Lebaran di Sumatra Barat

10.27 Muthi Haura 4 Comments



Haai, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Udah lama rasanya nggak nulis padahal yang pengen diceritain banyak banget. Beberapa job sosial media dan blogspot juga ada yang tidak dikerjakan dengan baik, berasa nolak uang. Tapi ya mau gimana lagi, bulan Juni ini aku lebih banyak malasnya.

Aku lebih sering ngabisin waktu dengan nontonin youtube, trus baca webtoon, padahal banyak banget target dan deadline tulisan yang harus diselesaikan. Nggak tau kenapa, rasanya malas aja buat nulis dan aku ngerasa nggak produktif banget. ini aja dipaksa banget.

Oh ya, tanggal 6 Juni lalu, ayahku meninggal. Ya, kami resmi jadi yatim piatu. Alhamdulillah aku punya keluarga besar yang selalu nyemangatin dan nguatin. Aku juga punya adik-adik yang luar biasa. Aku bersyukur dibesarkan dengan pola parenting orang tuaku. Satu adikku kuliah di Madinah secara gratis, dua adikku di pondok pesantren dan masuk kelas penghapal Al-Qur’an. Dua adikku lagi juga sosok-sosok berprestasi dibidangnya. Aku aja yang mungkin belum bisa membanggakan.


Tapi aku dan adik-adik akan selalu berproses menjadi sosok-sosok yang lebih baik kedepannya untuk orang-orang yang kami sayang, terutama orang tua. Minta doa untuk ayahku ya. Semoga beliau khusnul khotimah. Aku pengen cerita tentang kepergian aba. Iya, aku manggil ayahku dengan panggilan aba. Tapi kayanya aku nggak bisa cerita sekarang.

Aku belum siap menceritakannya. Next kesempatan In syaa Allah. Nah, setelah aba meninggal, seminggu sebelum raya, kami udah stay dikampung. Pas tanggal 17 Juni malam, dirumah nenek lagi ada kumpul keluarga. Tiba-tiba aku disuruh ikut kakak sepupu aku yang mau lebaran ketempat suaminya di Sumatra Barat.

Jelas aku terima dong tawaran itu. Kapan lagi ke Sumbar buat refreshing kan? Gratis lagi haha. Tapi dadakan banget, soalnya berangkat ke Sumbarnya keesokan paginya alias tanggal 18 Juni. Aku izin ke Raihan, adik aku nomor dua. Karna apa-apa sekarang kayanya memang harus izin ke dia. Dia ngizinin, akhirnya yang pergi, aku-Naila-Naufal bareng keluarga Kak Santi. Aku ceritain perhari aja kali ya? Oke deh langsung aja, check this out:

18 Juni 2018
Malamnya, aku dan adik-adik udah langsung packing karna Kak Santi bilang bakal berangkat jam 7 pagi. Tapi ternyata ngaret sampai jam 10. Ya namanya Indonesia. Perjalanan ke Sumbar kali ini lewat Kuantan Singingi alias Kuansing biar lebih dekat dan nggak macet. Senang? Tentu saja! Udah lama aku nggak ke Kuansing.

Kuansing punya cerita tentang KKN ku. KKN itu moment penuh pembelajaran dan sangat dirindukan, tapi tak ingin mengulangnya kembali. Cukup sekali aja. Nyampai di Kuansing kami sholat, trus makan. Kebetulan memang bawa bekal dari rumah. Sempat juga singgah ke masjid Agung Kuansing dan ngelihat pertunjukan budaya. Ah, Kuansing memang selalu kental dengan kebudayaannya. 

pertunjukan budaya kuansing
Pertunjukan budaya Kuansing




Nyampai Sumbar lebih tepatnya di Damas Raya jam limaan sore entah enaman sore. Tentu saja kami disambut dengan ramah dan diperlakukan dengan baik. Disini juga lagi musim-musimnya durian banget. Kebetulan suami kakak sepupu aku ini punya kebun durian, tapi sayang banget aku nggak ikut ke kebunnya.

19 Juni 2018
Hari ini sekitaran jam 12-an siang, aku-Naila-Naufal diajak kakak sepupu kerumah saudara jauh umi aku di Koto Baru. Ada tiga rumah yang kami kunjungi. Baru tau ternyata umi punya saudara di Sumbar. Ini pertama kali aku jumpa dengan saudara jauh umi. Aku memang kurang terlalu kenal dengan saudara-saudara umi.

Soalnya sejak umi meninggal, makin hilang kontak dengan keluarga umi. Bukan karna ada masalah apa-apa sih, almarhum umi anak tunggal. Almarhumah nenek Cuma berdua bersaudara. Nah, nenek meninggal, udah kaya keputus aja tuh. Tapi Alhamdulillah tahun ini bisa kembali menyambung silaturrahmi. Semoga akan selalu begitu. 

poto keluarga



Jadi kalau aku suatu hari nanti ke Sumbar lagi, aku udah ada saudara disana. Sorenya, suami abang sepupu ngajakin kami ke Gunung Medan. Letaknya tak terlalu jauh dari Damas Raya. Gunung Medang salah satu tempat wisata. Biaya masuknya perorang 10 ribu. Untuk cerita di Gunung Medan, aku bakal bikin di post berbeda.

Gunungmedan Sumbar
At Gunungmedan


20 Juni 2018
Mengunjungi keluarga suami kakak sepupu di Solok sekalian arah pulang. Berarti kami pulang nggak lewat Kuansing lagi. Perjalanan cukup jauh, agak sorean, kami singgah ke Bukik Chinangkiak. Bukik Chinangkiak ini adalah salah satu tempat wisata yang aku rekomendasikan. Lagi-lagi tetang Bukik Chinangkiak ini, aku bakal bikin postingan berbeda.

Malamnya, kami nginap dirumah saudara suami kakak sepupu. Rumahnya bisa dibilang kecil, lampunya gelap. Bisa dibilang, orang kurang mampu. Aku bilang gini ke adik aku si Naila: “La, banyak-banyaklah kita bersyukur. Banyak orang yang hidupnya dibawah kita. Yang lebih susah dari pada kita. Jangan kita banyak mengeluh dan bla bla bla.”

solok Sumatera Barat
At Solok Sumatera Barat


Pokoknya dirumah itu, aku belajar banyah hal tengang bersyukur. Allah memang maha baik, karna disetiap jalan hidup kita, Ia beri banyak pembelajaran. Semoga kedepannya, aku dan adik-adikku menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Amin!

21 Juni 2018
Ngabisin hari diperjalanan pulang. Sempat juga makan dipinggir danau Singkarak. Ah, Sumbar itu indah. Salah satu surganya Indonesia. sepanjang perjalanan pulang itu, mata disegarkan dengan pemandangan-pemandangan yang hijau. I like it.

Alhamdulillah. Trimakasih untuk perjalanan luar biasanya Ya Allah. Karna hidup itu bukan hanya tentang perjuanga, tapi juga perjalanan. Oke mungkin segini dulu. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Senin, 25 Juni 2018. 22.46 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. Senangnya bisa bisa ke Sumatera Barat, makanannya pasti enak-enak disana :)

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah masih Allah kasih kesempatan untuk kumpul dgn keluarga :)

    BalasHapus
  3. Luar biasa Amak dan Abak mendidik anak2nya ya, bahkan ada yang sampai sekolah di Madinah. Surga untuk mereka berdua ya, insya Allah. Nama2 daerahnya saya kurang familiar, ternyata ini di daerah Solok ya, hehe... Selamat berlebaran :)

    BalasHapus