Type-type Dosen Pembimbing

07.00 Muthi Haura 7 Comments



Haai Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya? Beberapa hari terakhir ini, aku lagi dirundung rasa malas yang sangat. Rasanya buat nulis itu malas aja, ini aja ngepaksain diri banget. kerjaan aku Cuma goleran ditempat tidur plus main hape. Ngerasa nggak produktif banget padahal job dan target nulis banyak -__-

Kayanya hampir disetiap postingan, aku ngeluhin keadaan aku malas, padahal udah bikin to do list perhari yang harus dikerjakan, tapi nggak juga. Kayanya, aku butuh ruang menulis yang nggak Cuma dikamar doang. Caffe barang kali? Atau taman? Aku emang punya mimpi nulis nggak Cuma dikamar, one day In syaa Allah ;)

Kali ini, aku pengen sharing type-type pembimbing berdasarkan yang aku lihat selama proses skripsi aku. Bagi yang belum tau, aku udah menyelesaikan part skripsi. Kalau boleh jujur, gelar S.I.Kom-nya emang bikin bangga, tapi yang sangat sangat sangat bikin bangga adalah proses yang telah aku jalani. Mulai dari ngerasain stress sampai nangis sedih. 


Pokoknya prosesnya ‘waw’ deh. Selain itu, aku juga dapat pembimbing skripsi dua sosok yang bisa dibilang ‘the most’ banget di FDK. Nggak ada yang nggak kenal bagaimana sistem kedua dosen tersebut. Saat teman-teman aku tau siapa dosen pembimbing aku, mereka ngucapin: “Ya ampun, kok bisa Mut?”, “Ngeri Mut, sabar sabar aja ya”, dan ucapan senada lainnya.



Oke deh langsung aja type-type dosen pembimbing, check this out:
Pertama, dosen pembimbing perfectionist. Dosen pembimbing pertama aku orangnya perfectionist. Pokoknya dari nomor halaman, EYD, sampai isi harus kudu perfect. Beliau juga ngebimbingnya Cuma boleh dua kali dalam seminggu dan yang dibimbingnya bertahap. Misal hari Senin ngebimbing konsep operasional, nah itu terus bakal dibimbingnya sampai sempurna.
 
dosen perfectinoist
source: google


Sebelum seminar aja kudu bimbingan minimal tujuh-delapan kali, sedangkan skripsi bimbingan sampai sebelas-tiga belas kali. Lama deh pokoknya. Trus juga, kadang pas waktu jam bimbingan dan dia lagi badmood, dia nggak bakal mau ngebimbing. Kalau kamu dapetin dosen pembimbing type ini harus kudu banyak sabar. Ikutin aja arahan dari dia, karna biasanya yang perfectionist gini memang paham seputar permasalahan skripsi.

Kamu juga harus pandai-pandai nyari waktu yang pas untuk bimbingan sama dosen type ini. Yang pasti ikuti saja aturan main beliau dan jangan neko-neko, kalau nggak, justru kamu akan semakin dipersulit. Yang kedua, type dosen susah dicari. Pembimbing skripsi aku yang kedua merupakan type dosen yang sangat sangat sangat susah dicari.

Kalaupun ketemu, belum tentu mau bimbingan. Untuk sekedar tau, dosen pembimbing dua aku ini, nggak punya ruangan diruang dosen, nggak tau kenapa. Beliau datang Cuma pas ngabsen pagi, ngabsen sore, dan jika ada kelas. Seringnya, beliau sengaja datang jam enaman pagi untuk ngabsen dan setelah itu pulang. Pokoknya susah banget dicari, harus banyak-banyak ngelus dada untuk sabar.



Kadang juga aku pernah diajakin bimbingan sama dia dikantin anak Faste dan rental cuci mobil. Waktu itu pas juga aku barengan teman aku. Dan type beliau juga, harus dalam sehari itu kita ‘nyetor’ muka ke beliau agar beliau nganggap kita serius mau bimbingan. Kalau Cuma sekali seminggu nemuin beliau mah, rasainlah makin dipersulit.

Kadang juga dibawanya proposal/skripsi kita, beliau bilang tunggu seminggu kemudian, jangan percaya! Temui dan tanya terus tiap hari. Kadang udah seminggu, entar beliau beralasan kalau itu proposal/skripsi tinggal dirumahnya. Untuk ngadepin pembimbing yang type kaya gini, sama kaya cara ngadepin type pertama. Harus kudu banyak sabar. Teman aku sampai bilang untuk yasinin type kaya gini dalam doa.

Kalau aku dan teman-teman, cara ngadepinnya itu dengan bermanis-manis muka didepan  beliau. Kami puji-puji beliau. Trus juga sempat teman-teman aku datang kerumah beliau untuk belikin buah. Pokoknya harus pandailah muji-muji beliau.

Type yang ketiga, type dosen pembimbimbing yang selow. Type ini kadang ngelepasin gitu aja anak bimbingannya. Cuma diarahin dikit, trus terserah mau diapain atau dibawa kemana skripsi itu. Itupun ngarahinnya kadang anak bimbingannyapun nggak ngerti. Selain itu, type ini cepat banget ngasih ACC untuk seminar atau untuk sidang.

Banyak teman-teman aku yang dapat pembimbing type ini, makanya mereka bisa cepat lulus. Untuk skripsinya, itu untung-untungan lagi. Kalau dapat penguji baik, ya aman. Kalau dapat penguji yang agak susah, ya kena bantai. Untuk ngadepin pembimbing type ini, kamu tinggal diskusikan aja skripsi kamu ke dosen-dosen lain. Diskusi juga ke kakak tingkat dan juga keteman-teman yang dapat dosen pembimbing perfectionist.

Type keempat, type pemilih. Biasanya dosen pembimbing type ini kebanyakan dosen laki-laki. Kalau dapat anak bimbingan yang ‘cantik’, biasanya itu cewek dibimbing banget, lama pula itu ngebimbingnya. Sedangkan kalau dapat anak bimbingan yang bisa dibilang nggak cantik, itu sebentar dan kadang bimbingannya juga asal-asalan.
 
dosen pemilih
source: google

Ada juga dosen pembimbing yang cewek diutamainnya ketimbang cowok. Kalau kamu dapat dosen pembimbing type ini, kalau kamu cantik, bersyukurlah! Kalau kamu biasa-biasa aja, perbanyak sabar. Sering-sering diskusi skripsi kamu dengan dosen lain atau temanmu. Jangan lupa juga, rapilah saat ketemu dosen pembimbing tersebut.

Type dosen pembimbing kelima, dosen pembimbing matre. Apa-apa dimuluskan dengan cara uang. Kalau mau cepat atau mau aman, pasti ada uangnya. Atau kalau nggak uang, itu berupa makanan dan benda-benda lainnya. Kalau nggak ada ‘uang’, biasanya nggak selancar yang memiliki uang dalam prosesnya.

Jika kamu dapetin type dosen pembimbing ini, royallah kepada beliau kalau kamu memiliki uang. Nah, kayanya itu aja type-type dosen pembimbing menurut aku dan berdasarkan apa yang aku lihat di ‘lapangan’. Ini belum masuk semua type, masih banyak type-type lainnya, tapi untuk sekarang, itu dulu ya.

Yang pasti, kerjakan aja skripsimu semaksimal mungkin. Nggak usah iri dengan temanmu yang udah seminar atau udah penelitian atau udah lulus bahkan. Tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya. Pokoknya kerjakan semaksimal yang dbisa, usaha tak kan pernah mengkhianati hasil. Nikmati saja prosesnya, karna proses tiap orang beda-beda.



Semangat! Part skripsi ini pasti akan berlalu. Yang pasti banyak sekali pelajaran dari proses skripsi ini. Oke mungkin segini dulu type-type dosen pembimbing menurut aku. Salam sayang, @muthihaura1 dan @muthihaura_blog.
Rabu, 7 Maret 2018. 21.17 WIB.
 

Baca Artikel Populer Lainnya

7 komentar:

  1. Kalau pengalaman aku dapetin dosen pembinmbing yang perfect ga hanya sekedar redaksi tapi konsep berfikir bener2 aku digembleng jadinya setelah bimbingan aku selalu nangis sepanjang jalan wkwkwk..

    tapi dari beliau aku banyak belajar bahwa skripsi itu ga cuman sekdar tulisan yang bisa meraih gelar lebih dari itu mba dari cara berfikir, menemukan fenomen, mencari teori sampe dengan langkah untuk mencari kesimpulan :)

    btw semangat y mba, alhamdulilah aku ga dapet dosen pembimbing yang aneh kwkwkwk

    BalasHapus
  2. alhamdulillah saya dulu dapat pembimbing ya baik dan perhatian

    BalasHapus
  3. Rezekiku dapat dosen pembimbing yang menguji kesabaran dan mental T.T

    Harus siap dimaki-maki.

    BalasHapus
  4. Dosen pembimbingku dulu tipe yang perfectionist dan susah dicari. Untungnya dia juga ngasih solusi jadi skripsi ku yang sempat ganti judul dan teori bisa rampung dalam sebulan. hehehe

    BalasHapus
  5. Bersyukurnya aku yg dpt dosen pembimbing 100% sesuai harapanku, yg 1 menguasai teknis & penulisan jurnal, satunya lagi menguasai materi. Tapi keduanya enakan banget orangnya, selalu kasih solusi, walopun yg 1nya susah dicari. hehehe

    www.ursula-meta.com

    BalasHapus
  6. Aduh klo ngomongin soal dosen pembimbing bikin luka lamaku kembali terbuka *eaaa luka ��. Jujur aq tu nggak suka banget ama dosen pembimbingku dulu. Tapi aq ambil pelajarannya klo nanti jadi dosen pembimbing jangan sampelah ya dholim ke mahasiswa

    BalasHapus
  7. Dosen pembimbingku dulu tipe ke 4..
    Bedanya beliau gak pilih2 soal kecantikan wajah.. tp soal pakaian.. kalo yg dibimbing jilbaber bakal dipersulit.. 😑

    BalasHapus