Belajar dari Youtuber Rahmawati Kekeyi

10.30 Muthi Haura 1 Comments


Hidup tak akan pernah memandang siapa kamu. Mau kamu cantik, kaya, pintar, nggak berpunya sekalipun, hidup tetap akan berjalan. Hidup tak akan pernah mendengar kata ‘tunggu’, sekuat apapun kamu berteriak tunggu. Hidup akan terus berjalan. Tak peduli apapun dan tetap pada porosnya.

Namanya Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka. Seorang youtuber yang baru ‘naik daun’ karna salah satu video make upnya yang viral. Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu, salah satu video Rahmati di share banyak akun, baik itu lewat story WA, Ig, dan lain sebagainya.





Aku sendiri pertama kali lihat videonya itu dari adik di organisasi lewat story WA temannya yang ia tunjukan. Setelah itu beruntun story-story di WA teman-teman lainnya, trus juga story instagram. Aku pikir awalnya, Rahmawati masih SD dan masih sekecil itu dia udah bermake up, ternyata aku baru kalau dia sudah berumur 23 tahun. Hanya saja badan, suara, dan wajahnya baby face.


She is cute. Dalam beberapa hari saja, akun youtubenya udah di subscribe 66 orang. Penontonnya juga udah mencapai ribuan. Ya, hanya dalam hitungan hari, perempuan yang seumuran dengan aku itu bisa mendapatkan banyak penonton untuk semua videonya, termasuk video yang telah lama ia upload.

Terhadap semua video-videonya, ada yang berkomentar positif, banyak juga yang negative. Namanya juga netizen yang merasa maha benar sehingga dengan ‘mudahnya’ berkomentar negative tentang hidup orang lain. Hey, kamu yang suka berkomentar tidak-tidak. Coba pikirkan, bukan hanya kamu didunia ini yang punya hati. Orang lain juga punya hati dan orang lain juga punya mulut serta tangan untuk berkomentar.

Kamu hanya tau nama orang itu. Tidak dengan cerita hidupnya. Jadi berhentilah untuk berkomentar negative. Berhentilah untuk menjudge hidup orang lain. Dari seorang Rahmawati, aku belajar banyak hal. Aku belajar untuk melihat sesuatu tidak dari satu sisi. Oke, akan aku jabarkan secara rincinya disini, check this out:




Pertama, dari Rahmawati, aku belajar untuk menerima diri sendiri. Rahmawati bukan manusia yang sempurna. Ia tak secantik beauty vlogger Tasya Farasyha atau Suhay Salim atau Richard Godrad. Ia tidak memiliki badan sebagus Yulia Balsthun atau Shely Che atau Ria SW.

Tidak, dia tidak memiliki itu semua, begitu juga aku, tapi yang aku kagumkan, dia bisa menerima diri dia sendiri. Kelihatan kok kalau dia bisa menerima dirinya sendiri lewat video yang ia upload. Lewat bagaimana cara ia berbicara disetiap videonya.

Yang kedua, karna Rahmawati bisa menerima dirinya sendiri, ia terlihat percaya diri. Hal yang mungkin akupun nggak bisa lakuin. Jujur, kalau bisa dibilang, aku masih belum terlalu bisa percaya dengan diri aku sendiri. Aku masih takut-takut ketemu orang baru. Aku masih tidak pede saat berada dikomunitas baru.

Ya, aku secemen itu dan aku salut dengan Rahmawati. Yang aku pelajari, intinya sih, apapun yang ingin dilakuin selagi itu semua berbentuk positif, kamu harus percaya diri. Kalau bukan diri sendiri yang percaya dengan diri kamu sendiri, lantas siapa lagi? Siapa lagi yang akan diharapkan untuk percaya?

Ketiga, dari Rahmawati aku belajar bahwa jangan pernah malu untuk mencoba. Apapun yang kamu inginkan, selagi itu positif, coba aja! Nggak usah peduliin kata-kata orang. Nggak usah dengerin kata-kata orang. Toh, orang-orang itu nggak kasih kamu makan kan?

Terkadang orang-orang berkomentar hanya untuk memuaskan ego dirinya sendiri. Kalau kamu suka beauty, tapi ngerasa nggak pede untuk terjun ke dunia beauty karna kamu ngerasa kamu nggak cantik, cemen! Ah, ini sebenarnya kalimat buat diri aku sendiri.

Iya, aku tertarik dengan dunia beauty. Aku suka semau hal tentang beauty, apalagi terkait skincare. Aku tau, aku nggak cantik, trus masalah kalau aku suka beauty? Masalah kalau aku jadi beauty blogger? Nggak kan? Selagi itu passion aku. Aku suka ngejalani itu, why not?

Baca juga: Beauty


Peduli banget kata orang ah. Toh apa yang aku lakuin positif kok. Nggak ngerugiin orang lain juga. Trus yang keempat, dari Rahmawati, aku juga belajar untuk tidak gampang nyerah. Kalau nyoba sekali, jatuh, ya udah bangkit lagi. Kalau nyoba sekali, salah, ya ulangi lagi sampai benar.

Selagi kamu yakin dengan apa yang kamu tuju. Dengan apa yang kamu cita-citakan, ya udah jalani apapun hambatannya. Jatuh sekali itu bukan rintangan. Salah sekali itu bukan halangan. Seperti halnya Rahmawati yang udah lumayan lama jadi youtuber, tapi baru sekarang ia benar-benar dikenal.

Dan yang kelima a.k.a yang terakhir, dari Rahmawati aku belajar dan percaya bahwa semua perempuan itu cantik. Semua perempuan itu terlahir dengan kecantikan yang berbeda-beda.

Baca juga: Cantik itu… ?

anime cantik
Kamu cantik. source: google


Tak peduli berapapun tinggi badanmu, beratmu, warna kulitmu, jerawat atau tidaknya pipimu, percayalah, kamu cantik! PR-nya hanya satu, kamu bisa atau tidak merawat kecantikan yang sudah kamu miliki itu. Kamu bisa atau tidak menjaga apa yang sudah Allah titipkan itu.

Be yourself girls! Jadilah diri sendiri. Rajinlah selalu untuk belajar dan mengembangkan skill. Percayalah dan rawatlah dirimu sendiri, maka kamu akan benar-benar terlihat ‘cantik’. Cantik bukan tentang standar yang sudah ‘didoktrin’ media, tapi cantik saat kamu berhasil mencintai dirimu sendiri dengan semua apa yang kamu punya.

Oke deh, mungkin segini dulu dari aku tentang belajar dari sosok youtuber Rahmawati Kekeyi Putri Cantikka. Semoga bermanfaat. Kalau dari kamu sendiri, apa sih yang kamu pelajari dari sosok Rahmawati Kekeyi? Sharing ya. Salam, @muthihaura_blog.
Sabtu, 3 November 2018. 12.11 WIB.




Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. semoga sang adik youtuber tak patah arang hanya mendengar celotehan negatif oknum hater yang tak senang dengan usaha mengembangkan dirinya.

    BalasHapus