#IlkomClass

Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau

19.29



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Di organisasi yang aku ikutin sedang deadline e-paper. Rada pening soalnya banyak banget yang mendekati deadline, salah aku juga sih yang nggak mulai ngangsur tugas-tugas sejak awal.

Kali ini balik lagi ke rubric #IlkomClass. Rubric ini hadir tiap satu bulan sekali yang akan ngebahas seputar dunia kampus terkhusus jurusan Ilmu Komunikasi. Tujuannya apa? Buat ngebantu teman-teman atau adik-adik yang baru mau milih tempat kuliah. Selain itu biar aku bisa ngereview pelajaran yang aku dapat agar nggak hilang gitu aja.

Ohya, mau minta maaf karna ketelatan posting rubric ini. Seharusnya kan tanggal tiga. Maklum, sedang banyak yang dikejar dan diperjuangkan. Doakan saja semoga tak ada yang sia-sia :D Oke deh, bagi teman-teman dan adik-adik yang baru mau masuk kuliah dan niat masuk Ilmu Komunikasi, aku jabarin dikit deh ya tentang Ilmu Komunikasi dikampus aku. 

search : google


Aku kuliah di UIN Suska Riau angkatan 2013. Dikampusku, semester satu dan semester duanya itu masih pelajaran umum, misal kaya pelajaran pengantar Ilmu Komunikasi, pengantar penyiaran, pengantar public relations, plus juga ada pelajaran agamanya.


Kalau untuk semester tiga, itu baru deh milih konsentrasi. Di kampus aku sendiri, ada tiga konsentrasi yang ditawarkan. Public relations, broadcasting, dan jurnalistik. Biasanya tiap tahun yang bakal jadi favorit itu public relations dan broadcasting, sedangkan jurnalistik kurang banyak peminatnya.

Setelah milih konsentrasi, nggak lantas diterima gitu aja, ada beberapa serangkain tes yang dilakukan pihak kampus untuk menentukan teman-teman atau adik-adik masuk ke konsentrasi mana. Kalau ditahun aku dulu, itu tesnya dilihat dari nilai dan wawancara. Kalau public relations wawancaranya pakai Bahasa Inggrish. Yang nggak diwawancara itu konsentrasi jurnalistik.

Makanya, kalau mau masuk public relations, tinggi-tinggiin nilai pengantar public relationsnya di semester dua. Begitu juga kalau mau masuk broadcasting atau jurnalistik.

Dibanding Ilmu Komunikasi di UIN atau kampus di Riau? Mana yang lebih rekomendasi? Semuanya bagus, tergantung diri kitanya masing-masing. Bukan kampusnya yang bikin kamu sukses, tapi diri kamu sendiri. Kampus sebagus apapun kalau emang dari diri sendirinya malas, ya nggak akan juga ada hasilnya. Begitu juga sebaliknya.

Ibarat seorang chef diberi dapur yang super lengkap, kalau dia Cuma duduk-duduk aja dan ngelihatin barang-barang isi dapur, ya nggak akan ada makanan yang ia hasilkan. Sedangkan kalau seorang chef diberi dapur yang sederhana, tapi dia mampu memanfaatkan dengan baik, pastilah banyak makanan yang dihasilkannya.

Tapi kalau mau menilai secara objektif, menurut aku Jurusan Ilmu Komunikasi yang bagus itu ada di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Entah disemester berapa, aku punya dosen terbang yang juga ngajar di UMRI. Pak dosen ini ngajak kami ke UMRI buat belajar gabungan, nah pas di UMRI sempat takjub karna peralatan broadcastingnya lengkap. Bikin mupeng dan iri, karna di UIN nggak ada pas angkatan kami.

Nah bagi teman-teman atau adik-adik yang saat ini lagi berkuliah di UIN jurusan Ilmu Komunikasi semester II, mungkin pada bingung kali ya nentuin konsentrasi. Oke deh aku kasih sedikit tips.
Pertama, cari tau apa hobby kamu atau passion kamu dimana. Kalau kamu sukanya nulis, ambil jurnalistik. Kalau kamu sukanya bikin film, masuk broadcasting. Kalau kamu sukanya cerewet dihadapan banyak orang, cocok tuh jadi anak PR.

Pokoknya cari tau dulu passion kamu biar nggak salah pilih konsentrasi. Kalau kita ngelakuin sesuatu yang memang udah passion kita, pasti rasanya asik aja dan nggak jadi beban. Ingat loh, satu keputusan kamu akan menentukan masa depan kamu kedepannya. Jangan milih konsentrasi karna ikut-ikutan teman atau pacar, nggak ada untungnya tau!

Trus kenapa kamu masuk broadcasting Mut? Kenapa nggak jurnalistik, kan suka nulis. Ceritanya panjang. Awalnya sejak mau masuk Ilmu Komunikasi, niat awalnya emang masuk jurnalistik, tapi pas semester II, senior-senior ngadain acara, salah satunya lomba film. Kelas aku ikutan dan aku-Ulan-Mumun sebagai scriptwriternya. Inilah salah satu alasan kenapa aku masuk broadcasting dan awal kedekatan aku juga dengan Ulan-Mumun.

Trus dulu aku juga mikir, kalau aku masuk jurnalistik, aku juga dapat ilmunya dari Gagasan, malah mungkin di Gagasan langsung praktek. Trus aku belajar broadcastingnya dimana? Waktu itu Cofa nggak terlalu aktif, sedangkan Suska TV belum ada. Nyoba daftar Madani TV tapi nggak lolos
-_- Nah, kalau aku masuk broadcasting, aku tetap bisa belajar jurnalistik di Gagasan, makanya deh aku mantapin hati buat ngambil jurnalistik. Nyesal? Nggak sama sekali. Aku dikurung oleh broadcasting dan dibebaskan oleh jurnalistik, tapi percayalah, aku mencintai keduanya.

Yang kedua, list-listkan alasan kenapa kamu ngambil konsetrasi tersebut dan tujuan yang ingin kamu capai selepas lulus nanti. Ini penting loh, biar kamu tau arah hidup yang mau kamu gapai. Biar nggak terombang-ambing tanpa arah juga. Misal nih di list alasan tersebut kamu lebih condong ke broadcasting, ya udah masuk broadcasting, jadinya kamu bisa start belajar duluan tentang broadcasting sebelum masuk kelas. Kamu juga jadi bisa mulai ngumpul-ngumpulin uang buat beli perlengkapan perang broadcasting, kaya kamera misalnya.

Kalau aku pribadi sampai sekarang belum punya kamera, soalnya dulu nggak pernah ngelist gini. Makanya buat teman-teman dan adik-adik, jangan sampai kaya aku. Ketiga, minta restu orang tua. Yang bakal ngejalani kuliah dan masa depan itu memang diri kamu sendiri, tapi apa gunanya ngejalani jika orang tua nggak ngerestui?

Makanya minta dulu restu orang tua, biar ilmunya makin berkah. Memang kamu yang bakal jalani hidup kamu, tapi orang tua punya peran yang luar biasa sampai kamu jadi sebesar sekarang ini. Dan yang keempat a.k.a yang terakhir, tanya pendapat senior mana konsentrasi yang bagus dan apa saja plus minus setiap konsentrasi tersebut. Jangan malu bertanya kesenior, walau bagaimanapun, mereka lebih dulu terjun kelingkungan itu. Pendapat senior itu bisa jadi referensi.

Oh ya, jangan lupa istikharah juga. Itu penting, biar nggak bimbang dan nggak salah pilih. Oke, mungkin segini dulu. Salam sayang, @muthiiihauraa (tw) @muthihaura1 (ig).
Senin, 13 Maret 2017. 20.09 WIB.   


You Might Also Like

3 komentar

  1. Ilmu Komunikasi, aku jadi mupeng... wkwkwk
    aku ini tipekal sulit ngomong di depan orang banyak, tapi kalau nulis apalagi curhat jadi nyerocos, kayake cucok jurnalistik yah kalau aku... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak, sama kaya aku, makanya aku berkecimpung didunia jurnalistik :D

      Hapus
  2. Kayaknya kami udah yakin mau ambil konsentrasi apa dek Kak. :****

    BalasHapus