travelling

Jalan-jalan at Sumbar #2

00.16



Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya hari ini dan sedang ngelakuin apa? Hari ini habis ngewawancarai salah seorang dosen bareng Ika, nyeseknya kami kena schock terapy. Tapi nggak papa, pengalaman berharga. :D

Senin, 13 Februari 2017
Bangun sekitaran jam 6 pagi-an, kebetulan aku juga lagi nggak sholat. Ulan tiba-tiba punya ide buat naik kebukit untuk sampai puncak tertinggi dipulau ini. Akhirnya, aku-Ulan-Mumun-Yuka-Surya menelusuri setiap sisi di Pulau ini. Sayang kali rasanya udah kesini tapi nggak keliling kan? 


Ternyata buat sampai puncak, jalan yang dilalui nggak mudah. Nanjakin batu-batu yang terjal, kalau katanya Surya, jalan menuju puncak gunung lebih mudah ketimbang sampai puncak bukit ini. Pokoknya terjallah. Aku malah sempat pesimis, trus Mumun bilang : “Ini baru satu dari sepuluh bagiannya merapi, tapi kita udah ngos-ngosan rasa mau mati gini. Gimana besok kalau kita nanjak ya?”

Nanjak icak-icaknya

Perkataan Mumun ada benarnya juga. Padahal baru bagian kecil dari merapi, tapi letihnya nauzubillah, apalagi si Ulan takut ketinggian. Walau begitu, kami berlima tetap berusaha untuk sampai puncak. Pas udah nyampai puncak rasanya capek dan lelah banget, tapi pemandangan yang disuguhkan bikin berdecak kagum. Indah Ya Allah ;’) 

Pemandangan dari atas bukit

Turun dari puncak udah sekitar jam 10-an. Penuh drama deh pokoknya acara turunnya. Kami kembali main di pantai. Golek-golek di pasir putih. Nangkepin umang-umang dan kepiting. Pokoknya kami edisi jadi anak kecil. Ketawa sepuasnya, bercerita banyak hal, dan menikmati keindahan. Rasanya seluruh beban hidup itu luruh. Memanglah ya dalam hidup ini kita butuh jeda. Butuh spasi. Ya, hanya sesaat, karna setelah itu kita akan kembali melangkah.

Siangnya kami beres-beres untuk meninggalkan Pasumpahan Island. Rasanya sedih nggak bakal ngelihat pemandangan seindah ini lagi. Suatu hari nanti, aku akan kembali kesini atau ketempat yang lebih indah dari ini.

Foto sebelum pulang


Pas malam, kami udah nyampai di Bukittinggi. Ngelihat jam gadang, lalu kemudian nyari makan. Bukittinggi lagi diguyur hujan, alhasil dinginnya pun kebangetan. Setelah makan, kami caw ke rumah saudara jauhnya Yuka. Biasa nyari tempat tidur gratis. Ante Yuka ini baik banget. Kami disedikan kamar dengan selimut hangat, baju tidur, dan segelas teh hangat. Memanglah ya orang Sumbar ini baik-baik. Aku pernah baca entah dibuku apa yang katanya orang Sumbar itu pelit-pelit. Salah mah! Orang Sumbar itu baik.

Selasa, 14 Februari 2017
Bangun pagi disambut gerimis dengan hawa dingin yang menusuk. Kami bangun sekitaran jam 6-an. Sebenarnya aku bangun jam 5, tapi ngelihat mereka masih pada tidur, ya udah ikutan tidur lagi. Pas jam 6-nya, ante Yuka ngajakin mandi ditempat mandi massal, tentu saja cewek dan cowok tempat mandinya dipisah ya. Air yang mengalir dari tempat mandi ini adalah air asli dari pengunungan.
Selesai mandi, kami disuguhkan banyak makanan enak dan mengenyangkan plus juga dibekalin makanan. Dan saatnya pulang! Memang sejauh apapun melangkah pulang adalah tempat yang pasti.

Ah, pengalaman yang luar biasa. Sungguh indah bumi-Mu Ya Allah. Indah sekali. I love Sumbar. Semoga di trip-trip berikutnya, Allah ngasih aku kesempatan menjamah bagian buminya yang lain. Amin. Mesti nabung buat ngetrip.

Hai Yuka-Yati-Ulan-Mumun-Surya-Harry, makasih ya untuk beberapa hari yang luar biasanya. Makasih untuk semua cerita yang kita tulis bersama, walau kebersamaan itu singkat, tapi sangat membekas. Cekcok, dongkol, itu pasti ada, tapi aku tak ingin menceritakannya disini. Aku tak ingin menceritakannya dimana-mana, biarlah hanya kita yang menyimpan ‘rasa itu’.

Kenangan pahit dan nggak ngenakin itu ingin kutulis dipasir pantai yang putih, lalu kemudian akan dihapus oleh ombak. :’) Ya, cukup dirasakan sebentar, tapi tak usah untuk diingat. Sekali lagi trimakasih untuk pertualangan yang ‘membekas’nya. Trimakasih untuk kesempatan tripnya Allah. Trimakasih untuk izinnya aba.

Dari perjalanan ini, aku belajar banyak hal. Banyak sekali. Memang pada nyatanya, setiap perjalanan yang kita lakukan didunia ini, pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil pelajaran, tinggal bagaimana kita jeli untuk melihat pelajaran itu. Oke mungkin sekian dulu, salam sayang @muthihaura1 (ig) @muthiiihauraa (tw).
Rabu, 1 Maret 2017. 19.47 WIB.

You Might Also Like

2 komentar

  1. pemandangannya keren banget kak, trs kpn kita diajakin kesana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo kapan kita kesitu bareng? haha

      Hapus