Workshop Perfilman Region II #3

20.18 Muthi Haura 8 Comments



Hai Assalamua’alikum. Gimana kabarnya? Gimana target-target di tahun 2017-nya? Apakah sudah banyak yang terwujud? Atau masih dalam proses diperjuangkan? Sama, aku juga gitu. Ada beberapa yang Alhamdulillah sudah terwujud dan ada juga yang masih diperjuangkan.

Terlepas dari semua itu, untuk tahun 2017 ini, aku pengen banyak-banyak ngucapin syukur pada Allah. Aku minta ini, Allah kasih lebih, Subhanallah ;’) Aku semakin percaya bahwa Allah ngasih apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Dan usaha tak kan pernah mengkhianati hasil. Apa yang kamu beri, itu yang akan kamu dapatkan.

Siang tadi, aku tiba-tiba di mention kak khhrnisa. Ternyata aku menang giveawaynya dan dapetin dua lipstick seharga masing-masingnya 196 ribu. Padahal baru tadi pagi aku niatan pengen beli lipstick baru, eh ternyata langsung dikasih sama Allah. Lipstick mahal pula tuh, dua pula tuh ;’)


Jangan heran kalau akhir-akhir ini aku lagi suka ngumpulin barang-barang ‘cewek’ entah itu skincare atau make up, untuk belajar. Hey, umurku sudah 22 ya, nggak ada salahnya kan buat care dengan diri sendiri? Oke deh, kayanya kepanjangan intro. Langsung saja kelanjutan cerita workshop perfilman. Check this out:


Senin, 24 Juli 2017
Hari ini adalah hari terakhir masuk kelas. Berarti hari terakhir juga untuk nyelesain tugas scenario. Jadi sistem di workshop ini, saat dikelas itu materi dan diluar kelas untuk ngerjain tugas. Tugasnya bajibun. Yang paling kasihan ya anak kelas sutradara dan sinematografi, mereka disuruh buat film dalam kurun waktu kurang lebih tiga hari. Film-film ini bakal ditampilin pas dimalam penutupan.

Yang bikin senangnya, hari ini Cuma sampai siang waktu nyelesain materinya. Setelah jam 12, kami free alias terserah mau kemana aja. Tapi, kami minta tambahan waktu belajar sama pemateri yang baru datang, mas Aby. Sekedar tau aja, mas Aby ini adalah penulis naskah ‘Merry Riana, mimpi sejuta dollar’.

with mas Aby


Senang banget di workshop ini aku bisa ketemu dan nyerap ilmu langsung dari pemateri-pemateri luar biasa. Mas Pidi, mas Aby, pak Slamet Raharjo, mas Damas, dan pemateri-pemateri luar biasa lainnya. Aku berasa beruntung dikasih kesempatan bertemu mereka. 

Jam 14, setelah belajar dengan mas Aby. Aku bareng Shinzi pergi jalan. Tujuan utamanya Istana Maimun. Sebenarnya yang akan ikut itu banyak, tapi endingnya mereka pada niat beli oleh-oleh dan nggak gabung kami. Seneng bisa muter-muter bareng Shinzi. Kalau aku nilai, Shinzi type yang suka jalan-jalan dan ngecoba hal baru. Dia juga type yang suka jalan-jalan dengan kaki alias gak pakai kendaraan. 

istana Maimun tampak samping


Untuk cerita tentang Istana Maimunnya, entar aku buat postingan berbeda aja. Setelah puas ngelilingi istana, kami mengunjungi masjid Al Mashun. Masjidnya indah banget. Besar dan terawat. Kalau di masjid biasa, halamannya cuma hamparan tanah, kalau di masjid ini hamparannya keramik. Indah banget Ya Allah.

Fabiayyialairabbikumatukadziban. Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan? Malamnya setelah makan waktunya penutupan. Gak nyangka banget enam hari sudah terlewati bareng mereka. Rasanya sedih banget harus pisah. Rasanya masih pengen nimba banyak ilmu dari orang-orang luar biasa seperti mereka. 


Barang-barang gratis dari workshop


Ada satu hal yang bikin aku agak nyesek disini. Ya, aku ketemu seseorang yang tersangkut dengan masa laluku. Ah aku tak ingin membahasnya. Biarlah, itu hanya kenangan delapan tahun lalu.

Jadi keingat juga pesan-pesan yang disampaikan pemateri. Mas Pidi nasihatin kami untuk terus ngembangin diri. Cara ngembangin diri bisa lewat menonton banyak film, membaca banyak buku, mengunjungi banyak tempat, melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan, dan lihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Teruslah memperkaya diri dan menghabiskan jatah gagal semuda mungkin.

Duh mas, nasehatnya. Siap laksanakan! Kalau katanya mas Aby, nulis itu harus segenap hati. Nikmati proses, karna proses menulis itu ya menulis dan menulis. Kalau tulisan kamu dijelekin orang, ya biarin aja dan akui kalau tulisan itu memang jelek, terus setelah itu, berusahalah untuk memperbaikinya. Keep on writing! Mengikuti workshop ini bukan berarti kamu sudah hebat, bukan berarti akhir dari segalanya, tapi awal dari sesuatu yang baru.

Dan kata-kata yang paling kena banget dari pak Slamet Raharjo adalah buktikan bahwa kamu itu mutiara. Karna mutiara akan selalu tetap menjadi mutiara.

Selasa, 25 Juli 2017
Hari ini balik ke Pekanbaru. Ninggalin Medan. Ninggalin semua kenangan disini. Entah kapan bakal bisa kembali kesini. Suatu hari, pasti, Insha Allah. Medan punya cerita tentang aku dan mereka. Semoga suatu hari nanti, aku juga bakal menginjak tempat selain Medan.

Jam 4 malam, kami udah otw dari bandara, soalnya jam 7 keberangkatan pesawatnya. Nyampai bandara Kuala Namu, ternyata hape Umi hilang. Kasihan ngelihat Umi, kemaren pas awal datang ke Medan, koper dia nyasar ke Yogya. Pas pulang malah hape dia yang hilang.

Terlepas dari semua itu, aku berterimakasih banget buat Allah atas kesempatan luar biasanya. Makasih buat aba yang udah selalu ngedukung pilihan anak-anaknya. Makasih buat para panitia, pemateri, penanggung jawab, dan teman-teman di Workshop Perfilman Reginal II ini. Makasih banget. Aku belajar banyak dari mereka. Semoga bisa ketemu lagi di Workshop Perfilman Tingkat Lanjut.

Iya, jadi bakal ada workshop lanjutan, tapi tentu saja dipilih juga orangnya. Makanya jangan nyia-nyiakan kesempatan untuk terus belajar dan berkarya Mut! Jadi makin semangat untuk bisa ngasilin film. Semoga saja! Sekali lagi trimakasih. Selain dapat ilmu dan networking, kami para peserta juga dikasih tas, tempat minum, baju, uang saku. Kalau katanya kak Zahra, uang sakunya cukup buat shopping di Bali haha :D

Oke mungkin segini dulu. Pesan dari aku buat diri aku sendiri, jangan pernah menyerah untuk gapai impian. Sesulit apapun impian itu, pasti ada jalan untuk mewujudkannya. Lakukan aja sebaik dan semaksimal yang di bisa untuk meraih impian itu. Jangan pernah nyerah. Allah nggak akan ngubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mengubah dirinya sendiri.

Salam sayang, @muthihaura1
Senin, 31 Juli 2017. 20.29 WIB.
 

Baca Artikel Populer Lainnya

8 komentar:

  1. baru keingetan kalo sha ga punya target tahun ini. hehe ngejalanin nya santai aja :)

    wuaa, hadiahnya banyak bangeet :)

    BalasHapus
  2. seneng ya bisa dapat iilmu yg bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah iya mbak hehe. Pengen lagi :D

      Hapus
  3. Teruslah memperkaya diri dan menghabiskan jatah gagal semuda mungkin.

    Setuju bangeet mbak

    BalasHapus
  4. Senangnya ya apa pun pilihan anak2, ayah selalu mendukung. Semangat menyala terus membara ya mbak biar bisa bikin film hehe

    BalasHapus