Tips Hemat Saat Wisuda

08.12 Muthi Haura 7 Comments



Tips hemat saat wisuda- Haai, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Di UIN Suska sedang ada PW PTKI Se-Indonesia, temen aku yang dari Kalimantan ikutan, namanya Holik. Aku kenal Holik nggak terlalu dekat, Cuma kami pernah satu pelatihan di Yogya 2017 lalu.



Kemaren itu, aku bareng bang Alang dan Ika nyempetin ngunjungin Holik ketendanya plus juga bawain buah mangga buat dia dan teman-temannya. Ditenda dia, aku kenalan dengan beberapa teman-temannya, trus juga kami cerita tentang banyak hal. Salah satu yang bikin aku ketampar banget adalah, aku nggak terlalu nguasai tentang Riau aku sendiri. Dan aku bertekad untuk kembali belajar. 


Holik juga menurut aku type lelaki yang punya tujuan dalam hidupnya. Jarang aku nemuin laki-laki yang tau apa yang ingin ditujunya. Do you know what I mean? Gitu deh pokoknya. Malamnya, aku dan Ika jalan bareng anak Himate si Faisal. Ngumpul sama teman-teman Himate itu asik. Mereka open minded banget. Selalu suka dengan orang-orang yang wawasannya luas. Mereka kritis.

Selalu suka berbagi cerita dengan kenalan baru. Banyak ilmu yang didapat. Terimakasih udah hadirkan banyak orang-orang hebat dalam hidupku Ya Allah. Dari mereka, aku belajar banyak hal. Nah, kali ini aku pengen sharing tips hemat saat prosesi wisuda. Tips hemat ini mulai dari persiapan sebelum acara wisuda ya. Aku pernah cerita dipostingan sebelumnya kalau yudisium dan wisuda itu membutuhkan dana banyak.

Baca juga: Cerita wisuda


Aku bakal paparin disini hitung-hitungan biaya pengeluarannya, terkhusus bagi cewek. Untuk daftar wisuda di UIN Suska 400 ribu. Untuk daftar yudisium di hotel 535 ribu. Make up yudisium dan wisuda paling murah 270 ribu dua kali make up. Kalau mau dengan MUA handal, sekali make up 350 ribu. Poto studio setelah wisuda kurang lebih 500 ribu.

Tas, sepatu, dan segala aksesoris cewek untuk wisuda kurang lebih 300 ribu. Baju yudisium beli kain dan jahitnya 500 ribu. Baju wisuda beli kain dan jahitnya juga kurang lebih 500 ribu. Coba ditotalin. Kurang lebih tiga sampai empat jutaan nggak kemana kali ya?

Wajarlah, untuk sekali seumur hidupkan? Ibaratnya, ini puncak dimana kita sudah menyelesaikan sebuah kewajiban dan tanggung jawab. Satu part yang telah selesai dan akan dilanjutkan dengan part lainnya yang tentu lebih menantang. Jujur, dari sekian banyak proses, proses skripsi termasuk salah satu proses yang menguras emosi dan wisuda itu endingnya.


yudisium
saat yudisium
 
wisuda
wisuda
 
Dari total hitung-hitungan uang tersebut, udah kebayangkan gimana? Kalau yang orang tuanya punya rezeki lebih ya bagus Alhamdulillah. Kalau yang nggak, bisa ikuti cara aku. Oke langsung saja tips hemat saat wisuda ala aku, check this out:

Pertama, bayar terlebih dahulu uang wisuda dan yudisium. Ini wajib. Tapi kalau kamu nggak mau ikutan prosesi yudisium, setau aku juga nggak papa, asalkan pas wisudanya ikut. Kalau bisa juga, kamu udah mulai nabung jauh-jauh hari untuk persiapan wisuda.

Aku udah mulai nabung sih waktu itu, Cuma karna ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan disini, ya uangnya ludes. Kedua, jangan memaksakan orang tua. Kalau memang orang tua kamu nggak ada dana untuk buatin kamu baju yudisium dan wisuda, nggak usah dipaksain. Ayo mulai berpikir dewasa. Mungkin ada kebutuhan yang lebih mendesak ketimbang bikin baju.

Kalau aku jujur aja, ayah aku lagi sakit, diabetes. Untuk kerjapun beliau udah nggak maksimal. Ibuku? Udah meninggal sejak aku kelas dua SMA ;) Aku juga nggak mungkin tega minta uang sama aba. Btw, aku manggil ayah aku dengan panggilan aba. Ditambah lagi adik-adik aku masih banyak yang sekolah.

Alhasil untuk kedua baju yudisium dan wisuda, aku minjam. Baju yudisium aku minta tolong carikan ke Adrial. Adrial ini junior di Gagasan. Walau sering berantem nggak jelas sama dia, dia adik yang baik kok sebenarnya. Kalau baju wisuda, itu punya kakak sepupu aku. Entah kenapa kedua baju tersebut pas di aku, walau ada beberapa bagian yang nggak pas dan bisa diakalin sih.

Kalau kamu punya dana minim, kamu bisa bikin satu baju dan dipakai untuk kedua prosesi tersebut. Dipakai saat yudisium dan wisuda, tapi kayanya jarang sih bagi cewek, gengsinya tinggi hehe. Kalau nggak mau dengan cara itu, ya udah beli aja dua baju. Kalau beli baju lebih murah ketimbang harus cari bahan dan bikinnya.

Untuk jilbab, aku pinjam satu jilbab ke sahabat SMA aku si Laila. Aku pinjam pasmina warna keemasan. Kebetulan warnanya masuk untuk baju yudisium dan wisuda aku. Jangan gengsi buat minjam, daripada kamu terlilit hutang disana-sini.

Ketiga, pasti dong bagi cewek butuh sepatu highhells. Gitu nggak sih tulisannya highhellsnya? Koreksi kalau salah haha. Untuk sepatu dan tas, beli pas lagi diskon besar-besaran. Jadi aku nyari sepatu dan tas itu pas saat pergantian tahun 2017 ke 2018. Sepatu yang awalnya 300-an ribu, aku beli 100-an ribu. Trus tas aku beli 50 ribu. Lumayan hematkan?

Untuk aksesoris seperti mahkota dan lain sebagainya, aku nggak pakai. Keempat, jangan malu buat nyewa! Untuk baju toga wisuda, itu kalau bikin 150 ribu. Kalau nyewa 80 ribu. Baju toga Cuma dipakai satu kali seumur hidup, ketimbang bikin, lebih baik nyewakan?

Kalau mau lebih hemat, kamu pinjam punya temanmu. Kalau untuk poto studio, kamu cari studio murah tapi berkualitas. Kalau aku pribadi sih nggak ada poto di studio, soalnya aba nggak datang sih. Yang datang Cuma oom, tante, Intan adik aku, dan nenek. Jadi aku nggak terlalu niat untuk poto studio.

Kan yang diharepin saat poto studio itu ‘keluarga lengkap’, kalau nggak lengkap, ya udah nggak usah poto studio hehe. Ada yang nanya kenapa ayah aku nggak datang, trus aku sedih nggak? Udah kuceritain diatas, ayah aku sakit. Memang keadaannya baik-baik aja sih terlihat, tapi sebenarnya nggak.

Entar kapan-kapan aku bikin postingan soal penyakit diabetes deh. Pengen sharing tentang penyakit itu. Aku sedih? Dikit, tapi nggak terlalu. Ayahku nggak datang bukan karna nggak sayang aku, tapi memang keadaan yang nggak memungkinkan. Bagiku, ayahku tetap lelaki hebat. oke, mungkin itu saja tips hemat saat wisuda ala aku.

Intinya itu, dahulukan pembayaran yang penting, jangan malu untuk minjam dan nyewa. Yang paling terpenting, jangan memaksakan sesuatu jika memang belum bisa. Segini dulu. Sukses selalu buat kita. Salam sayang, @muthihaura1.
Jum’at, 4 Mei 2018. 12.37 WIB.

 

Baca Artikel Populer Lainnya

7 komentar:

  1. saya s1 ga diwisuda karena udah keluar kota ngikut suami :D

    BalasHapus
  2. wisuda yak? Barakallah ka:) Semoga berkah dan bermanfaat ilmunya:)

    BalasHapus
  3. Yudisium dan wisuda membuat gua masal aja, gua mah 2 kali yudisium, 1 kali bengong aja, 1 kali kabur sebelum acara kelar hehe, wisuda juga gitu hehe, maklum gua terlalu malas ckck, tujuan hidup gua pengen masuk surga,itu aja heheh

    BalasHapus
  4. Waktu saya wisuda dan yudisium ga ke salon, teman di kost yang dandanin. Alat lenongnya pun sebagian besar punya dia. Hahaha... Baju cuma bikin pas wisuda, dan cuma sekali itu aja kepakai. Hiks. Sementara baju yudisium pinjam punya Tante. Trus jilbabnya punya saya ga ada yang cocok dan akhirnya dipinjamin teman.

    BalasHapus
  5. Pas aku wisuda, baju beli tapi habis itu diloakin, sepatu minjem, di-make up in temen kos,pokok cuma bekal diri doang pas itu. Haha

    BalasHapus
  6. Tips bagus nih. Sebentar lagi kan wisuda, jadi tips ini top priority bangetlah. Jadi keliatan dewasa dan siap untuk menghadapi hal-hal besar. Tetap semangat mbak! Semoga ayahnya lekas sembuh :)

    BalasHapus
  7. Ya ampuuunnn, baca ini jadi bersyukur jadi kaum tempo doeloe.
    Zaman sekarang wisudanya butuh banyak biaya banget ya.

    upsss... ketauan banget deh saya generasi sudah tu eh senior wkwkkw..

    BalasHapus