Tentang Mimpi #11

 

11

            “Lo yakin mau jadi penyiar?” Senior cewek berambut keriting itu menatap Nasya dari ujung atas sampai ujung bawah dengan pandangannya yang meremehkan. Nasya merasa resah diperhatikan seperti itu, lalu kemudian mengangguk sopan. “Iya kak.” Jawab Nasya dengan nada suara dibuat seyakin mungkin, padahal dalam hati ia ketar-ketir.

            Cewek berambut keriting itu terdiam. Pandangannya menerawang seolah tengah memikirkan sesuatu. “Lo tau nggak syarat jadi penyiar itu apa?” Ana si cewek berambut keriting itu lagi-lagi mengintrogasi dengan gaya ala senior yang butuh penghormatan.

            “Tau kak. Harus memiliki vocal yang bagus, attitude yang baik, dan pengetahuan yang luas.” Nasya memang mengetahui tentang dunia penyiaran radio. Bahkan seluk beluknya pun gadis itu tau. Ana manggut-manggut seolah mengerti  apa yang diucapkan Nasya. 

Kembali Lagi Memulai Bisnis

 

Jika ditanya apa cita-citaku, sejak kecil aku akan menjawan, penulis. Lalu pengusaha. Iya sejak SD emang udah ngejawab gitu, padahal pas Tknya pengen jadi dokter. Tapi kayanya cita-cita menjadi dokter itu cita-cita semua anak kecil kali ya?

Memasuki bangku SD, aku sudah mengetahui apa bakat dan kesukaan aku, menulis. Sejak itu hingga berumur 25 tahun ini, aku benar-benar tetap ingin menjadi penulis. Nggak berubah, padahal kebanyakan teman-temanku memiliki cita-cita yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan diri dan zaman.

Nyatanya cita-citaku masih sama, penulis. Alhamdulillahnya lagi, saat inipun aku benar-benar menjadi penulis. Bukan, bukan penulis buku terkenal seperti apa yang kamu bayangkan. Penulis disini maksud aku seorang wartawan di salah satu media online di kotaku.

 

Perjalanan Ngeyoutube

 

Assalamua’laikum. Selamat malam teman-teman semua. Gimana nih kabarnya? Udah lama rasanya ya nggak nyapa disini. Semingguan kemaren emang ada beberapa yang sedang diperjuangkan, jadinya sok ngerasa sibuk gitu deh.

Tapi jujur, sejak kerja sebagai wartawan ini, untuk nulis curhatan di blog gini aja udah kaya nulis berita wkwk. Kaku banget. Emang kudu musti butuh pembiasaan lagi nih.

Ada banyak hal yang sedang aku dan C perjuangkan, salah satunya terkait bisnis. Kami berniat kembali mendalami bisnis masker yang sempat vakum beberapa bulan terakhir. Bukan dia sih, tapi aku yang ngehandle lebih.

Kalau C mah lebih ngehandle proyek lain. Doakan ya semua apa yang kami perjuangin ini membuahkan hasil. Selain tengah disibukkan kembali membangun bisnis, semingguan kemaren aku juga sibuk ngejar target nulis berita di kantor.

Jadi setiap harinya, berita wajib yang kami tulis itu ada tiga, tapi kalau lebih dari tiga, maka dapat bonus. Aku jadinya nargetin ke diri sendiri agar dalam sehari itu bisa nulis lima berita sejak awal November. Hasilnya ada hari yang tercapai, ada yang nggak.

Refleksi di 2020

 

Halo! Lama tak menyapa di blog ini. Lagi sibuk banget dengan real life. Nggak sibuk-sibuk banget sih, alasan jujurnya, aku nggak bisa ngatur waktu dengan baik. Aku sibuk dengan hal-hal yang tak penting, sehingga blog dan youtubeku mulai tak terurus.

Uhh, iya aku salah. Rasanya feel ke blog ini nggak kaya dulu. Dulu mah apa-apa kudu diceritain di blog. Sekarang nggak, lebih ada filter karna dulu pernah kejadian di aku. Kasus berantem bareng sahabat gegara aku pernah kesal sama dia dan aku ceritakan di blog.

Dianya baca, jadinya nggak sapaan haha. Kalau sekarang mah Alhamdulillah udah sapaan. Malah ngebego-begoin hal sepele yang bikin kami diaman.

Ah, itulah hidup. Udah 27 Oktober ya. Rasanya nano-nano. Susah sekali mendeskripsikan banyaknya kejadian di 2020 ini. Kerasa nggak sih kalau 2020 ini kaya film-film zombie di televisi? Iya, ada penyakit yang kasat mata dan membunuh banyak jiwa.

Rekomendasi Nama Sunda Untuk Anak Laki-Laki Dan Artinya

 

Halo, Assalamua’laikum. Bagaimana nih kabarnya teman-teman semua? Semoga selalu sehat ya. Lama rasanya tak menyapa disini. Kesibukan di kantor menyita semuanya, belum lagi aku juga tengah fokusnya mengembangkan channel youtube ku.

Ah, berada di usia 25 tahun seperti saat ini begitu nano-nano. Apalagi teman-temanku banyak yang sudah menikah. Aku dan doi In syaa Allah berencana akan menikah tahun depan. Mohon bantu doanya ya.

Tentang Mimpi #10

 

10

“Jangan dengarkan perkataan negatif dari orang lain. Kamu adalah kamu!”

 

            Nasya menghembuskan nafasnya. Ada sedikit rasa lega yang menghampirinya. Mata kuliah pertama sudah usai sejak beberapa menit yang lalu. Gadis itu senang karna untuk pertama kalinya ia berani bertanya dan mengutarakan pendapatnya dihadapan teman-temannya. Walau awalnya memang deg-degan setengah mati, tapi setelah berhasil rasanya lega banget.

            Sempat sih tadi diliriknya tatapan sinis beberapa orang temannya termasuk Atar, tapi mereka bisa apa kalau ada dosen kan? Ini masa kuliah. Waktu untuk aku nunjuin siapa aku sebenarnya, biar mereka tau bahwa aku bukan orang yang pantas untuk diremehkan. Semangat Nasya! Semangat untuk semua impian-impianmu!

Gadis yang kini memakai bando ungu muda itu tersenyum, lalu kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas. Tujuan gadis itu adalah perpustakaan. Mata kuliah pertama dan langsung disuruh buat laporan, luar biasa bukan?

“Heh pincang!” Sebuah suara menahan gerak Nasya. Gadis itu tertegun sesaat, lalu kembali berjalan seakan-akan mencoba untuk tidak mendengar ucapan itu. “Ih udah pincang, budek lagi.” Masih suara yang sama. Tentu saja suara yang sangat familiar ditelinga Nasya. Suara Atar.

Nasya menoleh menatap Atar. Yang ditatap hanya menunjukkan senyum sinis dengan ujung alis kiri naik beberapa senti. Seisi kelas menatap Nasya dan Atar, membuat Nasya sedikit jengah, terlebih melihat wajah teman-temannya yang seakan tersenyum mengejek kearahnya.

Sabar Sya! Sabar! Kamu udah kuliah, harus lebih dewasa dong! Nggak usah ladeni orang gila. Entar ikut-ikutan gila lho. Nasya menghela nafasnya pelan, lalu kemudian tersenyum menatap Atar. “Makasih.” Ucap Nasya dengan nada suara seikhlas mungkin dan kemudian berlalu menuju perpustakaan. Walau sakit rasanya, ia berusaha untuk kuat. Gadis itu selalu berusaha untuk tegar dihadapan orang banyak, padahal pada nyatanya, ia adalah gadis yang sangat rapuh. Serapuh kapas.

Atar mengernyit bingung. Ditatapnya punggung gadis itu yang udah mulai menjauh. Sial! Bisiknya. Atar mendorong bangku didekatnya. Entah kenapa reaksi Nasya tadi membuatnya naik darah.

*@muthiii*

Fian mengawasi gerak-gerik Davi dari jarak yang lumayan  jauh dari keberadaan Davi. Ditatapnya Davi yang tengah tertawa dengan teman-temannya didepan ruang BEM fakultas komunikasi. Tawa yang masih sama seperti dulu. Tawa yang sebenarnya kalau ia mau jujur, sangat ia rindukan.

Tips Lolos Wawancara Kerja

 

Assalamua’laikum. Halo. Lama tak menyapa di blog ini dengan tulisan atau curhatan ala kadarnya. Rindu berbagi banyak hal. Rindu cerita ngalor ngidul. Rindu deh pokoknya. Iya, sekarang emang sok sibuk banget. Yang diposting, cerbung-cerbung lama.

 

Jadi lah kan ketimbang nggak sama sekali. Emang saat ini, aku tengah disibukan dengan beberapa hal. Kerjaan di real life dan sebagainya. Walau begitu, Alhamdulillah aku menikmatinya. Kata orang, tahun 2020 ini tahun penurunan, tapi menurutku tidak juga.

 

Tahun ini penuh pembelajaran. Tahun ini, aku bergabung di Creative Pekanbaru Team, lalu kemudian beralih menjadi wartawan. Bukan tanpa alasan aku memilih terjun kembali kedunia wartawan. Entah kenapa, aku merasa rindu hal-hal terkait dunia wartawan.

 

Baca Juga : MENJADI WARTAWAN

 

Nah, aku dapat informasi bahwa sebuah media online lagi open recruitment dari C. Sebenarnya, aku udah lama tau terkait media itu. Selain itu juga, aku cukup kenal si pemilik media. Akhirnya, aku memutuskan untuk ikutan.

 

Aku ngajak salah satu temanku di LPM Gagasan dulu, si Ayu. Aku lupa ditanggal berapa, kami ikut psikotes di hotel. Seminggu setelah itu, aku dikabarin kalau aku lolos psikotest. Sayangnya, si Ayu nggak lolos huhu.

 

Baca Juga : TIPS MENGERJAKAN PSIKOTEST

 

Lolos psikotest, itu artinya aku harus mengikuti test tahap selanjutnya, yakni wawancara. Aku lupa kapan tepatnya tanggal dan hari aku wawancara. Yang aku ingat, aku diantar test wawancara bareng C. Nah, kali ini, aku pengen sharing tips lolos wawancara kerja ala aku. Btw, ini pertama kalinya aku tes wawancara kerja dan Alhamdulillah lolos.

 

wawancara