Diklat Gagasan 2017

8:27 PM Muthi Haura 4 Comments



Assalamua’laikum, gimana kabarnya? Semingguan ini lagi hectic banget, apalagi mendekati hari H diklat Gagasan. Sibuk ngurus ini itu. Emosi juga kalau lagi capek-capeknya agak susah ke handle. Ya, namanya juga manusia, ada positif negatifnya.

Baca juga: Alasanmasuk LPM


Di postingan kali ini, aku pengen cerita tentang pengalaman diklat dasar jurnalistik di Gagasan. Ini diklat terakhir Insya Allah aku berkecimpung sebagai panitia. Tahun depan udah nggak bisa gabung sebagai panitia lagi. Tahun depan Insha Allah nggak di Gagasan lagi. 


Sedih harus ninggalin Gagasan. Sedih harus ninggalin mereka. Sedih harus pisah dari sekre. Sedih banget. sebenranya masih bisa gabung di Gagasan sih, apalagi tahun depan aku masih dipercayakan sebagai litbang, tapi rasanya nggak akan sama saat aku masih jadi pengurus. Rasanya beda. :’) Entah kenapa belum ingin ninggalin Gagasan. Masih pengen disini. Masih ingin lihat mereka berkembang di Gagasan. Masih pengen majuin Gagasan.



Life must be go on. Hidup akan terus berlanjut. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Dan masaku di Gagasan sudah hampir habis. Masih banyak hal-hal luar biasa diluar sana yang menanti. Sedih? Pasti, banget malah. Aku cinta Gagasan, aku sayang mereka. Aku marah karna aku sayang. Aku kerasin mereka untuk liputan dan lain sebagainya bukan buat aku, bukan buat Gagasan, tapi buat diri mereka sendiri. Buat meraka agar mereka bisa ‘kebentuk’ dengan bagus.

Ah intinya aku sedih. Nah, di tanggal 13-15 Oktober lalu Gagasan ngadain diklat. Aku pengen nyeritain hari perharinya. Langsung saja, check this out:

13 Oktober 2017
Hari ini acara pembukaan dimulai jam 7 pagi di teater Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Aku diminta stay cepat karna aku bakal duduk didepan bareng Pimum, WR III, dan Ketua Panitia. Sebenarnya malu juga sih buat duduk didepan gitu, soalnya yang lain pada ngasih kata sambutan, sedangkan aku Cuma nompang duduk doang. Tapi nggak apalah, sesekali.

Baca juga: DilatGagasan 2015


Malamnya si Adrial jatuh di wc cewek setelah dia masangin lampu. Aku ngelihatnya nggak tega. Dia kesakitan gitu. Saking kesakitannya dia ngeremes pergelangan tangan aku, nggak tau dia pergelangan aku juga jadi kesakitan -_- Dia juga minta pijitin kepala, ya udah aku pijitin. Kasihan lihatnya.

14 Oktober 2017
Hari ini liputan ke Kampung Bandar KP. Untuk tahun ini, aku lagi-lagi di amanahkan sebagai Pamong. Ini kali kedua aku sebagai pamong dan semoga juga jadi yang terakhir. Untuk cerita terkait kampung Bandarnya, entar aku bikin di post sendiri deh. Sekedar tahu aja, di Kampung Bandar ini, jarak antara satu bangunan dengan bangunan lainnya itu jauh dan kami harus nempuhnya dengan jalan kaki.

Capek banget, panas lagi, tapi cukup menyenangkan. Kebersamaan yang nggak akan bisa di ulang lagi. Dari kampung Bandar ini juga, mulai ngetren kalau photo gaya ala kak Muthi. Jadi setiap photo mereka akan bilang : “Gaya Kak Muthi lagi”. Semua ini bermula gara-gara Aqib yang ngomentari gaya photo aku dan Adrial yang itu-itu saja, alhasil jadilah ledekan itu.

Malamnya adik-adik Gagasan angkatan 2017 pada deadline sampai pagi. Sempat ada sedikit cekcok juga antar panitia masalah tidur, tapi Alhamdulillah masih bisa teratasi. Kalau aku boleh menilai, kepanitiaan tahun ini bisa dibilang minim cekcok. Dibilang kompak nggak juga, tapi mereka masing-masing pada sadar tugas. Andri selaku ketua panitia juga mau diarahin.

Aku pikir awalnya kepanitiaan tahun ini bakalan banyak bentroknya melihat diawal-awal kepanitiaan mereka sama sekali nggak kompak. Berkelompok-kelompok malah, tapi pas di kepanitiaan acara diklat ini, Alhamdulillah mereka bisa nyatu. Tetap kaya gini ya kalian. Sedih tau ngelihat kalian saling cekcok, dongkol-dongkolan, iri-irian gitu.

15 Oktober 2017
Hari terakhir diklat! Nggak kerasa ternyata tiga hari itu cepat banget berlalunya. Alhamdulillah semuanya lancar. Pas penutupan juga aku beberapa kali disuruh bagiin hadiah. Tahun depan nggak bakal ngerasai pengalaman kaya gini lagi :’(

Saat para panitia evaluasi, nggak terlalu banyak yang dongkol-dongkolan. Hanya sedikit masalah. Alhamdulillah. Semoga untuk kepanitiaan acara lainnya juga seperti ini.

Di akhir evaluasi, si Hanif nyuruh aku nangis. Katanya: “Kok kakak nggak nangis lagi? Biasanya kakak selalu nangis. Nangislah, kan ini perpisahan yang terakhir.”

Trus orang itu pada nyanyi ‘kemesraan ini, janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini bla bla bla’. Aku langsung berdiri ngambil tas dan ngabaikan mereka. Mata udah berkaca-kaca. Sedih ;’( Entah gimana rasanya bakal benar-benar pisah dengan Gagasan. Bakal benar-benar pisah dengan mereka. Yah, lagi-lagi, tiap masa ada orangnya, tiap orang ada masanya. 

Malamnya aku nebeng pulang sama Andri. Aku nasehatin dia sedikit, semoga dia mampu mengerti perkataan aku itu. Ah Gagasan ;’( Oke deh mungkin segini dulu. Salam sayang, @muthihaura1.
Senin, 16 Oktober 2017. 17.40 WIB. At sekre tercinta.

Nb : Photo menyusul

Baca Artikel Populer Lainnya

4 comments: