23 Tahun Birthday

11.10 Muthi Haura 4 Comments



Sahabat bukan ia yang datang lebih dulu, bukan ia yang lebih lama kamu kenal, tapi ia yang datang dan tak pernah memilih pergi apapun kondisimu. Sahabat adalah orang yang akan ‘mengangkatmu’ disaat sayapmu patah. Sahabat juga adalah orang yang akan menutup mata atas semua kekurangan dan kesalahanmu.

Namaku Muthi Haura. Umurku 23 tahun. Sepanjang 23 tahun aku hidup, aku hanya memiliki beberapa sahabat. Ya, bisa dihitung jari saking dikitnya. Aku bukan type orang yang bisa langsung dekat dengan siapa saja. Aku bukan type orang yang bisa langsung cerita banyak hal tentang aku ke orang lain.

Aku hanya cerita ke orang-orang yang aku anggap sahabat. Ke orang-orang yang memang dekat denganku. Tapi terkadang juga, ada beberapa cerita hidupku tidak aku bagikan ke siapa-siapa termasuk sahabat. Ya, karna setiap cerita kisah hidup ada porsinya tersendiri apakah akan dibagi atau tidak.


Sejak semester dua perkuliahan, aku bergabung di organisasi LPM Gagasan. Dari organisasi itu, aku belajar banyak hal. Aku belajar banyak pengalaman baru. Dan yang paling terpenting, aku menemukan orang-orang yang sayang aku apa adanya. Orang-orang yang bisa menerima aku bagaimanapun aku.

Aku menemukan banyak sahabat, kakak, abang, dan adik disini. Salah satu sahabat aku disini adalah Ika dan Hanif. Aku dekat dengan Ika bisa dibilang  udah lumayan lama. Padahal awal-awal kenal, aku fikir dia anaknya sombong dan nggak asik. Eh ternyata dia judes, tegas, kadang nyebelin. Bisa dibilang, sifat aku dan Ika itu berbeda 180 %.

sahabat
Muthi Hanif Ika


Tapi ternyata sifat yang berbeda itu bikin kami klop. Gitu juga dengan Hanif. Nah, 1 Juli yang lalu, Ika dan Hanif serta Faisal, Rahmat, Bang Rico memberikan surprise ulang tahun yang ke-23 untukku. Si Ocu dan Soki ikutan juga tapi telat banget datangnya. Btw, 1 Juli bukan hari ulang tahunku.

Baca juga: ulang tahun 23

Aku ulang tahun 1 Juni dan mereka ngasih surprise 1 Juli. Telat banget memang dan itu semua udah mereka rencakan jauh-jauh hari. Jadi ceritanya aku udah semingguan lebih nggak kesekre sejak pulang dari kampung. Nggak juga ketemuan dengan mereka karna aku selalu nolak buat ketemu.

Bukan apa-apa, aku lagi nggak enak badan. Badan aku lemas, batuk-batuk juga. Pokoknya lagi kurang fit lah, lagian dirumah juga masih banyak yang mau diurus semenjak meninggalnya ayah aku. Akhirnya karna selalu nolak ketemu mereka, pas malam ditanggal 1 Juli Ika WA gini: “Den la disekre. Den tunggu sampai ang datang. Ang ndak ado waktu buek kami lagi. Sok sibuk. (Aku udah disekre. Aku tunggu kamu sampai datang. Kamu itu nggak ada waktu buat kami lagi. Sok sibuk.)”

Trus Hanif juga WA: “Kesekrelah sekarang. Ada yang mau aku ceritain. Panjang dan penting. Pokoknya kesekre ya.” Akhirnya setelah didesak-desak, malam itu juga aku kesekre. Aku nggak mikir apa-apa perihal surprise, yaiyalah, ulang tahunku sebulan yang lalu.

Tiba disekre, Ika dan Hanif nggak ada. Mereka entah kemana. Itu bikin aku kesal. Aku repetin mereka di WA. Pas mereka nyampai, ternyata ada Faisal juga. Trus ada Rahmat dan bang Rico. Btw, Rahmat dan Bang Rico lebih duluan datang ketimbang Hanif Ika. Hanif ngajak keluar ditaman Gagasan buat rapat. Katanya rapat penting.

Trus si Faisal nimbrung pula dirapat Gagasan. Aku bilang sama Faisal, jangan ikut rapat, dia bukan anak Gagasan. Eh dia nyolot dan bikin aku kesal banget. Ya udah marah-marahlah aku depan dia. Akhirnya karna dia masih ngotot buat ikut rapat, aku merajuk masuk kesekre. Si Faisalnya ngajak Ika pulang dan parahnya, Ika lebih milih Faisal ketimbang aku. iya, dia pulang sama Faisal.

Kan makin kesallah aku. Sahabat aku sendiri lebih milih orang lain ketimbang aku, kan parah kali. Trus aku didalam sekre nangis, si Hanif-Bang Rico-Rahmat ikutan masuk sekre, bukannya malah nenangin aku, tapi malah cerita liburan. Kan makin ngeselin. Seolah-olah aku lagi nggak nangis. Seolah-olah nggak terjadi apa-apa dengan aku. -___-

Trus tiba-tiba datang deh donat ulang tahun dari Ika dan Faisal sambil semuanya nyanyiin selamat ulang tahun. Kan nyebelin. Btw, aku senang. Trimakasih semuanya. Aku nggak ngarepin surprise. Nggak ngarepin kado. Nggak ngarepin apa-apa. Aku Cuma berharap, aku bisa lebih baik lagi dari hari ke hari dan aku bangga punya kalian.

kejutan ulang tahun

Aku dapat hadiah buku kecil yang memang lagi aku butuhi dari Ika plus suratnya. Aku juga dapat baju lebaran ungu yang unyu dari Ulan. Aku juga dibawain sekantong plastic cemilan dari Mumun. Aku juga dibawain banyak kue lebaran dari Nazlah. Untuk semua sahabat-sahabat aku dan untuk semua orang-orang yang udah sayang dan dukung aku, trimakasih.

Doakan aku sukses biar bisa balas semua kebaikan kalian. Btw, ini dia isi surat ulang tahun dari Ika. Let’s check this out:

Hai, selamat berkurang jatah umur upiak banunku. Wanita tegarku, wanita kuat. Maaf untuk keterlambatan yang super duper ini. Bukan karna aku lupa atau tak lagi nganggap kamu sahabat, jujur bukan karna itu. Sejatinya surprise kecil ini kami rencanain udah beberapa kali namun gagal dengan alasan yang berbagai macam.

Sekali lagi maafkan ya upiak banun. Selamat tanggal satu pada bulan lalu ya Muth. Sekali lagi maaf. Aku sadar, aku bukanlah sahabat baik yang mengingat setiap momen hidupmu. Aku bukan orang yang sempurna yang selalu ada untukmu. Yang selalu mengerti setiap permasalahanmu. Sekali lagi maaf. Seiring berkurang jatah umur semakin tangguh ya piak.

Terus memperbaiki diri. Yakinlah Allah selalu bersamamu. Allah tau yang terbaik untukmu. Perihal jodoh, yakinlah Allah mempersiapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kau fikirkan. Selamat menginjak angka dua tiga. Bukan umur yang muda. Kau telah matang dengan permasalahan yang ada. Tuhan sayang kau upiak banun.

Aku rindu momen di danau, sekre, nangis, dll. Semoga ending dari kisah dikampus bukan ending cerita kita. Sampai bertemu dimasa yang nanti apa yang kita ceritakan akan berbeda. Yaitu cerita prestasi, keluarga, dan karir. Semoga masamu dan aku jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Tetap menjadi kamu yang care. Yang peduli dengan Gagasan. Jangan pernah bohongi hatimu bahwa kau masih terpaut di Gagasan. Salam rindu untuk masa yang pernah ada, Ika Piyasta.

Hai Ika. Trimakasih untuk selalu ada disampingku saat aku rapuh atau senang. Trimakasih udah memelukku disaat aku jatuh. Trimakasih udah sangat sangat care ke aku dengan segala keresekan aku. Aku bisa sampai dititik ini yang kata kalian ‘hebat’ sebetulnya bukan karna aku hebat, tapi karna aku punya sahabat-sahabat yang selalu dukung apapun yang aku lakukan, kamu salah satunya.

Trimakasih untuk semua cerita yang dengan suka rela kamu rajut bersamaku. Trimakasih udah selalu pasang badan disaat aku butuh bantuan. Trimakasih untuk telinga yang selalu kamu berikan disaat aku ingin berkeluh kesah. Trimakasih untuk semua hal yang udah kita ukir bersama. You are my best.

Jangan pernah letih untuk selalu ada disisiku. Jangan pernah berfikir untuk pergi. Tapi jika takdir membawamu pergi dariku, kuharap kamu akan sukses apapun pilihanmu. Jangan pernah lupakan tentang ‘kita’. Doankan juga aku sukses agar kelak bisa kuceritakan kepada dunia ‘tentang kita’ lewat buku dan film.

Trimakasih. Trimakasih juga untuk semua sahabat-sahabatku yang lain. Salam sayang, Muthi Haura. 6 Juli 2018. 10.14 WIB. Btw, tepat hari ini satu bulanan kepergian ayahku. I promise make you proud for me, ba.


Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. Selamat ulang tahun mbak muthi, maaf juga nih baru sempet ngasih ucapan. Semoga apa yang diimpikan bisa terwujud semua dan apa yang dikerjain selalu lancar dan terus mendapatkan berkah dari-Nya. Aamiin.

    BalasHapus
  2. Selamat ulang tahun Mba.. Semoga makin kece dunia akhirat.. Salam kenal ya Mba.. :)

    BalasHapus
  3. waah... mau ikutan ngucapin kok udah tlat ya, hehe.
    Btw. masih muda banget tapi udah jago nulis. Sukaaaak deh. Tiba-tiba aku menyesal karena gak bisa punya blog semuda Muthi,
    salam kenal ya

    BalasHapus
  4. Semoga usianya berkah ya, Mbak. Sukses selalu

    BalasHapus