Tips Mengatasi Malas

07.00 muthihaura 0 Comments


Tips Mengatasi Malas- Hai, Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya di akhir bulan Agustus di 2019 ini? Semuanya baik-baik saja, bukan? Apa saja target yang sudah terwujud di tahun ini? Sudah mau dipenghujung 2019, bagaimana target-targetnya? Bagaimana impiannya?

Kalau aku sendiri, Alhamdulillah di tahun 2019 ini, ada beberapa hal yang udah terwujud. Ada beberapa juga yang sedang dalam proses. Ada beberapa yang tidak ada dalam target, tapi Allah ngasih dengan cara indah-Nya. Memang sebaik apapun manusia berencana, nyatanya rencana Allah jauh lebih indah.

Kamu yang baca blog ini sejak lama, pasti seringkan dengar aku mengeluhkan perkara ‘malas’. Ada dibeberapa postingan, aku mengatakan bahwa aku sedang malas, makanya nggak menulis blog. Aku sedang malas, makanya tidak melakukan ini. Aku sedang malas dan banyak pekerjaan yang terbengkalaikan.


Ya, semua ketidakteraturan dalam hidupku, berawal dari rasa malas. Apa yang aku targetkan yang seharusnya lebih dekat kepada impian, tapi karna lagi-lagi malas, akhirnya impian itu bukannya mendekat, tapi justru semakin menjauh.

Hingga kemudian aku tersadar bahwa, kalau aku benar-benar ingin sukses, maka aku harus bisa mengalahkan hal-hal negatif didiriku sendiri. Aku harus bisa mengalahkan berbagai faktor yang membuatku mundur. Aku harus bisa konsisten untuk semua target yang udah aku buat sendiri. Ya, seharusnya begitu, tapi nyatanya, bisa dibilang cukup lumayan susah.

Jadi keingat kata-kata Merry Riana dibuku mimpi sejuta dollarnya. Disitu Merry mengatakan bahwa jangan memberi kelonggaran untuk sebuah disiplin yang sudah dibuat sendiri. Mungkin itu salah satu kunci sukses seorang Merry Riana, karna ia tidak ingin dikalahkan oleh sisi negatif dirinya sendiri.


Hingga akhirnya, aku berusaha menekankan rasa malas. Aku mencari cara untuk mengatasi rasa malas. Cara-cara itu sudah kulakukan dan Alhamdulillah berhasil. Ini dia tips mengatasi malas ala aku. Semoga membantu. Let’s check this out:

Tips pertama adalah di malam hari sebelum tidur, buatlah to do list yang akan kamu lakukan keesokan harinya. Nggak usah banyak-banyak. Untuk memulainya, bikin lima atau enaman terlebih dahulu atau semampu kamu. Tulis hal-hal yang penting dan wajib untuk dilakukan. Kalau aku pribadi, aku bakal menulis to do list di malam hari itu sejak dari bangun tidur aku ngapain sampai tidur lagi.

membuat to do list
source: pusatgratis[dot]com

Iya sih kaya gitu agak susah, tapi lebih seringnya, memang aku hanya menuliskan lima atau enam to do list wajib. Kedua, setelah menulis to do list, keesokan harinya, aku bakal sebisa mungkin menyelesaikan to do list to do list itu terlebih dahulu. Kalau udah selesai atau tinggal satu, baru deh aku bisa megang hape.

Iya gitu, jadi sebelum terselesaikan, aku nggak akan nyentuh hape. Kecuali kalau lagi ada job deadline ya. Karna bagi aku pribadi, hape itu lumayan ‘mengganggu’ dalam menyelesaikan kerjaan. Jadi aku lebih memilih untuk tidak menyentuh hape terlebih dahulu.

Sebisa mungkin, aku bakal menyelesaikan to do list to do list itu, karna kalau nggak selesai, aku ngerasa bersalah pada diriku sendiri. Ketiga, jika rasa malas itu betul-betul kuat, aku bilang gini ke diri aku sendiri: “Mau sampai kapan malas terus, Mut? Katanya mau sukses? Katanya mau banggain orang-orang yang disayang?”

“Katanya mau buktiin ke orang-orang yang pernah mencemeehmu kalau kamu bukan nothing, Mut? Ayolah action!” Iya gitu. Pokoknya aku mensugesti diri untuk nggak malas dengan kalimat-kalimat yang memotivasi aku. Yang keempat, setelah mensugesti diri dengan kata-kata motivasi, bukan berarti lantas aku jadi semangat.

Nggak juga, tapi aku langsung bilang ke diri sendiri: “Oke, aku bakal angsur kerjain. Minimal lima menit aja!”. Ya, aku makai metode lima menit. Paksa diri untuk lakukan lima menit aja, entar justru malah waktu lima menit itu jadi nggak kerasa. Maksudnya gini, misal dalam to do list harian aku, aku harus menyelesaikan satu tulisan blog. 

Nah, aku sedang ngerasa malas banget. Aku motivasiin diri aku, tapi ternyata nggak terlalu mempan. Akhirnya, aku paksakan diri aku untuk menulis, minimal lima menit. Eh pas udah nulis, justru malah ketagihan dan nggak berhenti. Intinya, paksa diri lakukan apapun to do list kamu, lima menit aja.

Tips yang kelima ini bukan ala aku, tapi ala si C. Jadi disuatu pagi, dia chat. Dia bilang kalau semalaman dia memikirkan suatu hal. Tentu aku penasaran apa yang tengah dipikirkannya. Akhirnya di bilang bahwa selama ini faktor yang menyebabkan ia malas adalah media sosial.

sosial media
source: kompasiana

Waktunya terlalu banyak habis untuk bermain media sosial sehingga kadang melupakan ‘tugas’ wajibnya. Dengan yakin, C mengatakan bahwa ia ingin menghapus media sosialnya, baik itu facebook, twitter, bahkan instagram. C ingin keluar dari rasa malas yang membelengunya dengan menghapus hal-hal yang membuatnya malas.

Responku? Tentu saja aku mendukung apapun yang ia lakukan selagi semua itu telah ia pertimbangkan dengan matang. Dan selagi apa yang ia lakukan itu membantunya untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik. Dan tips yang keenam a.k.a yang terakhir adalah, setelah aku berhasil menyelesaikan to do list yang aku lakuin, aku mengapresiasi diri aku.

Apresiasi yang aku berikan entah itu pujian kepada diri sendiri atau hadiah berupa makanan dan barang. Yaiyalah, kalau bukan kamu yang mengapresiasi dirimu sendiri, lantas siapa lagi? Jangan menunggu orang lain untuk memberikanmu apresiasi. Kamu ya kamu. Hanya kamu yang harus mencintai dirimu sendiri.

Berharap pada orang lain, termasuk itu pasasangan mah bakal lebih sering ngerasa sedihnya. Simplenya gini, bahagia itu diri sendiri yang ciptakan. Hal diluar diri hanya penunjang. Oke deh, segin dulu tips mengatasi rasa malas ala aku. Semoga bermanfaat ya. Salam sayang, @muthihaura_blog.
Minggu, 25 Agustus 2019. 20.27 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: