Mengatasi Anyang-anyangan dengan Uri-cran

01.08 Muthi Haura 6 Comments



“Rin, buruan keluar! Kebelet nih!” Ica mengedor-ngedor pintu kamar mandi kos-an mereka dengan tidak sabaran. “Ih, tadi kan barusan dari WC juga. Aku baru masuk ini!” Rini berujar dengan kesal. Pasalnya, Ica udah terlalu sering bertingkah seperti ini saat dirinya sedang berada di kamar mandi.
“Rin, please! Nggak tahan,” ujar Ica sembari meringis dengan suara yang dibuat sesendu mungkin. Rini menghembuskan nafas kesal, lalu meraih handuk yang baru beberapa menit lalu diletakkannya. Dengan tampang dibuat sekesal mungkin, Rini keluar dari WC.
Tanpa merasa bersalah, Ica buru-buru masuk WC, membuat Rini semakin kesal. “Besok suruh bapak kos bikin WC dua di kamar ini!” dengus Rini.
Rini melangkahkan kakinya ketempat tidur. Niatnya untuk berangkat kampus seketika buyar. Gadis itu lebih memilih meliburkan diri karna rasa kesalnya. Rini meraih smartphonenya.
Sedang asik berselancar di timeline facebook-nya, Rini tak sengaja meng-klik tautan tentang penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK). Awalnya gadis itu ingin segera mengklik tombol close, tapi entah kenapa ia malah mulai membacanya.
“Sakit Rin,” Ica keluar dari WC dengan tampang kusut. “Pas aku buang air kecil serasa sakit, Rin,” ujar Ica lagi. Rini menatap Ica. Sedongkol apapun gadis berkulit putih itu kepada Ica, tetap baginya, Ica itu sahabat terbaiknya.
“Ca, baca deh ini. Kok kayanya sama ciri-cirinya dengan apa yang sedang kamu rasain.” Rini menyodorkan smartphonenya, tapi Ica hanya menatap sekilas, lalu kemudian merebahkan dirinya keatas tempat tidur seakan tak tertarik dengan apa yang diucapkan Rini.
Rini mendelik kesal. “Terserah deh!”

*@@@*
“Oo nggak papa itu ya. Bun? Cuma takut aja, soalnya udah semingguan kaya gini,” Ica berujar ditelpon. Wanita di ujung telpon sanapun menghibur Ica bahwa tak terjadi apa-apa dengan tubuh gadis itu. “Oke-oke bun. I love you too. Waa’laikumsalam,” Ica menutup telpon, lalu kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Baru saja memang dirinya menghubungi bundanya. Tentu saja Ica khawatir dengan apa yang sedang ia alami. Mungkin ini pertama kalinya bagi Ica ngerasain yang namanya bolak-balik ke kamar mandi untuk pipis, padahal ia jarang minum. Dan yang bikin gadis itu kembali khawatir adalah volume air pipisnya yang sedikit plus rasa sakit.
All is well. Ica berucap di dalam hati, bersamaan dengan itu, Rini masuk ke kamar dengan tentengan di tangannya. “Habis dari mana?” tanya Ica basa-basi.
“Nih beli somay, lagi kepengen banget. Mau nggak?” Rini menuangkan somay yang dibelinya ke atas piring. Ica menggeleng pelan. “Tadi aku nelpon bunda. Aku cerita soal aku yang sering banget keluar WC. Kata bunda nggak apa-apa itu,” Ica malah bercerita.
Rini menyuapkan sepotong somay ke dalam mulutnya. “Mending periksa deh, soalnya ciri-ciri yang kamu alami itu kaya ciri-ciri penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK).”
Mendengar penuturan Rini, Ica seketika terduduk dari posisi tidurnya. Tatapan mata Ica langsung terfokus pada Rini. “Seriusan ih!”
“Iya loh. Aku baca di artikel kemaren. Kan kemaren udah aku tunjukin artikelnya, kamunya aja yang nggak mau baca.”
“Jadi kemaren itu kamu mau ngelihatin artikel itu? Ih kok nggak langsung bilang sih?” Ica berujar kesal, lalu kemudian meraih smartphonenya. Rini hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. “Search aja dengan judul ‘Anyang-anyanga’,”
“Gejala awal infeksi saluran kemih adalah mengalami anyang-anyangan. Sedangkan gejala awal anyang-anyangan adalah: Hasrat berlebihan untuk buang air kecil. Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit. Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita. Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus. Rasa perih ketika buang air kecil. Merasa lelah dan kurang sehat. Demam.” Mata Ica tertuju pada layar smartphone-nya sambil membacakan informasi yang baru didapatnya.
“Tuh kan ciri-cirinya hampir sama dengan apa yang kamu rasain.”
“Iya Rin. Duh gimana ini? Aku takut jadinya,” kata Ica. Rini meneguk air putihnya, lalu kemudian berujar, “Kapan sempat? Entar aku temenin ke dokter.”
“Enggak Rin. Aku gak mau ke dokter. Aku takut!”
“Terus gimana?” tanya Rini sedikit frustasi. Ica menggeleng pasrah. Ada binar ketakutan di pancaran mata Ica. “Ya udah coba searching di google cara mengatasi anyang-anyangan secara alami. Atau cari obat herbal terkait anyang-anyangan.”
Ica mengangguk, lalu kemudian kembali berfokus menatap layar laptopnya. “Rin, Infeksi saluran kemih terjadi jika bakteri menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Infeksi saluran kemih bawah merupakan infeksi yan terjadi pada uretra dan kandung kemih. Beberapa gejalanya yakni rasa selalu ingin buang air kecil. Nyeri atau perih saat buang air kecil. Warna urin yang keruh, Bau urin yang menyengat.” Ica menghembuskan nafas, lalu kembali melanjutkan bacaannya.
        “Kedua, Infeksi saluran kemih atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejalanya yakni nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.”
        Rini menatap Ica, lalu duduk disamping gadis itu setelah meletakkan piring somaynya ke WC. “Penyebab anyang-anyangan sebagai gelaja awal infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli, Chlamydia, alergi, kurang menjaga kebersihan, struktur organ intim yang tidak normal, gangguang prostat, diabetes, dehidrasi, kehamilan, alat KB, menopause, batu ginjal, dan sering menahan berkemih. Jika tidak segera ditangani, anyang-anyangan dapat membawa resiko seperti kerusakan ginjal akibat infeksi ginjal akut atau kronis, terutama pada anak-anak.”
        “Ih tuh kan Rin serem! Aku nggak mau baca lagi lah!” Ica meletakkan smartphonenya, lalu merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. “Pasti ada obatnya Ca! Setiap penyakit pasti ada obatnya.” Rini menenangkan.
        “Aku takut, Rin. Aku mau tidur aja dulu, berharap ini semua hanya mimpi.” Ica memeluk bantal gulingnya sembari memejamkan mata, padahal sebenarnya gadis itu sama sekali tak bisa terlelap. Kamu pasti kuat Ca. kamu pasti kuat. Rini membatin.
*@@@*
        “Kenapa sendu gitu?” Dilan menatap Ica. Suasana kelas tengah ribut, pasalnya dosen bersangkutan tidak dapat hadir. Ica menggeleng pelan dengan tatapan tak bersemangat.
        “Kantin yuk? Aku traktir!” Dilan kembali menawarkan opsi dan lagi-lagi Ica menjawab dengan gelengan. “Kenapa sih?” tanya Dilan dengan gayanya yang seakan memaksa Ica untuk bercerita.
        “Kayanya aku kena Infeksi Saluran Kemih,” jawab Ica sekenanya. Dilan menatap Ica tanpa rasa kaget. “Kemaren kakak sepupu aku pas lagi hamil juga kena itu, trus disarankan dokternya buat minum Uri-cran.”
        “Oh ya? Terus?” Ica mulai memandang Dilan dengan tatapan tertarik.
        “Coba aja minum Uri-cran, ibu hamil aja dibolehin minum itu, apalagi kamu yang nggak hamil. Uri-cran berisi ekstrak buah Cranberry yang dapat mengatasi anyang-anyangan. Cranberry (Vaccinium oxycoccos) adalah tanaman jenis berry yang termasuk tanaman semak atau tanaman yang biasanya tumbuh liar. Buah ini memiliki kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu kaya serat makanan, mineral dan flavonoid, dan quercetin, sianidin, peonidin, dan quercetin dan memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol sehingga buah Cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung,” jelas Dilan panjang lebar.
        Ica tersenyum sumbringah, lalu mengangguk-angguk mendengar penjelasan Dilan. “Prive Uri-cran terdiri dari dua varian. Pertama, Prive Uri-cran dalam bentuk kapsul mengandung 250 mg Ekstrak cranberry dalam setiap kapsulnya. Bisa dikonsumsi 1-2 kapsul sehari. Dan varian yang kedua, Prive uri-cran plus dalam bentuk sachet yang diseduh dengan air. Mengandung 375 mg ekstrak cranberry plus probiotik dan Vit C. tiap boxnya terdiri dari 15 sachet yang dosis pemakainnya 1-2 sachet setiap hari. Berkat ekstrak cranberry-nya, bakteri E.coli tidak bisa menempel lagi ke saluran kandung kemih dan mencegah terjadinya saluran kemih berulang.” Dilan kembali menjelaskan.





        “Nanti aku cari Uri-cran. Thanks banget Dilan! I love you,” kata Ica sambil buru-buru meraih tasnya. Gadis itu ingin segera pulang dan meminta Rini menemaninya untuk membeli Uri-cran. “Hah?”
        “Maksudnya, aku cinta kamu sebagai sahabat!” Ica buru-buru meralat kalimatnya, kemudian tersenyum dan berlalu pergi. Padahal aku cinta kamu lebih dari sahabat. Dilan membatin. ~

"Tulisan ini diikutkan dalam lomba blog Uri-cran"

Baca Artikel Populer Lainnya

6 komentar:

  1. Waaah, asik ya punya teman yang pada peduli gitu, hihii

    BalasHapus
  2. Wah, aku kayanknya perlu stok ini ya, biar badan segar dan bebas anyang-anyangan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo stok mbak, biar badan fit. aku juga pengen ngestok :D

      Hapus
  3. Paling sebel memang yaaa kalau kena anyang-anyangaaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebel banget pasti mbak, kerjanya bolak balik wc mulu hehe

      Hapus