Tips Belajar Design Ala Rurohma

13.31 Muthi Haura 7 Comments



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Nggak kerasa banget udah akhir bulan November. Nggak kerasa banget sebentar lagi Desember. Nggak kerasa banget udah dipenghujung tahun 2017. Nggak kerasa banget ya ampun.

Memanglah ya waktu itu nggak kerasa banget cepat berlalunya. Di hari Sabtu dan Minggu kemaren aku ke nikahan temen. Satu persatu orang yang aku kenal sudah mulai melangsungkan pernikahan. Ternyata umur aku memang bukan umurnya buat main-main lagi. Bukan umurnya untuk mikir hal-hal yang nggak penting lagi.

Di penghujung tahun ini juga, aku lagi-lagi pengen ngucapin syukur atas apa yang Allah kasih di 2017 ini. Allah ngasih apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Jangan pernah nyalahin Allah atas takdir yang kamu lalui saat ini, tetaplah bersyukur. Kalimat-kalimat itu aku tujukan buat aku pribadi.


Dan yang aku sesalkan, beberapa hari terakhir ini, aku jadi teramat malas. Bawaannya pengen malas-malasan terus. Ayolah Mut bangkit! Duh, intro curhatnya kepanjangan banget ya -___- Oke deh, kali ini aku pengen share tips belajar design ala mbak Rohmah. Tapi sebelum ke tips-tipsnya, aku pengen ngenalin dulu nih salah satu temen blogger aku.

Nah jadi, aku punya seorang teman blogger asal Jember. Aku kenal dia udah hampir setahunan lebih. Kami kenal di Arisan Link Kelompok tiga. Salah satu hal yang aku syukuri dari menjadi seorang blogger adalah dapat kenal dengan sosok-sosok hebat termasuk mbak Rohmah ini.

Aku dengan mbak Rohmah seumuran. Yap, sama-sama kelahiran 1995, tapi aku memang biasa manggilnya dengan panggilan ‘mbak’. Mbak Rohma seorang lifestyle blogger di www.rurohma.com. Mbak Rohmah sering banget sharing-sharing hal bermanfaat di blognya, mulai dari seputar beauty, photography, design, lomba-lomba. 

mbak Rohmah


Tak jarang juga, lewat blog dan media sosial miliknya mendatangkan pundi-pundir rupiah. Tampilan blognya pun aku suka, simple tapi tetap elegan. Dari pertemanan kami di grub Arisan Link, aku menilai kalau sosok mbak Rohmah adalah sosok yang humble, ramah, dan supel. Ia sering banget bagi-bagi informasi seputar job. Makasih banget loh ya mbak.

Saat ini, mbak Rohma bekerja di CV Al-Maidah. Seminggu atau dua mingguan yang lalu, aku sempat mewawancarai mbak Rohma via whatsupp. Ini dia hasil wawancaranya, check this out:

salah satu design mbak Rohmah


1. Sejak kapan suka design grafis?
Sejak Kerja dari lulus Aliyah tahun 2013 pertengahan Mbak. Sebenarnya bukannya ‘Suka’ tapi ‘terpaksa’ harus bisa dan menggali untuk tahu tentang Design Grafis Mbak. Karena perlu untuk menunjang pekerjaan yang fokusnya di bidang buku dan diharuskan men-design layout juga isinya. Jadi, sejak awal bekerja di tempat saya sekarang, saya mulai belajar design, yang jujur saya sendiri tidak punya skill mendalam di dalamnya, hehee
 
2. Belajar design dr mana? Otodidakkah?
Belajar dari orang sekitar sih mbak. Awalnya saya hanya berbekal ilmu design yang masih bisa dibilang ‘no puthul’, ‘nol banget’ waktu belajar TIK materi Coreldraw di kelas 3 Aliyah. Bahkan saat itu gambar saya pun jelek sih. Namun, waktu di tempat kerja, saya banyak belajar dari rekan saya yang juga fokus di bidang design grafis. Lebih khususnya, dia mengajari fungsi tool yang dia tahu dan sering dia gunakan sekaligus menunjang saat bekerja buat buku. Sisanya berbekal imajinasi dan referensi mbak, baik dari kakak sendiri, buku, ataupun mencari di internet.

3. Lebih suka design di corel/photoshop/dimana?
Suka dua-duanya mbak. Tapi, most suka di Coreldraw mbak. Karena line art vector-nya lebih halus ketimbang bitmap yang ada di photoshop. Pixel  di Photoshop terlihat ‘kotak-kotak’, sedangkan di Coreldraw lebih halus. Meski demikian, saya dominan dan ‘harus’ pakai Coreldraw penuh untuk editing dan layout buku nya mbak. Sedangkan kalau ada yang bikin banner, brosur, dan semacamnya, saya prefer menggunakan kolaborasi antara keduanya.

4. Awal blajar design,  apa sih kendalanya?
Menggali imajinasi itu sulit mbak. Apalagi nggak bisa gambar. Itu kendala yang kurasakan bahkan sampai sekarang. Karena memang di pekerjaan saya, dituntut untuk bisa kreatif bikin ilustrasi untuk bukunya. Selain itu, saya hanya mempelajari dasar tentang coreldraw saja, itu pun hanya secuil, sisanya lebih banyak nanya ke rekan soal Coreldraw dan cara untuk bikin ini itu serta panduan dari buku dan internet juga, heheee.

5. Photo2 dipostingan blog,  itu designnya pakai aplikasi apa?
Macem-macem mbak. Aku sering pakai kolaborasi beberapa aplikasi untuk bikin salahsatu infografisnya. Apabila sudah ada stok gambarnya, nanti saya edit kecerahan atau pun lainnya di photoshop terlebih dahulu, kemudian, untuk tulisannya, kadang di Coreldraw, atau di Photoscape, nanti, setelah di export, baru saya edit ukurannya standar untuk blog di Microsoft Office Manager, kalau dulu sih, masih awal hapenya kuat untuk akses aplikasi gedhe, saya edit infografis dari Pics Art. Tapi, dari kemarin-kemarin, saya pakai kolaborasi software Adobe Photoshop, Coreldraw, Photoscape, dan Mirosoft Office Manager. Kalau untuk online, pernah pakai Canva.

6. Menurut mbk,  berguna gk sih keahlian design untuk perkembangan blog?
Banget mbak, karena menunjang sekali supaya pembaca pun juga betah stay di blog kita. Selain karena template blog bersih, liat infografis blog yang ditata dengan rapi, bersih, dan mungkin sesuai karakter si pemilik blog, bisa buat tulisan di blog kita lebih fresh  dan berwarna. Dan mungkin saja, bisa jadi sumber inspirasi atau referensi salahsatu pembaca untuk bisa bikin juga, serupa tapi tak sama. Mungkin demikian mbak. Nah, kalau pengalaman saya sendiri, jika seneng liat infografis di rumah blogger, setelah selesai, saya scroll lagi gambarnya, saya save, atau saya gambar sendiri di kertas, mungkin bisa buat referensi di lain waktu tapi dengan model yang tak sama, begitu mbak. hheee

7. Apa saja yg sudah dihasilkan lewat blog?
Alhamdulillah, pertama Ilmu, Teman, Saudara, Jalan-jalan, dan bonusnya itu penghasilan.

8. Suka photography juga? Alasannya?
Nggak tahu kenapa, saya gemes aja kalau ada salahsatu kondisi atau suasana tertentu di sekitar, tapi tidak diabadikan. Bukan hanya soal ada event atau kegiatan ya, bahkan hal remeh sekedar kucing tidur itu aja, saya selalu memandang jika objek itu tentu lebih indah kalau bisa difoto, dijepret dan sayang banget kalau dibaikan. Atau lihat sawah yang ijo, rumput teki pun, saya sangat ‘gemes’ banget kalau nggak difoto. Hahahaa… maklum, efek kamera depan hape saya masih kategori VGA, jadi, saya lebih memanfaatkan kamera belakang yang masih asli 5MP. Mungkin dari itulah awal saya suka banget “motion” ketimbang “dipotoin”, kecuali candid aja yang motion saya sih, hehee.

9. Belajar photography  dr mana? Pakai alat alat apa?
Awal mulanya ketika punya smartphone dari hasil ngeblog itu aja mbak. Dulu juga pernah pakai ponsel Nokia jadul buat moto-moto, tapi kualiasnya masih nggak sebagus yang sekarang. Terus, waktu ikut Kelas Inspirasi Jember, ketemu kakak fotografer yang kameranya kece, saya pinjam, dan mencoba explore fotografi ala saya, dari situlah timbul keinginan untuk bisa mempelajari ilmu fotografi. Meski sebelumnya saya sendiri sudah belajar foto makro dari salahsatu kakak mentor yang pernah menawarkan salahsatu kampus di Malang saat saya Aliyah kelas 3. Kemudian, ketemu fotografer asli di KI Jember, lalu dari situ saya fokosin untuk memperdalam ilmu fotografi sampai sekarang.

Masih pakai Smartphone Samsung Galaxy Grand Neo, mbak. Hhee, bisa di googling speknya di mbah Gugel, hhee. Kadang saya juga pinjam kamera pocket di tempat kerja juga buat moto-motin event gitu. Cuman, mayoritas saya pakai Smartphone aja, nanti saya edit lagi di Laptop gitu.

Nah ini dia tips-tips design ala mbak Rohmah.
1.   Banyak baca, dan lihat referensi design apapun. Internet pun juga terbuka.
2.   Inspirasi juga bisa hadir di sekitar kita, mungkin dari spanduk yang terpampang, buku yang terbuka, atau pun lainnya.
3.   Banyak belajar, dan berlatih, sekalipun belum punya passion
4.   Mau mencoba dan tidak takut salah atau jelek di mata orang lain
5.   Belajar, berlatih, cari referensi, lalu praktekkan
6.   Kembangkan sesuai imajinasi dan design versi kamu
7.   Jangan kotak-kotakkan imajinasimu

Nah gimana gimana? Tertarik buat belajar design? Yuk memulai! Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau kalian ingin lebih mengenal mbak Rohmah, bisa follow instagramnya di @rurohmadotcom. Kalau ingin ngepoin blog mbak Rohmah, linknya udah aku sebutin diatas ya.

Semangat belajar. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Rabu, 29 November 2017. 15.08 WIB


Baca Artikel Populer Lainnya

7 komentar:

  1. Aku pengin banget ih bisa desain grafis.. Tapi susah ga yaa huaaaa

    BalasHapus
  2. Wah... aku pingin banget bisa desain grafis..

    BalasHapus
  3. Aku juga penasaran di maa Rohmah belajar desain graphis. Pinter sih

    BalasHapus
  4. Aku gaptek disain grafis huhuhu

    BalasHapus
  5. mbaaaa Rohmah mau dong diajarin.. aku gaptek betul soal design grafis .#mudadanberkarya

    BalasHapus
  6. Rohma emang kereenn, gak pelit ilmu, humble orangnya. Anyway thanks tipsnya ya Rohma, Muti juga thanks udah rekap tips dari Rohma.

    Good luck utk Rohma dan Muti. Ayooo Mut, segera beresin skripsinya, semangaat yahh ;)

    BalasHapus
  7. salut deh sama orang yang bisa desain :)

    BalasHapus