Balada Mahasiswa Semester Akhir

19.07 Muthi Haura 6 Comments



Kampus tidak sama seperti dulu lagi. Fdk tak sama seperti dulu lagi. Bangunannya memang masih sama, walau ada sedikit perubahan, tapi orang-orangnya yang berbeda. Kenangannya yang berbeda. Dulu, kalau ada jadwal kuliah, nyampai kampus langsung say hello ke teman-teman yang duduk-duduk di lobby. Atau sekedar ngumbar senyum.

Kini jangan harap. Kenal dengan muka mereka pun nggak. Ya, orang-orang baru. Baru menyadari bahwa masa untuk berlama-lama dikampus sambil tertawa-tawa menunggu dosen itu telah habis. Masa dimana masih bisa cekikan gunjingin dosen-gebetan-teman itu udah usai. Masa dimana bertumpuknya makalah itu udah selesai. 
source: google


Semuanya sudah terlewati. Ternyata empat tahun itu nggak kerasa ya. Dulu masih terekam jelas dalam ingatan saat masih menjadi maba. Saat disuruh ngerangkak direrumputan, guling-guling di tanah, wajah di olesin kotoran. Ya, saat masih ospek. Saat masih polos-polosnya tentang dunia kampus. Saat masih meraba akan dibawa kemana ‘cerita’ kuliah ini.

Lalu part demi part terlewati. Ikutan berbagai organisasi, hingga sampai kini Cuma satu yang masih stay. Ketemu sahabat-sahabat baru, ketawa-ketawa cekikikan, hingga akhirnya ada beberapa yang memilih ‘pergi’ dan ada beberapa yang tetap memilih tinggal. Kemudian merasakan yang namanya part KKN. 


Baca juga: KKN


Tinggal dengan orang-orang yang baru dikenal ditempat yang juga baru selama 53 hari. Merasakan berbagai pengalaman baru, hingga beranggapan kalau KKN itu kuliah yang sebenar-benarnya kuliah. Selesai KKN dilanjut part magang. Ah dulu awalnya mikir semua itu sangat memberatkan, tapi ternyata setelah dijalani satu persatu beban itu hilang. Kini tengah memasuki fase part ‘skripsi’.

Satu persatu teman-teman sudah mulai wisuda. Meninggalkan aku. Meninggalkan bangku kuliah untuk kehidupan yang lebih baik dan menjanjikan. Kalaupun ketemu dengan teman-teman seangkatan, yang dibahas bukan soal gebetan lagi, karna ada hal yang lebih penting yang dibahas. Yang diceritain juga bukan lagi perkara ‘aku suka dia, dia suka aku’, tapi lebih dari itu.

Kalau ngumpul yang dibicarain itu seputar, setelah lulus mau ngapain? Planning setelah lulus apa? Udah ada planning buat nikah? Kapan nikah? Kapan si dia ngelamar? Mau kerja dimana? Si A udah punya anak loh. Si B lagi hamil. Kriteria suami idaman kamu seperti apa? Dan bla bla bla lainnya.

Pembahasan-pembahasan seperti itu membuat aku merasa sedih. Merasa baper. Merasa tua. Ah, memang masanya untuk bersenang-senang sebagai mahasiswa itu sudah habis. Masa nyantai-nyantai itu udah usai. Setiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya. Ya, itu hukum alam yang tak kan pernah bisa dirubah.

Setiap apa yang kita ceritakan dulu. Setiap apa yang terjadi di sudut kampus. semua itu akan menjadi kenangan. Semua itu akan ‘hilang’, tapi tetap akan terekam di memori. Dan kini aku masih terduduk lesu. Menimbang dengan gelisah setiap pertanyaan ‘Setelah lulus mau ngapain, Mut?’

Mungkin hal ini juga yang dirasain teman-teman lain. Galau perkara masa depan yang masih remang-remang. Selesai kuliah aku mau ngapain? Aku pengen apa? Aku mau buat apa? Nikah? S2? Hampir semua teman-teman yang aku tanyai, S2 ada dalam planning mereka, tapi entah kenapa nggak begitu dengan aku.

Jujur saja, aku nggak berminat S2. Aku nggak berminat ngelanjutin sampai tahan atas. Itu sekarang, entah kalau nanti aku berubah pikiran. Teman-teman aku juga banyak yang daftar cap PNS, lah aku? Aku mau apa? Maunya gimana?

Baiklah, coba kujabarkan sedikit disini tentang target seusai kuliahku. Yang pasti, ini masih coretan kasar, karna sebaik apapun aku membuat target, tetap rencana Allah yang lebih indah.

Seusai kuliah aku ingin fokus nulis. Kalau bisa tiap tiga bulan sekali aku nyelesain naskah buku. Sembari juga mulai ngebangun konsep bisnis. Kali-kali aja dari bisa buka bisnis. Kalau untuk bisnis dari dulu pengen banget buka counter pulsa atau bangun kos-kosan yang dekat dengan kampus.

Selain itu, aku juga pengen nyeriusin blog. Ngisi blog dengan konten-konten yang aku suka seperti travelling, staycation di hotel, kulineran, beauty, dan hal-hal lainnya. Pengennya sih semua itu di sponsorin, tapi kalau belum ada sponsor, berarti memang harus ngorbanin uang sendiri terlebih dahulu. Intinya butuh uang dan intinya lagi semua itu dimulai dari sekarang, karna mengoptimalkan blog agar menghasilkan itu bukan dalam sehari dua hari, sebulan dua bulan, tapi lebih dari waktu tersebut.

Sambil nulis, ngoptimalkan blog, dan ngebangun bisnis juga, aku bakal ikutan kelas-kelas parenting, ikut pengajian, ikut kelas memasak. Semua itu buat apa? Buat belajar menjadi seorang ibu yang baik. Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya, kalau ilmu agamaku masih dangkal, lantas apa yang aku ajarkan pada anak-anakku nantinya. Kalau aku nggak ngerti perihal ASI-MPASI dan sebagainya, bagaimana aku merawat anak-anakku nantinya?

Ya, aku bakal ikutan kelas-kelas seperti itu untuk terus memperbaiki diri. Soal perkara jodoh, biar Allah saja yang mengatur. Allah mau ngasih cepat atau lambat, itu tergantung Allah. Yang penting persiapkan diri aja terlebih dahulu, karna menjadi istri dan seorang ibu itu nggak ada sekolahnya.


Selain itu, selepas kuliah nanti kayanya aku masih sebagai litbang di Gagasan. Aku masih pengen ngajarin adik-adik Gagasan terlebih dahulu. Aku lahir, tumbuh, dan besar di Gagasan, haruskah aku melupakannya begitu saja?

Ya, itu sedikit gambaran masa depan yang aku inginkan. Masih remang-remang memang, tapi setidaknya konsepnya sudah sedikit terlihat. Sekali lagi ini Cuma gambaran kotor, bukan sebuah kepastian untuk masa depanku. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan.

Yang pasti, mulai dari saat ini mulailah lagi, Mut. Janggan menunggu nunggu nunggu, waktu tidak akan pernah menunggu. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau nggak dari sekarang, lalu mulai dari kapan? Nggak ada waktu yang bisa di sia-siakan lagi. Saatnya bergerak, Mut. Fight! Bismillah.

Oke mungkin segini dulu curhatan hati mahasiswa semester akhir. Aku rasa bukan aku saja yang mengalami kegalaun seperti ini, tapi juga teman-teman lainnya. Selamat melanjutkan mimpi guys. See you on the top! Salam sayang, @muthihaura1
Senin, 18 September 2017. 22.45 WIB.
 

Baca Artikel Populer Lainnya

6 komentar:

  1. Tetap semangat ya mba Muthia. Semoga bisa melewati kegelisahan ala mahasiswa semeter akhir ini. Dan pasti dtemukan apa yang diinginkan. Amin

    BalasHapus
  2. Hai! Wah, aku juga sedang di fase ini nih! Suka banget sama kalimat ini"...karna sebaik apapun aku membuat target, tetap rencana Allah yang lebih indah." Selepas ini aku juga pengen (lebih serius) nulis. Ah ya, soal mempersiapkan diri jadi ibu itu oke juga, modal bangetlah menurutku. Karena keluarga kan madrasah pertama, apalagi ibu. Insyaallah. Setuju, yang terpenting dari semua adalah "terus memperbaiki diri". Semoga kita menjadi orang yang beruntung. Aamiin. Walau masih remang-remang, yang penting udah ada tujuannya kan?

    "Yang pasti, mulai dari saat ini mulailah lagi, Mut. Janggan menunggu nunggu nunggu, waktu tidak akan pernah menunggu. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau nggak dari sekarang, lalu mulai dari kapan? Nggak ada waktu yang bisa di sia-siakan lagi. Saatnya bergerak, Mut. Fight! Bismillah." Ini aku suka juga.

    Salam dari mahasiswa tahun akhir, Nadella :D
    See you in Top!

    BalasHapus
  3. Eh sama nih dgn perasaanku yg belakangan lulusnya. Makin ga betah di kampus karena makin dikit org yg kukenal. Sepertinya itu memang salah satu dorongan utk segera menyelesaikan studi ya. Semangat!

    BalasHapus
  4. semangaaat, semoga segalanya lancar sampai wisuda yaa :)

    BalasHapus
  5. Aku tahu gimana rasanya :') Masih berstatus mahasiswa semester akhir juga.

    BalasHapus
  6. Kurang lebih sama rasanya hihi semangat dan sukses yaaa

    BalasHapus