnya masih panjang, tapi segini dulu deh. Asli aku baru tau kalau ada yang namanya toilet training. Ternyata anak-anakpun harus diajarkan toilet training ya. Aah, ilmu yang sangat bermanfaat. Trimakasih mbak-mbak admin cantik dan grub emak kekinian. Semoga sukses terus. Mungkin segini dulu dari aku, salam sayang, @muthiiihauraa.
Sabtu, 4 Februari 2017. 13.59 WIB.


You Might Also Like

4 komentar

  1. Wah mbak... Kereeenn euy... Bagus nih buat masa depan kalo dah punya baby..
    Bdw aku nikah umur 23 loh.. *eehhh... Nyindiirr.. Hahaha

    BalasHapus
  2. Wah, dirimu rajin banget ya...masih muda sudah rajin ikut grup parenting.

    BalasHapus
  3. Halo kak, salam kenal. Aku juga belum nikah tp suka sama ilmu parenting.

    Itu grup di apa kak? Wa kah? Aku bisa join ndak? Hehee

    Baca artikel di atas bagus dan bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  4. hihihi... seru ya belajar sama ibu2. insyaallah akan bisa lebih siap nantinya jika saatnya tiba :)

    BalasHapus