[Review]: Rentang Kisah

07.00 Muthi Haura 2 Comments


Usiaku 23 tahun. Bukan usia remaja lagi memang. Sejak kecil, aku suka membaca. Hal ini mungkin memang ditanamkan oleh almarhum kedua orang tuaku pada anak-anaknya. Terbukti, setiap liburan sekolah, almarhum aba selalu mengajak kami ke took buku. Rasanya diajak ketoko buku itu udah liburan paling mewah.

Nyampai ditoko buku, kami cuma diperkenankan memilih satu buku yang paling kami suka. Ya, cuma satu karna kurangnya budget. Kebiasaan-kebiasaan yang diajarkan kedua orang tuaku membentukku dan adik-adikku sampai saat ini. Alhamdulillah bisa dibilang, aku dan adik-adik lumayan cukup berprestasi disekolah.


Buku yang paling suka kubaca juga adalah tentang kisah hidup orang lain. Ya, aku suka baca biografi perjalanan sukses seseorang. Menurutku, membaca biografi seseorang mengajarkanku tentang banyak hal. Aku juga bisa meminimalisir kesalahan yang pernah si tokoh alami agar tidak terulang dikehidupanku.

Dari kisah hidup orang lain juga, aku mengambil kesimpulan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, butuh perjuangan. Butuh usaha. Butuh kerja keras. Tidak ada impian yang didapatkan dengan hanya bermalas-malasan. Tidak ada impian tanpa perjuangan.

Nah, buku biografi yang baru selesai beberapa bulan lalu kubaca dan baru sempat ku review sekarang adalah buku Rentang Kisah. Buku ini kisah hidup seorang Gitasav dan ditulis langsung olehnya. Kayanya, kebanyakan orang udah mengenal siapa itu Gitasav bukan?

cover rentang kisah



Yap, Gitasav adalah nama singkatan dari Gita Savitri Devi. Aku mengenalnya sudah lumayan lama lewat blog dan youtube yang ia kelola. Aku membeli buku ini karna aku terkagum-kagum dengan pemikiran perempuan lulusan Kimia Murni di Freie Universitas Berlin Jerman. Menurutku, dia perempuan yang open minded. Dia berpikiran out of the box.

Jarang aku menemukan perempuan yang pemikirannya seluas Gitasav, juga Najwa Shihab. Aku selalu kagum dengan perempuan-perempuan independent yang punya pemikiran luar biasa. Yang mampu mengalahkan asumsi lelaki bahwa perempuan itu lemah dan terbelakang.

Baca juga: Meet Najwa Shihab

rentang kisah

 
Tulisan-tulisan Gitasav di blognya juga termasuk kritis. Iya menuliskan apa yang ia rasa dari sudut pandangnya. Begitu juga vlog-vlognya yang kadang membahas suatu topik. Dari caranya berbicara saja sudah memperlihatkan betapa pintarnya seorang Gitasav.

Aku kalau suka sama seseorang, aku pasti ngepoin semua sosial medianya dan kalau ia nulis buku, akupun akan beli. 10 September 2018 lalu, akhirnya buku Rentang Kisah ini fix jadi milikku. Aku bakal review dulu dari covernya. Aku suka covernya, kombinasi warna kesukaanku, biru. Dari covernya secara nggak langsung menceritakan bahwa hidup itu nggak Cuma ‘putih’ aja, nggak Cuma ‘hitam’ aja. 

rentang kisah



Ada kalanya kita ngerasain pahitnya hidup. Ada kalanya kita ngerasain manisnya. Kita nggak akan bisa memilih satu hal saja, karna dari keduanyalah kita bisa belajar tentang banyak hal. Buku ini terdiri dari 107 halaman dengan beberapa gambar didalamnya. Rentang Kisah sendiri diterbitkan oleh Gagasmedia.

Kalau boleh jujur, buku ini diluar ekspetasiku. Aku berpikiran buku ini bakal ‘waw’ banget dan menceritakan secara lebih detail serta lebih ‘kritis’, tapi ternyata tidak terlalu. Kurang berasa ‘Gitasav’-nya. Yang aku kurang sukanya juga, dibab-bab awal, Gitasav menuliskan dirinya dengan kata ‘aku’ dan itu nggak dia banget.

Gitasav di tulisan blog dan youtubenya selalu memanggil dirinya dengan sebutan ‘gue’. Baru dibeberapa bab terakhir, Gitasav memanggil dirinya ‘gue’. Memang sepele, tapi berasa banget bagi aku pribadi. Bukan berarti aku bilang buku ini nggak bagus, nggak sama sekali.

Buku ini tetap memiliki banyak pelajaran berharga tentang keihklasan, tentang doa orang tua, tentang bagaimana kuliah di Jerman, dan lain sebagainya. Buku ini juga mengajarkan perihal keikhlasan. Ikhlas mengikuti setiap keinginan orang tua, karna Gitasav percaya tanpa doa orang tua, segigih apapun ia memperjuangkan impiannya, ia tidak akan mendapatkan impian tersebut.

Terbukti, ‘restu’ orang tuanya mengantarkan seorang Gitasav hingga bisa seperti saat ini. Rentang Kisah cocok dibaca untuk remaja belasan tahun, apalagi yang baru-baru lulus SMA dan galau akan masa depan. Bagi yang sudah melewati masa-masa remaja, kisah yang disuguhkan Gitasav, dibeberapa bagian kamu pasti juga pernah mengalaminya.

Ada satu paragraph yang paling aku suka dibuku ini. Begini isi paragrafnya: “Terakhir, aku ingin berterimakasih kepada diri sendiri. Terimakasih karena kamu selalu mencoba untuk optimis. Sering kali, hidup berjalan tidak seperti yang kamu mau, tidak semulus yang kamu harapkan, tapi aku senang karena kamu nggak lantas berhenti. Kamu jalan terus. Bahkan, kamu berjalan dengan kepala tegak dan bibir yang tersenyum. Tetaplah seperti itu, karena aku yakin di depan cobaan akan lebih gila lagi. Thank you life, for being such a roller coaster. Thank you for being my greatest teacher.”

Buku ini lumayan mengajarkan banyak hal. Untuk baca selengkapnya, kamu bisa beli buku ini di Gramedia ya. Ayo semangat menggapai mimpi. Gitasav saja bisa, kita juga pasti bisa. Segini dulu review rentang kisah dari aku. Salam, @muthihaura1.
Minggu, 9 September 2018. 19.19 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Aku udah beli dan baca buku ini dari lama. Aku ikut PO soalnya, tp belum smpet ngereview. Aku setuju bgt penggunaan kata ganti yg bukan "gue" itu nggak Gitasav bgt ya?
    Overall bagus sihh ku suka isinya

    BalasHapus
  2. Wah saya termasuk telat ngepoin Gita tp part segigih apapun ia memperjuangkan impiannya, ia tidak akan mendapatkan impian tersebut.menurut saya klo ortunya baik ya gpp tp klo nyuruh ngehutang buat nikah dipuji org lebih baik ga diokutin hihi

    BalasHapus