3 Pelajaran Berharga dari Film Teman Tapi Menikah


Kita nggak akan pernah bisa mengendalikan kejadian yang terjadi dalam hidup kita. Kita nggak akan bisa mengendalikan komentar orang terhadap diri kita. Kita nggak akan bisa mengendalikan orang-orang agar menyukai dan satu pemikiran dengan kita. Ya, nggak akan bisa. Yang bisa kita kendalikan adalah respon kita terhadap apa yang terjadi.

Seperti halnya saat ini. ditengah merebaknya virus Covid-19, kita nggak bisa mengendalikannya untuk langsung lenyap begitu saja, tapi kita bisa mengendalikan diri kita untuk nggak keluar rumah jika itu nggak terlalu penting. Selain itu, kita juga bisa mengendalikan diri kita untuk produktif atau tidak.

Dan aku memilih untuk lebih produktif, terutama produktif menghasilkan konten. Memang saat ini, focusku lebih banyak tersita ke youtube, tapi bukan berarti aku melupakan blog ini. Sama sekali nggk. Aku bertumbuh bersama blog ini, lantas alasan apa yang membuat aku meninggalkannya?

Dunia, Segeralah Pulih


Malam ini hujan, awalnya aku masih ingin berselancar di sosial media, tapi aku ingat bahwa aku sama sekali nggak menulis untuk blog ini. Disatu sisi, aku merasa bersalah. Disatu sisi, aku sok memaklumi. Entah apa yang aku maklumi.

Hampir dua mingguan belakangan ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah. Lebih tepatnya ‘terpaksa’ dirumah demi kebaikan diri sendiri dan orang-orang disekitarku. Ya, wabah corona sedang melanda Indonesia. Wabah yang berawal dari Wuhan China kini benar-benar menggemparkan dunia.

Takut? Jujur iya. Khawatir juga. Aku punya lima orang adik dan aku khawatir dengan mereka, apalagi salah satu adikku punya riwayat asma. Aku khawatir saat mereka ‘harus’ keluar karna memang ada yang harus diselesaikan. Kalau untuk sekedar bermain-main tanpa tujuan sih Alhamdulillah mereka nggak. Mereka cukup bisa diajak kerja sama. Cuma tetap saja aku khawatir.

3 Pelajaran Berharga dari Film Mahasiswi Baru


Halo Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya nih teman-teman semua? Dan lagi ngelakuin apa? Bagaimana perkembangan target-target di 2020-nya? Sudah ada yang terwujud? Atau masih on progress? Atau bagaimana? Semoga selalu dimudahkan ya untuk apapun yang sedang kamu usahakan.


Kalau aku pribadi sih, ada beberapa yang sudah tercapai Alhamdulillah. Ada yang masih dalam proses. Ada juga yang stuck ditempat. Untuk semua target yang stuck ini sedang berusaha aku cari solusi atau jalan keluarnya. Btw nih, sekitar dua hari yang lalu, aku baru saja selesai menonton Film Mahasiswi Baru.

Ada banyak pelajaran yang aku dapat dari film ini, tapi sebelum membahas terkait itu, aku sharing dulu ya seputar Film ini.

Mengurus Perpanjangan BPJS


Kali ini benar-benar sedang ngelawan rasa malasa. Tau sendiri kan kalau di postingan sebelumnya aku cerita, kalau aku lagi malas banget. Malas disini bukan berarti aku nggak produktif atau gimana, Cuma lagi malas aja nulis di blog.

Ternyata melupakan hal-hal yang bikin kecewa itu nggak mudah ya. Tapi kalau aku terus-terusan terkungkung dalam kekecewaan, semuanya juga nggak akan jadi lebih baik. Padahal waktu kosong aku lagi banyak-banyaknya, apalagi aku stay dirumah doang disebabkan virus corona. Nggak ingin ambil resiko, jadinya sebisa mungkin kalau nggak penting, aku nggak keluar rumah.

Semoga wabah corona ini bisa segera berakhir. Amin. Lindungi hambamu ini Ya Allah. Lindungi juga keluargaku beserta semua masyarakat diseluruh dunia apapun agamanya. Apapun rasnya. Amin! Seperti yang aku bilang diparagraf sebelumnya, aku memang lagi malas, tapi nggak disemua bidang yang sedang aku tekuni. Buktinya In syaa Allah untuk youtube, aku masih tetap up kok.

Kemalasan


Halo Assalamua’laikum. Gimana kabarnya nih teman-teman? Di postingan kali ini, aku cuma mau curhat. Curhat sesuatu yang dari dulu juga sering banget aku keluhkan. Yap, terkait kemalasan. Entah kenapa, sejak memasuki awal Maret ini, aku ngerasa semakin malas.

Aku ngerasa hidup aku kaya stuck di tempat. Aku malas bikin postingan blog. Malas bikin postingan youtube. Nggak konsisten untuk ini untuk itu. Nggak konsisten untuk sesuatu yang udah aku targetkan sendiri. Aku kaya ngerasa, aku ngelakuin ini buat apa? Aku gini buat apa? Apa sih yang aku tuju? Kehidupan semacam apa yang aku inginkan?

Dan berbagai pertanyaan lainnya datang menghampiri. Hingga aku berada dititik dimana aku berfikiran, wah aku nggak bisa gini terus. Aku kudu up lagi diri aku. Aku kudu belajar banyak hal lagi. Aku kudu usaha lagi. Aku kudu semangat untuk terus dapetin apa yang aku mau. Aku kudu ini kudu itu. Akhirnya aku gerak. Aku bangkit. Kembali bikin to do list. Dilaksanakan, lalu kemudian ada saat malasnya lagi. Huhu.

Investasi Emas


Terkadang dalam hidup, apa yang kita impikan dan cita-citakan itu harus ‘dipadamkan’ oleh kenyataan. Kenyataan membungkam semuanya, hingga terkadang, kita harus mengubur mimpi kita dalam-dalam. Berganti dengan kerealistisan. Iya nggak sih? Atau Cuma aku yang merasakan?

Akhir-akhir ini, aku memang bisa dikatakan lumayan sering merenung perkara hidup. Entah kenapa aku ngerasa, apa yang aku lakukan semua ini, belum sesuai dengan apa yang aku harapkan. Ditambah lagi kondisi dimana, aku butuh uang dan semua yang aku kerjakan belum menutupi semua kebutuhan aku dan adik-adikku.

Bukannya tak bersyukur, hanya saja, aku sedang intropeksi diri dimana kurang dan salahnya. Ya, terkadang hidup butuh realistis. Terkadang hidup tak selalu sesuai dengan impian. Aku sama sekali nggak membungkam impian-impianku, hanya saja tampaknya, aku harus kudu berusaha lebih keras lagi dibaregi dengan mencoba ikut PNS nantinya.

3 Pelajaran Berharga dari Webtoon Killstagram


Hidup itu adalah proses pembelajaran. Saat kita kecil, kita belajar merangkak. Belajar mengeja kata. Belajar berjalan. Seiring berjalannya waktu, hal yang kita pelajari semakin beragam. Mulai dari pembelajaran di sekolah, bahkan juga dari TV atau media sosial yang kita punya.

Aku selalu ngerasa bahwa setiap apa yang kita alami itu adalah sebuah proses pembelajaran. Pahit sekalipun, karna dari situlah aku dituntut untuk dewasa. Untuk berfikir bahwa ‘Oh Allah ngasih aku begini agar aku belajar hal seperti ini’, ‘Allah nyuruh aku begitu karna menurut Allah, disitu tempat terbaik untukku’, dan berbagai pembelajaran-pembelajaran lainnya.

Tak terkecuali dari webtoon. Aku bukan pecinta komik. Bukan pecinta webtoon. Dulu aku sempat download, lalu kemudian berakhir aku hapus kembali. Tapi disekitaran tahun 2019, aku kembali mendownload webtoon karna C menyarankan aku sebuah komik webtoon yang menurutnya bagus.