Sehari Keliling Siak

19.12 muthihaura 0 Comments


Sehari Keliling Siak- Bergeraklah. Keluar dari zona nyamanmu. Langkahkan kaki kemana saja kamu suka. Rasakan banyak pengalaman. Nikmati setiap langkah. Nikmati setiap proses. Kelak, masa-masa itu yang nantinya akan kamu rindukan.

Masa-masa yang nantinya juga akan kamu ceritakan pada anak cucumu agar mereka bisa mengambil pelajaran dari cerita itu. Lakukanlah selagi ada kesempatan, karna kesempatan tak akan pernah hadir dua kali. Dan dalam setiap perjalanan itu, jangan pernah lupakan Allah.

Ah, self reminder banget buat diri aku sendiri. Tapi jujur, dari setiap perjalanan, ada yang bisa aku ambil sebagai pembelajaran. Kali ini, aku pengen sharing pengalaman seharian keliling Siak. Sudah lama aku ingin menuliskannya di diary digital aku ini, tapi karna satu dan lain hal, aku baru menuliskannya sekarang.


Jadi, di tanggal 15 Maret lalu, aku dan C ke Siak. Kami menempuh perjalanan dari Pekanbaru sekitar kurang lebih 3 jam-an. Tujuan utama kami ke Siak adalah karna C meminta aku menemani dirinya untuk mengambil paspor kedua orang tuanya. Memang kebetulan, kedua orang tuanya mengurus paspor di Siak.

Alasannya simple, kalau di Pekanbaru ngurusnya, ramai. Ngantri. Alhasil, mereka ngurus di Siak. Aku sih mau aja, lumayan kan sekalian refreshing. Btw, ini ketiga kalinya aku ke Siak. Siak sendiri dulunya menurut wikipedia merupakan bagian dari Kesultanan Siak Sri Inderapura. Di awal kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II yang merupakan Sultan Siak terakhir menyatakan bahwa kerajaannya bergabung dengan negara Republik Indonesia. Kemudian wilayah ini menjadi wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Pada tahun 1999, berdasarkan UU No.53 Tahun 1999, meningkat statusnya menjadi Kabupaten Siak dengan ibu kotanya Siak Sri Indrapura.

Kami nyampai Siak sekitaran jam 10-an kalau nggak salah. Nyampai sana langsung istirahat, cari cemilan. Siak berbeda dengan Pekanbaru. Siak jauh lebih asri, lebih tenang, lebih sepi. Kami keliling Siak. Iya, Cuma keliling gitu aja tanpa singgah.

Beberapa tempat yang kami kunjungi tanpa masuk kedalamnya adalah Istana Siak. Yap, siapa yang nggak kenal Istana Siak bukan? Kayanya Siak identik dengan istananya. Istana Siak sendiri didirikan pada abad ke-19. Didalamnya terdapat benda-benda koleksi peninggalan Sultan Kerajaan Siak yang merupakan Kerajaan Islam Melayu terbesar dimasanya.

istana siak
Istana Siak

Aku pernah kesini bareng adik-adik Gagasan. Bisa baca disini untuk cerita lengkapnya. Nyampai Istana Siak, kami sama sekali nggak masuk. Cuma poto-poto dari luarnya aja. Setelah puas poto-poto, kami kembali keliling. Sempat juga melewati taman kota Siak, tapi lagi-lagi nggak mampir. Oya, dari Taman Kota Siak ini, kita bisa melihat dari kejauhan kemegahan dan indahnya jembatan Siak yang di topang oleh dua menara.

Pergi dan pulang, tentu saja kami melewati Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Dari sejarahnya yang pernah aku baca dan dengar, dulu sebelum adanya jembatan, masyarakat Siak menggunakan sampan untuk menyeberang lewat penyebrangan Teluk Misjid. Lalu kemudian didirikanlah jembatan ini yang bisa menghubungkan dua daerah dari atas sungai Siak.

Nama jembatan inipun diambil dari nama Permaisuri Raja Sultan Syarif Kasyim II, yakni, Tengku Agung Sultanah Latifah. Setelah capek berkeliling-keliling, kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Tentu saja tak lupa pula sebelum pulang kami mencicipi berbagai macam makanan yang dijual dikedai-kedai pinggir jalan menuju Pekanbaru.

perjalanan
Sempet-sempetin poto

Sebenarnya masih banyak lagi obyek wisata di Siak yang bisa dikunjungi, tapi karna keterbatasan waktu, akhirnya kami Cuma bisa menjelajahi sedikit tempat. Aku selalu suka menjelajah gini, walaupun tempat yang dekat. Aku punya impian kalau suatu hari nanti, aku bakal menjelajah Indonesia, juga dunia. Amin. Bantu Ya Allah.

Ngomongin menjelajah, aku ada ngecek website pegipegi terkait tiket pesawat. Emang lebih asik sih kemana-mana naik pesawat. Hemat waktu pastinya haha. Selain itu, pegipegi juga tiket pesawat online nan murah.

Pegipegi sendiri diresmikan pada 7 Mei 2012 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu. Yap, sudah cukup lama juga ya pegipegi hadir. Pegipegi menyediakan layanan reservasi online terbaik untuk traveler di seluruh Indonesia.

Diambil dari situs resmi pegipegi, Pegipegi terhubung langsung dengan lebih dari 25.000 rute penerbangan, serta lebih dari 2.800 rute kereta api dan Kereta Api Bandara yang dapat di booking melalui website dan apliaksi Pegipegi. Lumayan mengasikkan ya jika mempercayakan perjalanan jauh dengan Pegipegi.

Oke deh, mungkin segini dulu. Doakan aku sukses dan semoga kamu juga sukses. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Senin, 17 Juni 2019. 18.10 WIB

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: