Belajar dari Maudy Ayunda

07.00 muthihaura 1 Comments


Bulan bersinar diwaktunya masing-masing. Bintang bersinar diporosnya sendiri. Pun matahari, bersinar diwaktu dan porosnya tersendiri. Begitu juga manusia. Tidak ada yang ‘bersinar’ diwaktu yang sama. Semua orang bergerak di ‘poros’nya masing-masing. Tidak ada yang terlalu cepat dan tidak ada yang terlalu lambat.

Asal terus berusaha, pasti In syaa Allah akan ada jalannya tersendiri. Akan ada waktunya untuk bersinar dengan caranya masing-masing. Ah, self reminder banget buat aku. Namun terkadang, diusiaku 23 tahun ini, ada perasaan dimana aku iri dengan hidup orang lain. 




Aku ngerasa, apa yang aku lakuin itu sia-sia. Apa yang aku usahakan itu, tidak membuahkan hasil. Aku iri dengan si A yang udah kesana kemari. Aku iri dengan B yang karirnya mentereng. Aku iri dengan C yang rumah tangganya bahagia. Aku iri dengan D yang punya pasangan sangat loyal dan romantic.




Terlebih jika ngestalking sosial media. Sering tuh terbesit ‘ya ampun, kok hidupnya enak kali ya’, ‘kok dia gini ya’, ‘kok dia bisa gitu ya’, dan komentar-komentar senada lainnya. Sampai kemudian aku kembali tersadar, bahwa tiap orang punya ‘cerita hidupnya’ sendiri. Tiap orang punya ‘jalannya’ masing-masing.

Kembar sekalipun tidak akan pernah memiliki ‘kisah’ hidup yang sama. Allah menciptakan ‘waktu’ tersendiri untuk masing-masing individu. Ada yang mungkin di usia 23 tahun, dia udah sukses. Ada yang baru sukses di usia 60-an. Dan semua kesuksesan itu menurut aku juga ‘hasil’ dari apa yang diusahakan orang tersebut.

Maudy Ayunda, salah satu figure perempuan yang menurut aku ‘sempurna’. Siapa yang tidak kenal perempuan cantik berbody aduhai bersuara merdu. Parahnya, iapun dikarunia otak yang pintar. Bohong kalau aku bilang aku nggak iri. Bullshit kalau ada perempuan yang bilang tidak ingin ‘sesempurna’ Maudy. 

Maudy Ayunda
Source: google


Diterima di dua kampus terkenal didunia. Dua kampus yang menghasilkan tokoh-tokoh hebat dunia. Kurang pintar apa lagi seorang Maudy bukan? Aku iri? Tentu saja, tapi aku sadar bahwa apa yang dicapai oleh seorang Maudy saat ini adalah ‘hasil’ dari bagaimana masa lalunya. Hasil dari proses yang ia jalani dimasa lalunya.

Ada beberapa hal yang aku pelajari dari seorang Maudy Ayunda, yakni: Pertama, dia gila baca sejak usia tiga tahun. Iya, TIGA TAHUN! Coba ingat-ingat, diumur segitu, kamu sedang ngapain Mut? Maudy menghabiskan waktu kecilnya untuk banyak membaca, sedangkan aku membaca satu buku saja dalam sebulan ngos-ngosan.

Wajar jika dia dikarunia otak yang pintar, sejak kecil sudah dibiasakan untuk membaca. Kelak, jika aku punya anak, aku juga ingin membiasakan kebiasaan membaca sejak dini. Semoga saja. Ayo kita biasakan untuk membaca. Kedua, Maudy type orang yang berani mencoba sesuatu hal yang baru.

maudy
source: google


Yap, kalau ia nggak berani mencoba, mungkin ia tidak akan pernah sesukses seperti saat ini. Keberanian mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman itu bukan sesuatu hal yang mudah bagi aku, tapi aku akan berusaha untuk terus memperbaiki diri. Aku juga sedang merancang ‘masa depan’ku. Memang mungkin tidak akan sama dengan jalan cerita seorang Maudy Ayunda, tapi aku akan ‘bersinar’ sesuai porsiku sendiri.

Ketiga, Maudy punya ‘arah’ tujuan yang jelas. Ia punya mimpi yang jelas. Ia tau jalan mana yang akan ia tuju dan ia berusaha mewujudkan tujuan tersebut. Aku juga punya tujuan yang jelas. Aku tau apa yang akan aku tuju, tapi terkadang, aku masih mempertahankan kemalasan. Sebenarnya, setiap orang didunia ini tau kunci sukses, tapi tak semua orang benar-benar bisa menjalankannya.

Tak semua orang mampu menjalankannya. Maudy salah satu sosok yang mampu menjalankan kunci-kunci sukses tersebut. keempat, Maudy punya manajemen waktu yang baik. Ia tau kapan harus belajar. Kapan harus kerja. Kapan harus refreshing. Sangat teramat jarang orang sukses yang punya manajemen waktu yang buruk.

Kelima, Maudy orang yang focus terhadap tujuannya. Beda dengan aku yang kadang focusnya terbagi. Apalagi kalau udah ngelihat sosial media, jadi benar-benar nggak focus ke tujuan hidup sendiri. Jadi membanding-bandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain. Ya, tanaman tetangga emang selalu terlihat lebih hijau dan indah.

Yaiyalah, itu tetangga kamu sibuk ngurusin tanamannya, Mut. Sibuk ngerawat tanamannya. Ngepupukin. Ngenyiramin. Lah, kamu Cuma bisanya ngelihatin tanpa berbuat apa-apa dengan tanamanmu sendiri, ya mana dapat tanaman yang hijau dan indah, Mut.

Duh ketampar banget. Intinya kelima itu deh pokok pentingnya. Sebenarnya yang tak kalah penting itu adalah kedekatan dengan Tuhan dan restu orang tua. Tapi kayanya dua ini nggak usah dibahas, karna udah sangat umum. Jadi kalau kamu mau ‘sesukses’ Maudy Ayunda, kamu harus rajin membaca, berani melakukan suatu hal yang baru, miliki tujuan hidup, miliki manajemen waktu yang baik, dan focus terhadap apa yang ingin kamu tuju.

Yap, sesimpel itu tapi lumayan susah untuk dijalani. Dan yang aku sayangkan banget, ada beberapa komentar negatif dari laki-laki yang kurang lebih intinya gini: “Ngapain sekolah tinggi-tinggi, nanti nggak ada laki-laki yang mau”, “Ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya didapur”.

Hai para lelaki, perempuan sekolah tinggi-tinggi karna nantinya ia yang akan menjadi ‘madrasah’ pertama bagi anak-anakmu. Ia yang akan mengajari anak-anakmu tentang hidup. Tentang etika. Tentang agama. Dan tentang-tentang lainnya.

Jika kamu sebagai laki-laki takut dengan perempuan yang punya ‘power’, lemah! Harusnya kamu sadar, kalau kamu punya power, kamu nggak perlu takut dengan perempuan yang juga punya power. Justru jika keduanya sama-sama punya power, maka ‘kekuatan’ dalam rumah tangga itu akan semakin kuat. Seharusnya begitu. 

Oke deh mungkin segini dulu. Mari semangat belajar. Mari semangat untuk terus berproses menjadi lebih baik. Usaha tak kan pernah mengkhianati hasil. Setiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya. See you on the top. Salam, @muthihaura_blog.
Jum’at, 8 Maret 2019. 21.39 WIB.

Find me:
Instagram                  : @muthihaura_blog dan @muthihaura1
Instagram komunitas   : @bloggerjuang
Email                         : muthihaura1695@gmail.com
Twitter                       : @muthiiihauraa
Facebook                   : Muthi Haura
Youtube                     : Muthi Haura    

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. Aku terakhir nonton #NebengBoy yang nampilin Maudy Ayunda dan aku terkaget-kaget kalau ternyata Maudy bilang, dia anak rumahan. Memang sih, kebanyakan yang betah melakukan banyak hal sendiri di rumah dan pandai memilih teman rasanya lebih fokus menggapai kesuksesan Muth.

    Aku termasuk yang kagum juga nih sama Maudy Ayunda.

    BalasHapus