Menelisik Keindahan Kawah Ijen dengan Api Birunya

19.19 Muthi Haura 4 Comments

foto: Ardhanragil (wikipedia)

Kawah Ijen terletak di Gunung Ijen yang sangat kaya dengan belerang, yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri juga membuat wisatawa mancanegara terkagum-kagum. Banyak yang terbang ke Banyuwangi menggunakan Air Asia khusus untuk mendatangi Kawah Ijen ini.

Kawah Ijen sendiri mendunia karena fenomena Api Biru-nya yang hanya ada di dunia, yaitu di Islandia dan di Indonesia, yaitu Kawah Ijen. Hal ini terjai karena gas yang keluar dari tanah bereaksi dengan oksigen dan terlihat seperti api berwarna biru yang keluar dari kompor gas. 


Padahal para peneliti dari Universitas Geneva di Swiss mengungkapkan bahwa fenomena tersebut bukanlah api, namun terlihat seperti api Mereka meneliti selama 3 hari di tahun 2010 silam. Pada dini hari, api biru ini akan terlihat sangat jernih dan indah. Maka tak salah jika banyak wisatawan yang rela tak tidur demi melihat fenomena ini.

foto: medium.com


Kamu akan terpukau dengan api biru menyala diatas ketinggian kawah, udara dingin yang menusuk tulang dan jarak tempuh yang cukup jauh terbayar lunas dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Datanglah pada musim kemarau yaitu sekitar bulan Desember- Januari dan Juli- September, agar cuaca lebih cerah, dan medan tempur pun tak begitu licin.

Waktu yang paling pas untuk melihat api biru ini adalah antara pukul 02.00 – 04. 00 dini hari. Pada saat ini, kamu bisa melihat betapa cantik dan jernihnya api biru tersebut.

Cara Menuju Kawah Ijen
Lewat jalur Bondowoso melalui Surabaya: Kamu bisa terbang ke Surabaya dengan menggunakan pesawat Air Asia, lalu menuju Bondowoso dengan menggunakan Bus menempuh jarak sekitar 191 KM. Perjuangan belum berakhir karena kamu masih harus melanjutkan perjalanan ke Sempol sejauh 165 km, lalu Banyupait sejauh 14 km, barulah menuju Paltuding berjarak sekitar 4 km. Dari Paltuding, kamu masih harus berjalan sejauh 3 km menuju Kawah Ijen.

Jika kamu memang khusus datang ke Ijen, kamu bisa menginap di daerah Paltuding. Karena, disini disediakan banyak wisma khusus para pendaki, dengan biaya menginap rata-rata Rp 100.000 – Rp 300.000 tergantung dari kamar yang disediakan.

Selain itu, kawasan Paltuding pun merupakan area camping, dan pengunjung pun diperbolehkan untuk mendirikan tenda.

foto:yogyakartaguidedriver.com


Lewat Jalur Banyuwangi: Kamu bisa menggunakan Air Asia ke Banyuwangi atau Bali. Jika dari Bali, kamu masih harus menyebrang ke Kabupaten Banyuwangi menggunakan ferry. Perjalanan dilanjutkan ke desa Jambu dengan jarak tempuh sekitar 18 km, dari desa Jambu kamu langsung berjalan ke Kawah Ijen dengan jarak tempuh sekitar 21 km, dan dapat menghabiskan waktu 6-7 jam berjalan kaki dengan medan yang cukup terjal dan licin. 

Tambang belerang terbesar di Indonesia
foto:exoticjavaadventure.com


Aktivitas penambangan belerang ini telah berlangsung sejak tahun 1960, dan pabrik tambang belerang ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Meski dihargai tak begitu besar, tapi kebanyakan warga bekerja sebagai penambang belerang yang manfaatnya sangatlah banyak bagi industry kosmetik, kima, pabrik gula, dll. 

Jika kamu hendak melihat aktivitas tambang ini secara langsung, jangan terkejut jika para penambang ini rata-rata masih berusia muda berkisar antara umur 14-16 tahun karena biasanya hal ini telah menjadi pekerjaan turun menurun. 

Padahal risiko yang harus mereka tanggung sangatlah besar, mulai dari kercunan belerang, hingga jatuh ke jurang, namun hal tersebut mereka lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup. 

Bagaimana, semakin tertarik untuk mengunjungi Kawah Ijen? Segera terbang ke Surabaya atau Bali dengan membeli tiket Air Asia di Traveloka, dan bersiap untuk terpukau dengan keindahan alam juga fenomena api birunya yang memesona.



Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. Cara menuju Kawah Ijennya aku screen shoot. Rencana ke sana abis lebaran. :)

    BalasHapus
  2. Meski tetanggan sama Kawah Ijen, belum pernah ke sana. Baru pernah masih di bawahnya aja. Di START-nya. Pas lagi ada acara. Tapi nggak naik.

    BalasHapus
  3. Jadi inget jaman sma prnh ke Ijen bareng temen2, skrnng fotonya masih ada di ruang tamu rumah hehhehe

    BalasHapus
  4. Langsung browsing tentang 'kawah Ijen' :).
    Fix, perlu persiapan fisik kalau ke sini.
    Well note.

    BalasHapus