Ngasilin Uang Lewat Sosial Media? Bisa!


Assalamua’laikum. Halo teman-teman semua. Udah Juni 2020. Nggak kerasa ya ternyata udah hampir tiga bulanan dirumah aja. Hampir tiga bulanan apa emang udah tiga bulan lebih ya? Sekitar segitu deh. Dikatakan bosan, nggak juga sih, soalnya beberapa plan-plan aku ditahun 2020 ini, aku alihkan untuk fokus dirumah aja.


Jadi walaupun nggak bisa bebas keluar-keluar, target-target itu tetap terjalankan. Berada dirumah aja bukan masalah besar buat aku, apalagi bagi aku yang introvert ini, tapi tetap saja merindukan suasana keluar rumah tanpa ada yang dikhawatirkan itu pasti.

Nah, walaupun dirumah aja, Alhamdulillah penghasilan tetap ada. Job-job tetap lancar. Kok bisa? Kerja apa, Mut? Aku memang jualan online di @hmbeautycare1, tapi dipostingan kali ini, aku nggak akan ngebahas dulu tentang jualan online. Kali ini, aku pengen sharing kenapa aku bisa dapetin uang lewat sosial media yang aku punya.

Di Juli 2013 lalu, saat aku baru lulus SMA, kan ada jeda waktu tuh beberapa bulan sebelum masuk kuliah. Jeda waktu yang beberapa bulan itu, aku manfatin buat aktif di blog dan nulis buku. Alhamdulillah ternyata keduanya itu nggak sia-sia.

Hal yang Ingin Dilakukan Diusia 25 Tahun


Tepat hari ini, usiaku benar-benar sudah ¼ abad. Ya, 25 tahun. Bener-bener nggak kerasa. Entah aku yang terlalu menikmatinya atau waktu itu berjalan begitu cepat. Dulu rasanya, aku masih duduk dibangku sekolah dasar. Menantang matahari sambil main estatak bersama teman-teman. Main cakbur bahkan mencari kecebong diparitpun aku jabanin.

Lalu kemudian berlanjut ke masa SMP. Masa dimana aku nggak pengen lagi ngingatnya. Bagi aku, masa-masa SMP itu bak neraka. Jika dalam hidup ini aku bisa mendelete kenangan, aku pengen mendelete masa itu dari memori beserta orang-orang yang berada di dalam kenangan tersebuk. Seburuk itu? Off course!

Tapi sayangnya, hidup nggak punya tombol delete. Berlanjut ke masa SMA, ketemu guru yang nggak banget. Lalu satu persatu orang-orang yang aku sayangi ‘pergi’. Umi, nenek, dan aba. So sad. Tapi ya ginilah hidup. Dan sekarang nggak kerasa, aku sudah berada di 25 tahun.

Menjelang 25


1 Juni nanti, usiaku genap 25 tahun. Semua perasaan itu kaya berkecamuk. Perasaan takut, sedih, badmood, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Semua kejadian-kejadian masa lalu juga kemudian menghampiri.

Semua kekecewaan hidup kembali mampir dibenak. Nyesek? Banget! Umurku mendekati 25, tapi aku udah ngalamin berbagai macam perasaan yang bikin kecewa. Mungkin menurut kalian tak seberapa, tapi cukup menampar seorang Muthi Haura. Aku sudah tidak punya orang tua, yatim piatu.

Baca Juga: HELLO 24

Aku tidak bisa ini tidak bisa itu. Aku nggak begini nggak begitu. Semua kenyataan itu benar-benar membuatku kecewa. Kalau boleh jujur, aku kecewa dengan semua aspek dalam hidupku. Ya, kalian boleh judge bahwa aku orang yang kurang bersyukur. Kalian boleh judge bahwa ternyata aku tidak seoptimis dan sestrong yang kalian fikir.

Produktif Saat Dirumah Aja


Hidup itu nano-nano, kita berencana A, yang didapatkan justru B. Kita berusaha untuk A, tapi malah tak sesuai harapan. Pernah ngalamin? Aku sering. Entah ini disebut sebagai sebuah kegagalan atau dinamakan sebagai proses. Entahlah.

Apalagi di 2020 ini. Banyak target yang dicanangkan diawal tahun, tapi ternyata semuanya harus dirubah. Di setting ulang. Kalau dulu berkeinginan memiliki tanggal merah ditahun tersebut, tapi ditahun ini justru semuanya rata-rata tanggal merah.

Mungkin Allah nyuruh badan untuk tetap istirahat dirumah. Mungkin Allah nyuruh berkumpul dengan adik-adik. Mungkin Allah nyuruh mensetting target ulang. Mungkin Allah nyuruh berkarya dari rumah. Sebenarnya sih berada dirumah bukan masalah bagiku. Aku udah cerita dipostingan ramadhan tahun ini bahwa aku anaknya introvert. Berada dirumah bukan hal yang menakutkan bagiku.

Ramadhan Tahun Ini


Halo Assalamua’laikum teman-teman semua. Bagaimana nih kabarnya? Semoga selalu sehat ya. Nggak nyangka udah lebaran hari kedua aja. Jujur aja, aku nggak kemana-mana sih. Stay at home aja. Nggak balek kampung. Nggak pergi lebaran.

Pokoknya dirumah aja. Sholat idul fitri pun dirumah bareng adik-adik. Yap, memutus rantai covid 19. Walau kadang, aku suka juga sih baca instagram-instagram yang mengatakan bahwa pandemi ini hanya konspirasi. Dari apa yang aku baca, ada juga beberapa yang aku setujui. Mungkin teman-teman bisa baca di instagram knowledgethatyouneed.

Walaupun begitu, aku tetap berjaga-jaga. Makanya, aku bareng adik-adik mutusin nggak mudik. Mutusin buat sholat idul fitri dirumah. Beda banget sih rasanya. Sedih nyesek dan lain sebagainya, tapi untuk sementara waktu In syaa Allah. Sampai keadaan mulai membaik.

Tips Memilih Olshop Terpercaya


Malam ini ngumpulin niat banget buat nulis. Ya Allah ternyata begitu susahnya buat ngumpulin mood nulis ya. Aku ngerasa, aku tuh nggak kaya dulu perihal nulis. Tapi semoga bisa kembali konsisten. Aku rindu yang apa-apa curhat di blog.

Rindu masa-masa ngisi blog ini dengan kerandoman kegiatanku. Rindu ngeluh di blog ini walaupun entah ada yang baca atau nggak. Ayo Mut, konsisten Mut! Jangan malesan lagi. Catat to do list lagi, trus jalankan. Jangan semakin dewasa malah semakin menurut, Mut. Ingat, sekarang belum waktunya kamu malas-malasan.

Masih banyak mimpi yang harus dikejar. Masih banyak cita-cita yang kudu diraih. Nah, kali ini, aku pengen sharing tips memilih olshop terpercaya. Dipostingan-postingan sebelumnya, aku ada cerita kalau aku ditipu oleh olshop ekamutya_shop. Kena 198 K. Mungkin bagi teman-teman bukan uang yang besar, tapi bagi aku lumayan juga.

Penipuan 2-Jutaan Rupiah @ekamutya_shop


Halo Assalamua’laikum. Bagaimana nih kabarnya teman-teman semua? Semoga selalu sehat ya. Amin. Udah lama banget nggak nulis huhu. Iya memang, susah banget untuk konsisten nulis tiap hari. Pr banget. Aku memang nargetin untuk satu tulisan satu hari, sama kaya youtube.



Tapi entah kenapa lebih enakan take video youtube ketimbang nulis huhu. Mungkin karna kegiatan yang aku take itu adalah sesuatu yang juga aku suka kali ya. Semoga saja aku benar-benar bisa konsisten. Amin.

Ingat Mut, konsisten itu dijalankan, bukan Cuma diucapkan. Oya, teman-teman masih ingat nggak tulisanku balada belanja online. Ternyata, aku benar-benar ditipu. Aku bakal spill nama toko onlinenya. Aku sama sekali bukannya ingin menjatuhkan rezeki orang lain, hanya saja, ini benar-benar penipuan dan korbanny udah banyak.