Facial Foam Garnier

19.53 Muthi Haura 4 Comments



Beberapa bulan terakhir ini aku makin jatuh cinta dengan segala hal yang berhubungan dengan dunia perempuan, salah satunya perihal skincare dan make up. Telat memang, disaat teman-teman seusiaku udah tau bagaimana mengoles ini itu di wajah, aku baru memulai untuk belajar. Nggak papa telat kan, dari pada tidak sama sekaili.

Ya, aku mulai mencintai skincare dan make up. Dibanding kedua itu, aku sangat mencintai skincare. Sebenarnya udah lama belajar tentang skincare lewat blog dan vlog para beauty blogger, tapi baru serius gunainnya itu akhir-akhir ini. Itupun karna sebuah tragedi dimana saat itu lelaki yang aku sayang, mengatakan sesuatu yang bikin hati aku sakit.





Perempuan mana sih yang suka dibanding-bandingkan dengan perempuan lainnya iya kan? Perempuan mana sih yang kuat saat ngerasa nggak dihargai hanya karna bisa dibilang tidak cantik? Perempuan mana sih yang nggak sakit hati saat perasaannya dilukai oleh orang yang ia sayang? Sejak saat dia bilang hal itu, aku bertekad untuk melupakannya apapun caranya. Aku juga bertekad belajar merawat diri.

Baca juga: cantik itu….?


Nggak ada salahnya kan mulai belajar merawat diri. Nggak harus nunggu jadi cantik dulu untuk care sama diri sendiri. Bagi aku sekarang, saat kamu ngerawat diri kamu, berarti kamu ngehargai apa yang Tuhan beri kekamu. Berarti kamu mensyukuri apa yang dikasih Tuhan.
 
Kali ini aku pengen sharing facial foam yang udah setahunan lebih aku pakai. Entah kenapa rasanya udah pas dan malas buat gonta-ganti lagi. Malas nyari yang baru lagi. Malas memulai sebuah kenyamanan lagi. Intinya, aku masih pakai facial foam ini dan udah repuchse sekitara lima kalian. Iya serius!

 

Facial foam ini dari garnier dengan warna luarannya kuning. Ngelihatnya seger. Entah kenapa waktu itu tertarik banget pengen nyoba dan ternyata cocok. Dulu mah aku pakai wardah, trus sekarang berpindah ke garnier karna harganya pun jauh lebih murah.

Baca juga: facial foamwardah


Facial foam ini aku pakai dua kali sehari, yakni saat mandi pagi dan malam sebelum tidur. Itu pun sebelum tidur ada teknik pembersihan yang ampuh yang aku pelajari dari para beauty-beauty blogger dan vlogger. Teknik ini skemanya gini ‘bersihin wajah terlebih dahulu pakai susu pembersih, bilas dengan air lalu pakai garnier, setelah itu toner, baru deh pakai pelembab malam’. Yang aku tau sih kaya gitu skemanya dan aku pun baru ngikutin skema itu udah hampir beberapa bulan terakhir ini pasca kejadian aku si ‘dia’ ngatain aku.

Hasilnya gimana? Sejauh ini lumayan. Wajah lebih segeran ketimbang dulu. Lebih lembut juga. Nah, kembali ke garnier ini. Facial foam garnier ini tutupnya flitplop. Aku selalu suka beli yang ukuran 50 ml, karna kalau lagi pergi-pergi dan diharuskan nginap, bawanya gampang. pernah sih pas KKN aku nyetok yang lebih dari 50 ml dan memang habis. Kadang juga dimintain sama teman-teman KKN.
 
Garnier tampak depan
Garnier tampak belakang

 
Sejauh ini dimata aku, garnier ini nggak ada minus. Cuma tiga hari terakhir ini sejak makai wajah jadi agak berminyak di bagian T, kening hidung mulut. Bagian T aku memang berminyak sih, sedangkan bagian lainnya normal. Dibagian belakangnya tertulis bahwa foam ini lembut dan mudah dibilas dengan kekuatan sari lemon yang membersihkan secara menyeluruh untuk wajah tampak cerah.

Aku juga pengen ngebahas tentang ingredientsnya satu-satu. Aku baca dari google ya dan kalau ada salah silahkan dikomentari. Ingredientsnya terdiri dari aqua/water, glycerin, myristicacid, palmiticacid, stearicacid, potassium hydroxide, lauric acid, glyceril distearate, glyceril stearate, kaolin, benzyl saliylate, citrus medica limonum extract/lemon fruit extract, limonene, linalool, methylisothiazolinone, peg-14m, tetrasodium, edta, parfume/fragrance.

Aku jabarkan deh fungsi-fungsi dari ingredients diatas. Ini dari hasil searching google ya, kalau ada yang salah, bisa di koreksi. Aqua/water biasanya terdapat diproduk berbentuk cair seperti sampo, body foam, facial cleanser. Glycerin dapat membantu untuk menyegel kelembaban. Myristicacid banyak berperan penting saat membersihkan wajah, serta efektif menyerap minyak berlebih dan kotoran di kulit. Tapi perhatikan juga kadar pemakainnya agar tidak menimbulkan kekeringan pada kulit.

Untuk penjabarannya itu saja dulu. Ternyata ingredientsnya banyak juga ya. Gimana teman-teman, berniat untuk ngecoba nggak? Kalau aku sih tetap bakal ngestok, tapi juga pengen nyoba facial foam merek lain. Kali-kali aja ada yang lebih cocok dan memuaskan, iya kan?

Mungkin segini dulu review dari aku. Jika ada salah, silahkan koreksi. Apa yang cocok di aku, belum tentu cocok di kamu. Karna perihal skincare itu masalah cocok-cocokan. Salam pribadi cantik, @muthihaura1.
Kamis, 21 September 2017. 01.32 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. eh aku baca ini jadi keinget nanda arsyinta deh. hihi. tapi seneng liat muthi jadi care sama urusan perempuan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa itu Nanda Arsyinta kak? haha maaf aku kudet. =))

      Hapus
  2. Wah, aku malah baru nih pakai Garnier facial foam. Baru nyoba, enak sih ke muka, tapi pas pertama2 kaya agak aneh gitu ditangan kerasanya hehe. Kayanya efek karena sebelumnya aku pake oil cleansing deh. Btw, aku juga masih nyari2 skincare yg cocok nih, susah yaaah, harus dicobain satu2 :s

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbak. perjuangan ya mbak nyari skincare yang cocok hehe

      Hapus