Nongkrong di Ichiban Sushi SKA

12.26 muthihaura 0 Comments



Nongkrong di Ichiban Sushi SKA- Karna setiap orang yang hadir dihidupmu pasti ada alasan. Pasti akan ada yang bisa dipelajari dari sosok itu. Pasti ada banyak hal baru dari dirinya yang membuat diri semakin dewasa. Namanya Laila. Salah satu sahabat aku sejak aku duduk dibangku putih abu-abu.

sahabat
Aku dan Laila

Kalau boleh flasback, dia salah satu orang yang menemaniku hingga hari ini. Hingga aku menjadi seorang Muthi Haura seperti saat ini. Dia yang tau aku luar dalam. Dia yang tau baik buruknya aku, tapi tetap memilih untuk bersamaku. Dia yang tau jahat-jahatnya aku, tapi tetap stay disisi.



Walau aku akui, persahabatan kami bukan tanpa halangan. Berantem, baper-baperan, nggak saling bicara pernah kami lalui. Tapi ternyata, semua hal itu tidak membuat aku atau dirinya berniat pergi. Aku semakin sadar bahwa dalam sebuah hubungan, termasuk persahabatan, konflik itu wajar. Konflik itu hal biasa. Justru dari konflik itulah kita belajar banyak hal.

Berada di usia 24 tahun ini, aku dan Laila semakin memiliki banyak persamaan. Ah, mungkin juga bagi perempuan-perempuan lainnya. Bukan persamaan sih, lebih tepatnya kegalaun terkait masa depan. Terkait impian. Terkait pernikahan. Dan terkait-kait lainnya.

Baca Juga: HELLO 24

Hal itu sering kami ceritakan saat berjumpa. Atau saat ia meneleponku hingga berjam-jam. Kamis, 25 Juli lalu, aku dan Laila mengantar berkas. Ada sesuatu yang ingin kami coba yang belum bisa aku ceritakan disini. Nanti kalau semuanya udah fix, aku bakal cerita. Selesai mengantar berkas sekitar pukul 10-an, kami sama-sama merasa lapar.

Tercetuslah berbagai tempat makan yang akan disinggahi, hingga akhirnya, Ichiban Sushi SKA menjadi pilihan. Tentu saja, setelah sampai di SKA, kami muter-muter terlebih dahulu. Setelah itu, baru deh nongkrong di Ichiban.

ichiban sushi SKA
Ichiban Sushi SKA

design ichiban sushi ska


Pas kami datang, Ichiban belum rame. Malah mungkin kami yang datang pertama kali. Untuk tempat, Ichiban lumayan instagramable dengan desian yang lumayan aku suka. Latar designnya warna coklat dengan banyak lampu gantung besar sebagai pemanis. Meja di Ichiban Sushi di design ala-ala kayu gitu.

Aku sendiri memesan Tempura Karage Rice seharga 37 ribu belum termasuk pajak. Tempura karage rice ini terdiri dari I pcs shrimp tempura, 3 pcs chicken karaage, salad, 2 pcs onion ring, rice. Sedangkan Laila memesan ramen.

daftar menu ichiban sushi

 
daftar menu ichiban sushi
beberapa daftar menu

Sambil menunggu pesanan datang, aku dan Laila saling berbagi cerita. Berbagi cerita terkait percintaan, impian, dan lain sebagainya. Percayalah, berada di usia dewasa itu tidak mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan terkait masa depan, tapi aku yakin, kami bisa melewatinya.

Dibahas juga terkait nikah. Hal yang tabu jika dibicarakan beberapa tahun lalu, tapi tidak di usia sekarang. Bahkan nggak Cuma sama Laila, rata-rata dengan teman sesama cewekku pun, yang kami bahas juga terkait pernikahan. Jadi ingat pas ngumpul dengan Ika, Mbak Lin, dan Angel beberapa hari yang lalu.

Baca Juga: SAHABAT GAGASAN

Kami sibuk membahas, pernikahan seperti apa sih nantinya yang diinginkan. Apa yang harus dipersiapkan dan lain sebagainya. Ya, memang sudah masanya. Karna tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya.  

Nunggu pesanannya lumayan lama. Sampai Laila bilang, biasanya cepet kalau Ichiban lagi ramai. Setelah pesanan datang, kami mulai menyantap makanan tersebut. Tentu saja tak lupa mengambil poto. Dari yang aku rasakan, salad pesanan aku enak. Aku suka saladnya.  Aku kurang sukanya sama ayamnya, agak asam gimana gitu. Entah lidah aku yang salah atau gimana.


Trus aku juga ngiler dengan ramennya Laila. Emang ya sifat manusia, apa yang dipunya orang lain selalu terlihat lebih indah ketimbang apa yang dimiliki sendiri haha. Oya, Laila mesan teh es, sedangkan aku nggak mesan minum. Soalnya aku selalu bawa minum dari rumah.

Lagian, aku juga lebih suka air putih sekarang. Bahkan aku menargetkan diri untuk minum air putih minimal tiga liter sehari. Ya, walau nggak setiap hari kecapai sih, tapi Alhamdulillah banget karna air putih sekarang udah jadi kaya candu yang harus dibawa kemana-mana. Nggak tanggung-tanggung, aku bawanya botol besar yang satu liter haha.

Setelah makanan habis, kami masih melanjutkan cerita. Baru balek menjelang dzuhuran. Untuk pembayaran, pajaknya lumayan juga. Ichiban Sushi rekomended? Hmmm, kalau menurut aku B aja. Mungkin karna lidah aku lidah Indonesia kali ya wkwk.

Oke deh, mungkin segini dulu review singkat dari aku. Salam sayang, @muthihaura_blog
Sabtu, 27 Juli 2019. 12.09 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: