Operasi Usus Buntu

14.12 Muthi Haura 1 Comments


Hidup itu penuh misteri. Terkadang apa yang kita rencanakan, Allah ubah rencana itu dengan sangat mudahnya. Kita bilang A, kalau Allah nggak ngizinin, ya nggak bakal terjadi. Memang dalam hidup, manusia bebas berencana, manusia bebas membuat planning A B C dan D, tapi tetap saja, Allah yang nentuin akan seperti apanya.

Tugas kita sebagai manusia hanya bisa melakukan yang terbaik semampu kita. Tepat malam Jum’at 9 Agustus lalu, adik aku si Intan kambuh lagi penyakitnya. Diantara kami berenam, memang Intan yang bisa dibilang sejak kecil ‘berpenyakit’. Dia asma. Makanya sejak kecil, dia juga cenderung di manja.

Bahkan untuk kerjaan rumahpun, nggak banyak yang bisa dia lakuin. Pokoknya kalau nggak dituruti apa yang dia mau, dia bisa nangis. Kalau nangisnya udah kelewatan, asmanya kumat. Makanya sebisa mungkin dirumah itu, jangan sampai bikin dia nangis. Diapun jadi jarang dimarahi oleh mendiang kedua orang tuaku.


Alhasil dia jadi anak yang punya pola hidup bisa dibilang kurang sehat. Begadang main hape sampai larut malam udah biasa dia lakuin. Tidur sampai siang. Nggak pernah olahraga. Jarang makan pagi. Kalau nggak suka apa yang aku masak, dia bakal makan diluar dan beli mie. Kemana-mana kalau jalan sama temannya, suka banget beli mie ayam atau bakso atau makanan jankfood lainnya. 

mie ayam
mie ayam. source: google


Jarang juga dia minum air putih. Nah pas dirumah sakit kemaren itu, setelah asmanya diobati, dia diharuskan nginap untuk kemudian di USG. Setelah hasil USG keluar, dia positif usus buntu dan harus di operasi. Otomatis, aku dan adik kedua aku si Raihan harus ganti-gantian buat jagain dia.

Padahal sejak almarhum aba meninggal, aku rasanya nggak pengen kembali lagi kerumah sakit. Trauma itu masih ada. Tapi qadarullah, Allah berkehendak lain. Tepat dihari Senin 13 Agustus jam 9, Intan di operasi. Awalnya dia nolak di operasi, katanya takut. Tapi aku udah menandatangani berkas operasinya. Aku mewakili keluarga, setuju untuk dia dioperasi.

Sebenarnya usus buntu Intan bisa dibilang nggak terlalu parah. Dokter bilang masih bisa diobati pakai obat, tapi nggak mungkin dia minum obat-obatan teruskan? Lagian kalau nunggu ususnya sampai pecah dan nyebar ke usus-usus lainnya, itu lebih parah lagi dan harus dilakukan operasi emergency.


Operasi dimulai jam Sembilan, Intan baru balek ruangan jam satu siang. Dia di bius dari pinggang sampai lutut sebelah kanan. Jadi bagian yang dibius itu nggak bisa digerakin selama empat jam lebih. Mau nggak mau, dia BAK atau BAB aku yang nampung dan bersihin. Jadi keingat almarhum aba yang dulu aku juga bersihin BAB dan BAK-nya.
 

usus buntu
Ini usus buntu yang udah dioperasi
Alhamdulillah pengalaman yang berguna itu. Mana tau dibutuhkan lagi suatu saat nanti, tapi jangan sampai lagilah hehe. Alhamdulillah juga hari ini Intan udah boleh pulang. Operasinya berhasil, tinggal masa pemulihan. Mungkin ada yang nanya, Mut selama kejadian, kok nggak ada cerita-cerita? Story WA dan IG-nya kaya nggak terjadi apa-apa?

Bukannya nggak mau cerita, hanya saja, aku emang nggak suka ngelihat ‘lemah’nya aku didepan orang lain. Aku nggak ingin orang lain ngelihat aku susah. Biarlah orang lain lihat happy-nya aku lewat media sosial agar bisa jadi doa dan kemudian Allah kasih terus-terusan kebahagiaan. Amin!

Trus sekarang kenapa diceritain? Karna semuanya udah berlalu. Aku ingin lewat postingan ini, orang-orang bisa sadar, bahwa sehat itu mahal. Sehat itu enak. Lebih baik menjaga daripada mengobati. Aku dan Raihan juga udah ngingetin adik-adik aku berkali-kali untuk ikutin pola hidup sehat ala Islam. Bangun pagi, olahraga, nggak begadang, banyak minum air putih, dan lain sebagainya.

Kamu nggak harus ngerasain sakit dulukan untuk menghargai betapa nikmatnya sehat itu? Kalau aku nggak mau. Aku udah ngelihat betapa nggak enaknya sakit. Emang sih sakit itu penggugur dosa, tapi itu bukan satu-satunya cara. Selama berada dirumah sakit, aku belajar banyak hal. Banyak sekali.

Dirumah sakit aku bertemu berbagai macam orang dengan ragam sifatnya. Ada yang care, ada yang judes, ada yang bodo amat dengan orang lain. Aku juga ngelihat dan mendengar rintihan-rintihan kesakitan. Ada yang tengah malam mengeluh-ngeluh sakit sampai berteriak-teriak. Ada yang memaki-maki karna rasa sakit.

Ada yang menangis meraung-raung. Banyak deh. Aku lagi belajar nerapin pola hidup sehat dengan olahraga tiap Kamis dan Minggu. Ngurangi makan diluar juga dengan ikutan food preparation agar lebih semangat masak. Ngurangi makan bergula. Bangun pagi dan mandi pagi, juga mandi sore.

Pokoknya sebisa mungkin ngerawat diri. Doain aku sehat selalu ya dan semoga kamu juga. Ayo terus belajar memperbaiki diri. Allah nggak akan ngerubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu ngerubah nasibnya sendiri. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Rabu, 15 Agustus 2018. 16.11 WIB.


Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. Untungnya Intan punya mbakyu yang sabar dan mau jagain ya. Tetapi memang betul, lebih mencegah daripada mengobati. Kalau bisa hidup sehat, lebih baik hidup sehat. Semangat ya, mbak.

    BalasHapus