Purging Vs Brake out

10.35 Muthi Haura 1 Comments


Aku tidak pernah menyalahkan takdir sebagai perempuan. Sebagai cewek. Tidak ada yang salah. Itu sebuah ketetapan yang Allah tau, kita mampu untuk menjalaninya. Pun, aku tak pernah menyalahkan takdir sebagai seorang ‘Muthi Haura’. Seperti yang aku bilang, itu ketetapan Allah yang nggak kan pernah bisa dirubah.

Akhir-akhir ini juga di usia 23 ini, aku ngalamin masalah kulit seperti jerawat dan agak kusam. Entah kenapa itu jerawat baru munculnya sekarang padahal dulu kulit wajah aku bisa dikatakan mulus. Orang yang kenal aku dekat, pasti tau kalau dulu muka aku nggak jerawatan.

Baca juga: NGOMONGIN JERAWAT


Sekarang nggak parah sih, Cuma tiap ketemu orang atau saudara yang udah lama nggak jumpa, pasti yang dikomenin jerawat. Sampai ada yang ngatain: “Kok jerawat sekarang? Rawatlah muka tu?” What the hell is this. Apalagi yang ngatain itu cowok. Sumpah nggak penting banget.



Ada juga yang berkomentar terkait kesukaan aku ngereview produk untuk postingan blog ini yang berarti, aku harus nyobain banyak produk. Yap, gonta ganti gitulah. Mereka ngejudge kalau gonta-ganti itulah yang bikin jerawatan. Ada benarnya ada nggaknya sih. Itu semua tergantung kondisi kulit masing-masing.

Makanya aku juga sekarang sedang belajar banget terkait skincare, ingredients, make up, pokoknya segala hal yang berhubungan dengan beauty deh. Aku juga harus bisa bedain, saat menggunakan suatu produk, apakah itu purging atau break out. Apalagi bagi aku yang suka gonta-ganti produk gini.

Akhirnya aku riset, belajar sana sini terkait purging vs break out. Oke, langsung aja kita bahas ya. Kalau semisalnya ada ksalahan, kamu bisa koreksi dikolom komentar ya. Purging adalah suatu istilah dimana saat kita menggunakan suatu produk baru yang menyebabkan kondisi kulit kita memburuk dulu, baru kemudian bersih.


purging vs brake out
source: google
 
Pokoknya saat purging, kulit bakal berjerawat/bruntusan/merah-merah. Tapi tidak dialami oleh semua orang. Tergantung kondisi kulit masing-masing. Kulit bakal mengalami purging saat kita baru mencoba produk yang berfungsi untuk mengexfoliasi atau mempercepat regenerasi kulit.

Sedikit penjelasan tentang exfoliasi yang aku tau adalah bahwa kulit kita itu terdiri dari sel-sel kulit dan bisa regenerasi sendiri. Regenerasi kulit terjadi selama 28 hari. Tapi seiring berjalannya waktu, regenerasi melambat dan pelepasan kulit mati tidak sempurna. Disinilah dibutuhkan exfoliasi.

Produk yang ingredientsnya bisa mengexfoliasi adalah pertama, AHA (Alpha Hydroxy Acid). AHA lebih ditargetkan untuk jenis kulit kering. AHA sendiri bermacam-macam, yakni: glycolid acid, lactid acid, malid acid, mandelic acid, citric acid, tartaric acid.

Kedua, BHA (Beta Hyroxy Acid), lebih ditargetkan untuk jenis kulit berminyak. BHA bermacam-macam juga, salah satunya ada salcylid acid yang biasanya untuk membersihkan pori-pori. Ketiga, retinoid. Retinoid ini harus atas resep dokter. Retinoid sendiri adalah turunan dari vitamin A yang biasanya juga digunakan untuk ingredienst anti aging.

Retinoid bisa meningkatkan produksi sel kulit baru, mendorong pertumbuhan kolagen, mengurangi noda-noda halus, membuat kulit lebih cereh dan kencang. Tapi ingat, walaupun retinoid ada dijual bebas, tetap harus dipakai sesuai anjuran dokter. Jangan sembarangan pakai karna kamu nggak tau berapa dosis yang dibutuhkan kulitmu.

brake out
source: google

Keempat, ingredients yang mengandung vitamin c yakni: ascorbic acid, seorbyl-6-palmitate, magnesium ascorbyl phosphate, disodium isotearyl 2-0-L-ascorbyl phosphate, ascorbic acid, dll. Yang kelima a.k.a yang terakhir adalah saat kamu melakukan treatment, misalnya kayanya chemical peeling, microdermabrasion, dan lain sebagainya.

Nah saat kamu menggunakan produk yang menganduk exfoliasi dan kemudian keluar bruntusan, itu kemungkinan purging. Tapi harus diingat juga, bruntusan yang keluar itu berada didaerah-daerah yang memang biasanya disitu jerawat/beruntusanmu tumbuh.

Duh gimana ya ngejelasinnnya. Rada susah juga. Gini deh simpelnya, misal nih biasanya kamu jerawatan dikening, sedangkan pipi kamu mulus banget. Kalau purging, karna meregenerasi sel baru, otomatis sel kulit matinya harus dikeluarkan dulu, jadi beruntusan dulu didaerah yang biasanya kamu memang bruntusan, karna di daerah itu yang banyak sel kulit matinya.

Kalau semisalnya kamu bruntusan di pipi, sedangkan biasanya nggak, itu bukan purging, tapi memang kamu berarti nggak cocok dengan produk tersebut yang sering disebut brake out. Selain itu, biasanya purging dari dua minggu sampai empat minggu kulit bakal memburuk, setelah itu bakal mulus.

Kalau brake out, setelah empat mingguan, kondisi kulit bakal semakin memburuk. Ini yang aku alamin pas makai the ordinary. Awalnya aku kira purging, karna waktu itu nggak tau ilmunya. Jerawatnya sampai numbuh di pipi, padahal biasanya nggak, baru nyadar kalau ternyata itu brake out.

Baca juga: THE ORDINARY


Akhirnya aku berhenti pakai the ordinary, padahalkan sayang mahal. Aku juga sekarag lagi nyoba skincare diet. Apaan tuh skincare diet, Mut? Entar deh kalau aku udah ada ilmunya, aku bakal sharing.

Oya, trus kalau misalnya produk yang kamu coba itu tidak menganduk exfoliasi dan kamu beruntusan, langsung deh berhenti, karna itu berarti kamu brake out. Sampai disini semoga paham ya. Oke deh, mungkin segini dulu pembahasan purging vs brake out dari aku. Semoga bermanfaat. Kalau ada kesalahan, silahkan dikoreksi.

Maklum, masih sama-sama belajar. Oke deh, salam sayang, @muthihaura_blog.
Sabtu, 16 Februari 2019. 20.45 WIB.


Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar: