Suka Duka Sebagai Blogger

07.00 Muthi Haura 3 Comments

“Mut, enak ya dapat barang-barang gratis mulu”, “Muthi ni nggak ada kerja apa-apa, tapi uangnya banyak”, “Berapa penghasilan dari ngeblog tu sebulan? 5 jutaan keataslah ya?”, “Enak, tinggal nulis dapat uang”, “Pengen jugalah, Mut!”

“Ajarin dong gimana caranya”, “Kak Muthi ni pengangguran tapi uangnya banyak”, “Bagi-bagilah barang gratis tu”, “Berapa adsense dapat perbulan?”, dan bla bla bla bla. Sering banget aku dengar komentar kaya gitu. Hampir semua teman-teman disekitarku ngomong kaya gitu.

Kalau ditanya jadi blogger atau istilahnya ‘bekerja’ di sosial media itu enak apa nggak? Bohong kalau aku bilang nggak enak. Enak banget malah! Tapi ya namanya kerja, suka dukanya itu pasti ada. Pasang surutnya itu pasti ada.

Kadang jenuh kadang bosan, ya namanya ‘kerja’. Aku rasa, semencintai apapun seseorang dengan kerjaannya, pasti ada kadang dia ngerasa bosan dan jenuh. Manusiawilah ya. Tapi, kalau bagi aku pribadi, sebosan apapun aku, aku In syaa Allah tidak akan memilih ‘pergi’.




mengetik
source: google

Menulis itu hidup aku. Aku udah dapetin banyak hal dari menulis. Iya, semencintai itu aku dengan menulis, juga dunia blogging. Sejak memutuskan untuk konsisten ngeblog dipertengahan 2013 saat menunggu babak awal kuliah, aku tidak pernah hiatus ngeblog sampai saat ini.

Baca juga: Perjalanan menulisku
Baca juga: Perjalanan ngeblogku

Ya, bisa dibilang, aku udah ngeblog hampir lima tahunan. Semua yang aku dapat saat ini kalau dibandingkan dengan blogger-blogger ‘hebat’ lainnya, aku masih dalam tahap ‘membangun’. Tapi tetap Alhamdulillah. Aku akan terus belajar dan mengembangkan diri.

Nah, kali ini, aku pengen sharing apa saja suka duka sebagai blogger. Mungkin untuk awalan, dukanya dulu deh. Pertama, dukanya itu, aku susah menjelaskan apa pekerjaanku jika ada yang bertanya, terlebih keluarga.

Kadang lagi ngumpul keluarga itu, banyak yang nanya seputar kerjaan. Kalau aku jawab blogger, mereka juga nggak paham. Dijelaskanpun kadang mereka nggak paham. Mereka mungkin lebih mengerti jika aku bilang mungkin kerjaanku sebagai PNS, entah guru, dosen, dan lain sebagainya.

Pernah sih aku jelasin perihal blogger, tapi pada nggak mudeng juga dan mungkin mereka mengganggap, blogger bukan prospek yang bagus untuk dijadikan kerjaan tetap. Nggak niat nyari kerjaan tetap, Mut? Untuk saat ini belum kepikiran. Aku masih ingin focus ngembangin blog ini, ngembangin youtube juga. Ngembangin komunitas dan berbisnis.

Kedua, dukanya itu sering banget di judge pamer. Ya namanya blogger kan yang erat banget kaitannya dengan sosial media, jadi apa-apa di post di sosial media. Kadang sering banget mungkin ada yang mikir aku pamer. Bukan maksud pamer sih, tapi lebih ke menunaikan kewajiban kepada pemberi job bahwa salah satu syaratnya itu bakal di post di sosial media.

beauty blogger
source: google

Sosial media juga bagi seorang blogger itu berguna untuk membangun personal branding. Kalau dia travel blogger, ya rata-rata isi postingan sosial media dia ya seputar travelling. Kalau dia food blogger, ya isi postingan dia seputar makanan yang dia makan, entah itu ditempat mewah atau di kaki lima sekalipun.

Gitu juga dengan beauty blogger yang rata-rata isi sosial medianya seputar produk-produk hits yang ia dapat. Kalau blog aku karna isinya gado-gado yang biasa dikenal dengan ‘lifestyle blogger’, ya kadang aku posting tentang travelling, tentang produk skincare atau make up yang aku dapat, kadang post tentang makanan.

Tuntutan kerjaan itu. Bukan bermaksud pamer aku mah. Gini deh, kalau dokter gigi memperlihatkan alat-alat giginya, apa dia disebut pamer? Ya nggak kan! Dari alat-alat itulah orang bisa menilai kalau dia seorang dokter gigi.

Ketiga, dikira banyak uang. Untuk masalah fee, sebenarnya ini agak sensitive bagi blogger. Ditanyain tentang ini bikin kesal sebenarnya. Untuk diketahui saja, fee seorang blogger itu kalau lagi ‘banyak’ jobnya jutaan nyampai sebulan. Sejuta, dua juta, tiga juga, dan juta-juta lainnya nyampai.

Baca juga: Etika menerima job bagi blogger

Kalau lagi sepi job, paling ratusan, tapi In syaa Allah 500 itu pasti ada. Nah segitu, dikira-kirain aja deh feenya sekitar berapa ya. Jangan tanya lagi hehe. Dan juga perlu diketahui, fee blogger itu agak lama cairnya. Selesai kerjaan bukan langsung cair gitu aja. Kadang harus kudu nunggu berbulan-bulan.
Tapi idealnya sih biasanya sebulan setelah kerja langsung cair. Keempat, kalau lagi deadline mumet banget. Sebenarnya semua kerjaan mah kalau lagi deadline emang mumet sih. Kelima, dukanya itu bikin laporannya ngejelimet.

Itu aja sih dukanya yang aku rasain. Kalau sukanya mah banyak. Banyak banget malah. Aku pernah sharing disini alasan dan tips ngeblog ala aku. Alasan-alasan itu termasuk sukanya. Tapi baiklah akan aku jabarin juga disini. Sukanya pertama, kerjanya fleksibel alias nggak terikat waktu.

Enak kan? Bisa kerja jam berapa aja. Tapi bagi aku pribadi, aku tetap membuat to do list perhari apa-apa saja yang akan aku kerjakan agar hidup aku tetap terarah. Namanya juga kerja fleksibel, jadi bos diri sendiri, ya harus netapin peraturan sendiri.

Kedua, bisa kerja darimana saja. Kalau aku lagi nggak pengen kemana-mana, aku nulis di kamar. Kadang di sekre. Dulu pernah di perpus. Pernah juga di caffe dan sekarang pengen ngerutinin di caffe lagi. Yap, blogger tidak terikat ruang dan waktu.

Asik kan? Asik dong, kerjanya enjoy. Jadi selain ngerjain job, bisa juga ngelakuin atau mengembangkan skill. Ketiga, seperti poin nomator dua, karna fleksibel, banyak waktu tersisa yang bisa diisi untuk melakukan banyak hal. Bisa belajar. Bisa membaca. Bisa ngembangin skill. Pokoknya bisa ngelakuin apa yang disuka.

Ketiga, punya banyak waktu jadinya ngumpul dengan keluarga. Keluarga itu sangat penting! Sangat teramat penting. Kalau kamu sebagai blogger, percaya deh, waktu untuk barengan dengan keluarga itu banyak. Keempat, sukanya itu dibayar untuk sesuatu apa yang kita suka.

Yap, hobby yang dibayar itu menyenangkan bukan? Kelima, sering dapat barang-barang gratis. Aku paling senang kalau paketan nyampai kerumah. Rasanya asik aja gitu bisa unboxing dan nyobain banyak produk. Jadinya bisa lebih menghemat pengeluaran untuk membeli skincare/barang-barang, karna apa? Ya udah dikirimin gratis, ngapain beli lagi?

Dan masih banyak lagi sukanya. Intinya, jangan pernah iri dengan apa yang dicapai orang lain. Setiap pekerjaan itu emang banyak suka dukanya. Kalau semisal kamu masih pengen juga jadi blogger, ya udah take actionlah! Nggak usah beralasan lagi. Oke deh mungkin segini dulu suka duka sebagai blogger ala aku. Kalau menurut kamu, apa sih suka duka sebagai blogger? Ada nggak? Salam sayang, @muthihaura_blog.
Minggu, 25 November 2018. 10.33 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

3 komentar:

  1. Blogger itu skrg juga profesi loh, sayang saya terlambat menyadarinya :) btw salam kenal ya mba

    BalasHapus
  2. Se-lama apa pun cairnya fee blogger masih lebih lama cairny fee penulis, Mb
    Buktiin sendiri keduanya ��

    BalasHapus
  3. Sama kakl aku klo lagi ngumpul keluarga besar, takiya iyain aja apa kata mereka wakakka, kadang ya gemes, soale nda mudeng apa itu blogger, memang kudu berbesar hati karena ga setiap generasi paham dunia kerja yang bisa remote dari rumah kayak blogger ini

    BalasHapus