Tentang Ilmu Komunikasi UIN Suska

11.33 Muthi Haura 2 Comments


Tentang ilmu komunikasi UIN Suska- Seharusnya tulisan ini aku up hari Kamis kemaren, tapi entah kenapa dalam waktu seminggu ini, aku lebih sering melalaikan tugas. Lebih sering melalaikan kewajiban. Dalam seminggu ini, to do list yang udah aku tulis, banyak yang nggak terselesaikan dengan baik.

Gondok dan kesal dengan diri sendiri, tapi ya bisa apa lagi? Ngemarahi diri sendiri juga bukan solusi untuk mengubah semuanya. Cara satu-satunya ya berubah. Mulai lagi menekankan diri untuk keluar dari rasa malas. Mulai nyoba menantang diri untuk keluar dari zona nyaman.

Kali ini aku pengen sharing tentang ilmu komunikasi UIN Suska. Sebenarnya, kayanya dipostingan-postingan lama, aku udah banyak sharing tentang kampusku, bisa dicek-cek aja dengan klik #IlkomClass atau #MondayClass.

komunikasi
Berkomunikasi. source: google



Berhubung masih ada yang nanya via e-mail, maka akan aku jawabin lewat postingan blog ini. Kenapa nggak ngejawab langsung lewat e-mail sipenanya, Mut? Gini, aku punya media sharing berupa blog. Rata-rata semua hal yang aku tau, bakal aku sharing diblog. Kalau aku jawabin via e-mail dan langsung kepenanya, otomatis teman-teman yang lain atau yang membutuhkan informasi ini nggak akan mengetahui jawaban aku kan?

Beda halnya kalau aku sharing di blog. Nggak Cuma si penanya yang bisa baca, tapi juga teman-teman yang membutuhkan lainnya bisa membaca. Ibarat kata, sekali mendayung dua tiga pulau terlampau. Dan lagi, kalau aku Cuma jawab ‘face to face’ dengan sipenanya, entar kalau ada yang nanya hal serupa lagi, berarti aku harus ngulang jawab dong kan? 

Baca juga: Ilmu Komunikasi



Gitu deh pokoknya. Semoga ngerti dan kata-kata aku nggak belibet hehe. Oke deh langsung aja, jadi aku dapat pertanyaan dari Arya via e-mail. Dia nanya gini: “Assalamua’laikum kak. Saya Arya. Salam kenal ya kak. Mau nanya nih, kak. Passing grade di Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska tinggi nggak kak? Ada kemungkinan nggak kalau saya daftar bisa di terima? Trus kak, apa aja sih kesulitan yang kakak alami di Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska? Sekian ya kak. Mohon balas e-mail saya ya kak, soalnya saya mau tamat angkatan 19. Butuh banyak informasi untuk masuk kuliah ya kak. Makasih ya kak. Wassalam.”


pertanyaan tentang ilkom
Pertanyaan
Hai Arya, trimakasih ya sudah bertanya. Teman-teman lainnya juga bisa bertanya ke aku. Kalau aku ngerti, In syaa Allah akan aku jawabin. Kalian bisa tanya lewat dm instagram atau e-mail ya. Free kok, tapi jangan lupa follow sosial media aku ya wkwk. Biar aku semangat gitu.

Oke langsung aja aku jawabin plus aku kasih gambaran tentang Ilmu Komunikasi UIN Suska menurut pandanganku dan pandangan beberapa teman yang juga kuliah di Ilmu Komunikasi UIN Suska. Langsung saja, check this out:

Aku Muthi Haura, alumni Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska angkatan 2013. Aku baru lulus April 2018 lalu. Yap, masih fresh graduated. Aku lulus melalui jalur SNMPTN. Kalau kamu tanya, apakah UIN Suska menjadi kampus incaranku saat lulus SMA? Dengan jujur aku akan jawab, tidak. 



Seperti halnya teman-temanku di MAN 2, aku memiliki impian berkuliah di UGM, Unpad, dan kampus-kampus yang bisa dikatakan ‘populer’ lainnya. Tapi karna satu dan lain hal, jalan takdir mengantarkanku dikampus ini, UIN Suska Riau. Apa aku menyesal? Sama sekali nggak.



Kalau kamu tanya passing grade Ilmu Komunikasi UIN Suska, aku sama sekali nggak tau. Seingat aku untuk 2017 itu passing gradenya 25,3%. Agar tidak salah informasi, kamu bisa searching di websitenya UIN Suska atau di google.  Dan kalau kamu tanya apakah kamu bisa lulus di Ilmu Komunikasi UIN Suska, why not? Semua orang punya kesempatan, asalkan kamu bisa berikan yang terbaik, kamu pasti bisa lulus.

Di tahun pertama perkuliahan, seperti mahasiswa baru mahasiswa baru lainnya, aku mengalami dilema. Aku mengalami banyak ketakutan-ketakutan, terlebih lagi, aku orangnya pemalu, jadi untuk survive di jurusan yang dituntut untuk banyak ngomong itu butuh perjuangan juga. Aku selalu ‘memaksa’ diri disetiap mata kuliah, aku harus bertanya atau menyanggah atau bahkan menyatakan pendapat. Sampai akhirnya itu semua menjadi kebiasaan bagi aku sendiri. Kayanya disemua mata kuliah aku selalu bertanya deh dan nggak pernah ceritanya duduk dibangku belakang.

Bukannya nyari muka. Duduk dibangku belakang itu bikin ngantuk dan menghilangkan konsentrasi, sedangkan aku nggak punya banyak waktu belajar karna aku disibukkan dengan kesibukan organisasi dan bersihin rumah plus memasak. Semester tiga, aku ngambil konsentrasi Broadcasting. Parahnya, aku sama sekali nggak punya ‘alat’. Aku nggak punya kamera untuk ngerekam, aku nggak punya laptop yang bisa buat editing video, aku nggak punya tripod dan segala ‘perlengkapan’ ala anak brocasting.
 


Susah sih, soalnya harus nebeng-nebeng ke teman. Tapi disana pula tantangannya. Buktinya aku tetap bisa lulus dengan IPK 3,62. Beda 0,01 dengan pemuncaknya Ilmu Komunikasi haha. Intinya sih bukan tentang alat, tapi kemaun. Dikelas juga lebih seringnya teori, padahal anak broadcasting itu harusnya ‘terjun’ langsung. Bahkan disaat aku kuliah, labor broadcastingnya nggak ada.

Lebih lengkap malah labornya Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah. Ada sih sekrenya radio UIN Suska dan Suska TV, tapi nggak bisa dipakai bebas oleh mahasiswa broadcasting. Sayang sekali ya. Seharusnya anak broadcasting itu punya labornya tersendiri. Oya, aku juga ada sharing dengan teman-teman Ilmu Komunikasi. Aku share juga disini. Ini nih beberapa pengalaman mahasiswa Jurusan  Ilmu Komunikasi dari perwakilan tiap konsetrasi dan dari angkatan berbeda.

Laila Muqaddasa
@lailamuqaddasa


Selama mengenyam pendidikan di UIN Suska, wadah untuk menyalurkan minat bakat dibidang Ilmu Komunikasi itu banyak. Kalau mau serius belajar broadcasting, bisa ikutan Suska FM atau Suska TV. Tertarik photography bisa ikutan Cofa. Pengen belajar jurnalistik, gabung di LPM Gagasan atau di Komunika. Kalau anak Public Relations bisa gabung di sanggar public relation.

Untuk Sumber Daya seperti dosen. Ilmu Komunikasi UIN Suska juga sudah memiliki dosen yang professional, walau nggak semuanya. Relasi Ilmu Komunikasi UIN Suska menurutku masih kurang luas. Ilmu Komunikasi UIN juga masih kurang prestasinya dan tiap semester bayar uang pratikum untuk yang non UKT, padahal nggak ada pratikum. –Laila Muqaddasa. Ilmu Komunikasi UIN Suska Angkatan 2013 Konsentrasi Public Relations.

Yap, aku setuju sama Laila. Wadah pengembangan Ilmu Komunikasi di UIN lumayan lengkap, tapi itu tergantung kamu mau bergabung di organisasi tersebut atau tidak, karna organisasi-organisasi itu tidak termasuk dalam kurikulum pembelajaran.

Adrial Ridwan
@adrial_r

Menurut aku, tembat belajar atau labor komunikasi UIN itu udah lengkap. Tinggal mahasiswanya mau maju atau nggak lagi. Komunikasi UIN juga salah satu jurusan favorit di UIN, tapi dosennya menurutku masih banyak kurangnya. Professor di komunikasi juga kurang. Belajar juga masih awut-awutan, kadang masuk kadang nggak. –Adrial Ridwan. Ilmu Komunikasi UIN Suska Angkatan 2015 Konsentrasi Jurnalistik.

Azizah Sipayung
@azizahsipayung


Komunikasi UIN Suska punya laboratorium Suska TV dan Suska FM, tapi nggak bisa dipakai. Laboratorium itu hanya untuk mahasiswa-mahasiswa yang tergabung di organisasi tersebut yang nerima anggota dari berbagai fakultas. Jadi mahasiswa yang bukan bagian dari organisasi tersebut merasa kurang nyaman berada di lab. Pas praktek juga malah diluar, bukan di lab dengan alasan jam operasional organisasi tersebut nggak bisa diganggu. –Azizah Sipayung. Ilmu Komunikasi UIN Suska Angkatan 2016 Konsentrasi Broadcasting.

Dari urain aku di atas, udah mendapatkan gambaran bukan terkait Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau. Disini aku bukan bermaksud menjelek-jelekan kampus sendiri. Sama sekali nggak. Aku hanya menjabarkan, apa yang perlu kamu tau dan mungkin bisa jadi pertimbangan buat kamu. Terlepas dari semua itu, Ilmu Komunikasi UIN Suska menurutku adalah salah satu tempat terbaik.

Aku dibentuk dari sana. Dan aku sampai dititik ini, karna aku belajar banyak hal dari kampus ini. Karna aku juga selalu percaya bahwa bukan kampusnya yang bikin seseorang itu sukses, tapi diri orang itu sendiri. Percuma, kamu masuk kampus ‘bagus’ yang punya laboratorium super lengkap tapi kamunya sendiri malas-malasan, sama aja nggak.

Kamu mau sukses atau tidaknya, diri kamu sendiri yang nentuin. Semua hal diluar diri, baik itu kampus atau alatnya, itu semua hanya penunjang. Pilihan itu hanya ada pada dirimu sendiri. Oke segini dulu. Semoga bermanfaat. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Minggu, 9 September 2018. 17.33 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Secara umum lulusan ilmu komunikasi apa untuk humas gitu yah mba ?

    BalasHapus