Menikmati Sore di Gunung Medan

07.00 Muthi Haura 4 Comments



Aku suka jalan. Aku suka menikmati pemandangan yang bisa nyejukin mata. Bagiku, bermain dengan alam itu membuat ide-ide menulis bermunculan. Aku pernah membayangkan duduk dirumah kayu yang berada ditengah-tengah padi sambil menulis.

Atau, aku juga pernah membayangkan duduk dipinggiran pantai sembari menulis. Yang lebih sederhana, aku pernah membayangkan duduk dilantai dua balkon rumah disaat malam hari dan hujan sedang turun. Ah, apa yang aku bayangkan itu udah bikin bahagia. Ya, sesederhana itu.

Bahagiaku sederhana kok. Dikasih es cream paling murah disaat badmoodpun aku bahagia. Tapi serius, alam memang selalu punya tempat dihati. Nah, aku udah cerita di postingan lebaran di Sumbar kan? Pas di Sumbar kemaren itu, setelah ngunjungi saudara aku, suaminya kakak sepupu ngajakin ke Gunung Medan.



Awalnya aku sama sekali nggak tau apa dan dimana Gunung Medan itu. Ekspetasi aku, Sumbar dipenuhi pantai, tapi sayangnya lokasi rumah si abang ipar ini jauh banget dari pantai. Ini pertama kalinya aku ke Sumbar dan sama sekali nggak nemuin pantai.

Sayang banget? Nggak papa sih. Allah ngasih apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Kalau Allah nggak kasih pantai diperjalanan kali ini, berarti Allah nyuruh aku menikmati ciptaan-Nya yang lain. Allah juga nyuruh aku belajar banyak hal diperjalanan kali ini.

Trimakasih Ya Allah. Semoga kedepannya, akan banyak perjalanan luar biasa yang Engkau berikan. Gunung Medan ini masih didaerah Damas Raya. Kalau menurutku sih nggak terlalu terkenal, tapi cukup worth it untuk dikunjungi.

Baca juga: Koboko Waterfall


Untuk tiket masuknya, 10 ribu perorang, tapi kami nego, akhirnya 20 ribu semobil, padahal di mobil kami ramai. Jadi Gunung Medan ini semacam gunung yang harus kita daki. Entar dipuncak tertingginya, kita bisa lihat pemandangan indah dari atas.

Iya, semacam ngedaki gunung gitu. Lupa berapa mdpl-nya, pokoknya lumayan tinggi. Untungnya bisa diakses sampai puncak pakai mobil, walau jalan ngedakinya serem banget. Rasa-rasa mau masuk jurang gitu, tapi Alhamdulillah kami selamat sampai tujuan.

Setelah ngelewati jalanan yang suram untuk sampai puncak, kira-kira hampir setengah jam-an, kami bisa menikmati indahnya pemandangan. Lukisan Allah nan indah. Ah, Sumbar memang salah satu surganya Indonesia.

Saat sampai puncak dan ngelihat pemandangan indah gini, pikiran jadi tenang. Aku narik nafas dalam-dalam, trus buang. Serasa semua beban itu diangkat. Serasa nyaman banget. Di atas puncak juga, aku merenung tentang berbagai hal. Tentang akan dibawa kemana hidup ini. Selain itu, berpoto tentu saja tak ketinggalan.
 
Pemandangan dari puncak Gunungmedan
Pemandangan dari puncak Gunungmedan
Gunungmedan

  
Gunungmedan
Naufal-Naila

Bukannya aku alay yang harus berpoto disetiap tempat. Bagiku, poto, video, dan tulisan adalah pengikat kenangan. Kita memang nggak akan pernah bisa mengulang kenangan. Pun, jika kita pergi ketempat itu lagi untuk yang kedua kalinya, pengalaman yang akan dirasakan pasti berbeda dengan yang pertama.

Tak ada pengalaman yang bisa ‘dirasakan’ dua kali, walaupun ditempat yang sama bersama orang yang sama. Makanya butuh pengikat kenangan. Jika kelak kita tua nanti dan ingin nostalgia, kita bisa melihat poto. Bisa melihat video, dan membaca tulisan yang sudah ditulis.

Semua kenangan itu juga akan bisa kita perlihatkan dan ceritakan kepada anak cucu. So, jangan ngejudge orang yang suka berpoto ya saat dalam perjalanan. Daripada sibuk menjudge orang, lebih baik memfokuskan diri sendiri untuk mengejar impian.

Oke mungkin segini dulu. Di Gunung Medan memang cuma ada pemandangan itu, bisa dilihat dipoto yang aku share ya. Cocok buat kamu yang ingin mencari inspirasi atau butuh menenangkan diri. Segini dulu. Salam sayang, @muthihaura1.
Minggu, 1 Juli 2018. 18.39 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

4 komentar:

  1. wah, tempatnya sejuk dan nyaman ya muti

    BalasHapus
  2. asik mba tempatnya pengen banget piknik aku jadinya

    BalasHapus
  3. wah pastinya hijau dan menyejukan mata

    BalasHapus
  4. Tempatnya itu langsung ngadep sunset yah mbak? atau sunrise.
    Dari fotonya keliatan banget suasana di bawahnya masih asri gitu, kayak hutan.

    BalasHapus