What’s In My Bag

10.47 Muthi Haura 2 Comments



Hay, Assalamua’laikum. Tadi aku kefakultas, ada yang mau diurus. Selain itu, kangen juga. Difakultas ketemu teman-teman yang masih berjuang mengejar gelar S.Ikom. Semangat ya guys! Kalian pasti bisa. Setiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya.

Tadi juga sempat ke BRI Syariah yang depan PKM untuk bayar wisuda ditemani Ika, trus ada percakapan awakwak banget bareng abang satpamnya. Abang tu bilang gini, adek kenapa cepat-cepat wisudanya. Aku jawablah kalau nggak ada uang buat bayar semester lagi. Dengan cengiran nggak jelasnya, abang itu justru bilang “kalau adek mau jadi istri abang, abang biayain kuliahnya.”

Ah elah, kuliahnya udah tamat bang, kuliah apa yang mau dibayar lagi? S2? Untuk saat ini belum terpikir, entah kalau nanti. Kali ini aku pengen sharing isi tas aku yang biasanya aku bawa kemana-mana. Aku punya beberapa tas, tali satu dan sandang dua, tapi jujur, aku lebih suka pakai tali sandang dua. Rasanya lebih enak dibawa.


Lagian menurut sebuah penelitian yang aku baca dan aku lupa sumbernya, kalau kita makai tas tali satu dan isinya berat, bakal berpengaruh ke tulang kita. Kurang lebih gitu deh katanya. Aku itu kalau kemana-mana, pasti barang yang dibawa bajibun. Dan keluar rumah walau kepasarpun, pasti selalu bawa tas.

Rasanya aneh kalau nggak nyandang tas. Sejak kuliah memang lebih sukanya juga tas sandang tali dua kaya ransel gitu, kita sebut aja ransel ya. Untuk ransel gini, aku punya dua. Satu warna hitam yang aku beli di Lazada, satu lagi ngambil di toko ayah aku. Yang lebih sering aku pakai karna suka, itu yang warna hitam karna warnanya netral dan ukurannya kecil. 

tasku
Tas yang biasa aku pakai


Sedangkan yang satu lagi warna coklat dominasi oren. Ukurannya besar kaya tas ransel eiger besar itu loh. Aku makai ini kalau kekampung buat masukin baju. Atau travelling yang Cuma beberapa hari. Trus kekampus juga kadang makai ini kalau bawa laptop atau bawa map skripsi. Aku paling malas nenteng-nenteng map gitu, rasanya kaya keganggu gitu deh.

Selain laptop dan map skripsi, isi tas aku saat makai tas hitam dan tas oren sama aja. Sebenarnya aku udah pernah nulis postingan isi tas aku, tapi itu udah lama banget dan tentu saja banyak yang berubah. Oke langsung saja, check this out:



Barang pertama yang selalu ada didalam tas aku itu adalah handphone. Ini pastilah ya kayanya. Handphone itu adalah hal krusial a.k.a terpenting yang harus dibawa, apalagi bagi aku yang kerjanya rata-rata berhubungan dengan dunia maya yang berarti butuh banget handphone.



Kalau handphone tinggal, walaupun udah sampai kampus, rela deh dijemput ulang, beda dengan barang-barang lainnya. Barang kedua yaitu, charger handphone. Ini kayanya satu paket deh, tapi jarang sih aku chargeran. Buat jaga-jaga aja. Biasanya aku nyarger handphone sebelum tidur dan pagi hari saat bangun tidur.

Jadi emang Cuma sekali sehari aku nyarger, pagi atau nggak malam. Handphone aku xiomi dan Alhamdulillah untuk batrainya bisa dibilang sehari itu tahan. Sebenarnya aku juga prepare powerbank, tapi kedua powerbank aku rusak. Maklum, keduanya aku dapet gratisan. Biasanya yang gratisan nggak tahan lama, tapi nggak semua sih.

Kedua powerbank yang aku punya itu memang nggak bisa dipakai lagi, akhirnya aku mutusin buat nggak bawa. Walau gitu, aku berencana buat beli powerbang baru, soalnya butuh kalau lagi travelling. Aku memang lagi candu banget dengan travelling.


isi tasku
Beberapa Isi tasku. Dompetnya masih yang lama haha. Dompet-buku kecil- pena-botol minum-tempat skincare/make up


Doain ya semoga rezekiku lancar agar bisa travelling untuk cari pengalaman dan semoga rezekimu juga lancar! Barang ketiga yang pasti aku bawa itu adalah dompet. Ini salah satu benda wajib kayanya. Mulai dari kartu mahasiswa sampai STNK, semua ada didompet. Uangpun didompet. Kalau dompet nggak bawa, kerasa nggak bisa ngapa-ngapainnya, soalnya aku nyimpan hal penting juga kadang didompet. Tapi kalau dompet tinggal, aku nggak sampai bela-belain buat jemput, beda dengan handphone.

Dompet memang hal penting, tapi bisa ditolerir kalau nggak bawa. Selain kartu dan uang, aku juga pernah nyimpan list dreams dan barang-barang apa saja yang ingin aku beli. Tujuan bikin list barang-barang yang ingin aku beli itu agar aku tau barang-barang apa saja yang memang harus dibeli dan mana yang nggak, jadi entar pas belanja nggak kebablasan.

Entar kalau barang-barangnya udah kebeli, checklist deh list tersebut. Tapi beberapa bulan terakhir ini, aku jarang nyelipin barang yang ingin dibeli, biasanya aku tulis aja dibuku khusus. Dompet aku warnanya hitam dengan ukuran besar. Entah kenapa suka aja dengan barang-barang berwarna dasar hitam trus dipadukan dengan silver keemasan, elegan menurutku.

Dompet aku ini belakangnya udah rusak. Maklumlah, aku belinya udah lumayan lama. Aku berencana beli dompet baru dengan ukuran kecil. Barang keempat yang selalu aku bawa adalah notebook kecil. Iya buku kecil gitu, lebih kecil malah dari binder kecil. Aku beli ini di amora, waktu itu nitip sama adek di Gagasan si Linda.

Sengaja bawa buku kecil kemana-mana buat nyatat apapun, mulai dari list yang harus dilakuin perhari sampai coretan-coretan unfaedah lainnya. Kenapa nggak bawa binder, Mut? Kan lebih puas nyatatnya karna ukurannya besar? Iya sih, Cuma kan sekarang aku udah nggak kuliah, tinggal nunggu wisuda. Rasanya nggak terlalu butuh buku besar.

Buku kecil gini aja cukup buat aku nulis. Barang kelima adalah pena. Ya jelaslah ya! Buku tulis tanpa pena mah nggak ada gunanya. Kalau nggak bawa pena, trus tiba-tiba dapat ide nulis, kelabakan nyatat dimana. Aku nggak terlalu suka sih nyatat di handphone. Rasanya lebih asik coret-coret ide dibuku.

Barang keenam adalah botol minum. Udah kebiasa banget sejak SD bawa minum, jadi kalau nggak bawa itu rasanya ada yang lain. Untuk botol minum, aku pakai botol yang lagi hit itu, my bottle dengan tutup pink. Dulu botol minum aku nggak kaya gini sih. Botol minum aku yang dulu mirip tabung dirigen ukuran kecil dan pipih warna hijau. Waktu itu dapat dari workshop perfilman di Medan.



Barang ketujuh yang wajib aku bawa adalah pouch make up. Nggak make up sih, skincare. Aku mah nggak punya alat make up selain pensil alis dan lipstick, selebihnya skincare. Aku emang sering bawa ini kemana-mana, dan nggak aku keluarin juga dari pouch make upnya.

Niatnya kemana-mana bawa itu buat touch up, tapi ternyata aku nggak secewek itu dan malas rempong -___- Barang kedelapan yang aku bawa adalah parfum. Untuk parfum, favorit aku itu vitalis wangi blossom. Dari dulu nggak pernah ganti itu. Tapi sekarang karna ada dikirimin tiga parfum gratis, ya udah aku pakai itu dulu. Kalau udah habis, balik lagi ke vitalis.

Nggak tau kenapa suka banget sama vitalis variant blossom. Trus yang terakhir  a.k.a kesembilan yang aku bawa itu adalah tisu atau tisu basah. Ini optional sih. Kadang bawa, kadang nggak. Biasanya sebagai pelengkap aja biar dikira tas cewek betulan.

Wah banyak juga ya, makanya aku nggak suka pakai tas yang kecil banget trus sandang satu lagi. Oke mungkin segini dulu. Salam sayang dan sukses selalu, @muthihaura_blog.
Selasa, 3 April 2018. 18.17 WIB.
 

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Hampir mirip ama isi tas sha, tapi gak masukin botol minum sih. Itu di tas yang beda, cukup yang utamanya aja :D

    BalasHapus
  2. ketika liat dari ukuran tas nya yang berbeda jauh, jadi kepikir sendiri, sepertinya saya memang berbeda, faktor x membuat saya layaknya cowok dengan tas yang terbilang besar, selalu penuh dengan kaidah unfaedah yang kadang tidak diperlukan pada kondisi terntentu, layaknya leptop, chrger, novel, tumpler, binder, dompet kotak pensil, camera hingga mukena pdahal kekampus cuma mau kasih tugas doang eh :V

    BalasHapus