Cara Mengontrol Berat Badan Saat Hamil


Halo Assalamua’laikum. Usiaku saat ini 24 tahun. Juni nanti, 25. Walaupun aku belum nikah, aku sering mendengar teman-temanku berkeluh perkara berat badan mereka saat hamil. Aku ya mana paham kan wkwk. Secara aku juga nggak punya pengalaman terkait ini.


Walaupun belum berpengalaman, nggak apalah ya aku share tulisan ini. aku juga beajar parenting kok walaupun belum punya anak. ini tulisan kiriman btw, jadi sesuai dengan pengalaman si penulisnya, bukan aku. Jadi berat badan  pas hamil merupakan hal yang penting diperhatikan. Nggak heran, kalkulator berat badan ibu hamil menjadi sangat penting. Karena dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan maupun kesehatan bayi yang dilahirkan kelak. 

Mengatur Keuangan


Siang ini rasanya badmood banget. Entah kenapa kayanya semua hal bikin badmood. Ya aku akui, aku nggak terlalu bisa memanage emosi. Aku selalu mengedepankan marahku. Aku selalu kesal jika ada yang tidak sesuai perencanaanku dihari ini. Tentu saja hal itu membuatku badmood.

Ya, PR banget ini memang untuk terus memperbaiki diri agar bisa memanage emosi. Oke deh skip. Kali ini aku ingin sharing cara aku mengatur keuangan. Terkait hal ini, beberapa temanku juga menanyakan. Puncaknya, salah satu temanku di instagram. @nisa_rahmawati.26 namanya. Ia juga bertanya perihal ini.

Aku langsung berfikiran, kenapa nggak aku jadikan tulisan aja perihal ini. Nanti jika ada yang bertanya kembali, aku bisa kirim tulisan ini. Sebelum membahas lebih lanjut, aku pengen ngasih tau kondisi aku. Aku anak pertama dari enam bersaudara. Kedua orang tuaku sudah meninggal dunia dengan meninggalkan uang pensiunan sekitar 1,2 jutaan/perbulan.

Opening Ceremony Hokben Pekanbaru


Jika ingin sukses, kamu harus berani keluar dari zona nyamanmu. Kamu harus berani untuk melangkah kedepan. Berani untuk mengambil keputusan yang mungkin bagi orang lain adalah hal yang sia-sia. Mungkin kalimat-kalimat ini yang membuat Hokben membuka banyak cabang, salah satunya di Pekanbaru, kotaku.

Aku mendengar tentang restaurant Hokben sudah sejak lama, namun hingga usiaku 23 tahun, aku belum pernah mencicipi menu-menu ala Jepang dari Hokben. Padahal kalau bisa dibilang, saat SMP, aku teramat menyukai Jepang. Hingga novel yang aku tulis dan diterbitkan oleh penerbit mayor euthenia dengan judul ‘Always Love You’ itu, berlokasi di Jepang.

Iya, sesuka itu sama Jepang. Sampai dulu juga belajar bikin manga Jepang dan pengen banget bisa tiba di negara itu. Tapi ternyata Allah belum berkehendak. Itu salah satu alasan mengapa aku excited banget saat tau Hokben buka cabang di Pekanbaru.

Dan yang bikin senangnya, aku dan Blogger Pekanbaru di undang untuk ngehadiri opening ceremonynya Hokben. Alhamdulillah. Sebelum bercerita lebih lanjut terkait opening ceremonynya Hokben Pekanbaru, ada baiknya, kita kenalan dulu yuk dengan Hokben.

Mengenal HokBen
Hokben pertama kali berdiri sejak 18 April 1985 di Jakarya. Iya, udah lumayan lama ya. Pendirinya sendiri bernama Hendra Arifin. Nama awal Hokben adalah Hoka-hoka Bento. Di tahun 2013, Hoka Hoka Bento mengalami peremajaan dan pembaharuan logo atau biasa dikenal dengan rabranding menjadi HokBen.

Kok namanya jadi HokBen sih, Mut? Karna pengunjung Hoka Hoka Bento saat itu menurut survey, saat mereka ingin makan di Hoka Hoka Bento, mereka menyebutnya HokBen. Jadilah saat ini Hoka Hoka Bento rebranding nama menjadi HokBen. Itu sih yang aku tau dari cerita kakak-kakak HokBennya.

HokBen memiliki visi ‘bring goodness to nourish people’s life throught creating and providing food with integrity’. Untuk misinya sendiri, HokBen punya tiga, yakni: pertama, mengedepankan kualitas dan service yang baik kepada custumer. Kedua, we strive to make better ways in creating value for stakeholder throught innovation and technology.

Tentang Cinta #13


Ngomongin hidup di usia mendekati 25 tahun ini bisa dibilang nano-nano. Ditambah lagi teman-teman sekitar sudah memiliki life nya sendiri. Ada yang memilih untuk menikah, S2, atau bahkan bekerja. Apapun pilihan itu, menurutku nggak ada yang salah.

Nggak ada yang terlalu cepat. Nggak ada yang terlalu lambat. Semua orang bergerak di porosnya masing-masing. Aku nggak mungkin bisa ngikutin hidup A yang begini. Atau ngikutin hidup B yang begitu. Semua ada porsinya masing-masing. Semua memiliki strugglenya tersendiri.

Jadi nggak pantas juga aku ngejudge hidup orang lain yang mungkin belum lulus kuliah. Atau mungkin belum nikah atau sudah nikah dan lain sebagainya. Kalau bagi aku, fokus terhadap apa yang sedang dituju dan dipilih, karna tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya.

Pilihan Travel Umroh Terbaik yang Layak Dipilih


Mendatangi tanah suci adalah impian semua umat islam, termasuk aku. Tapi nyatanya hingga usiaku 24 tahun ini, Allah belum memberiku izin. Mungkin usahaku kurang. Mungkin doaku kurang kencang. Atau Allah punya takdir lain yang jauh lebih indah.
Akan ada masanya In syaa Allah. Berbicara terkait tanah suci, aku jadi keingat almarhum abaku. Kalau nggak salah, di 2016 lalu, abaku dan adikku berangkat ke tanah suci. Aba memang teramat ingin kesana hingga lelaki yang aku cintai itu menempelkan poster tanah suci di kamarnya.
Siapa sangka, ternyata Allah memberikan rezeki hingga aba dan adikku Raihan bisa berangkat. Dan yang paling menakjubkan lagi, adikku Raihan kini berkuliah di Madinah. Beberapa  kali juga ia sudah melaksanakan umrah. Masya Allah.

Semesta Terkadang Tak Berpihak


Kamu pernah merasakan yang namanya kecewa? Merasa apa yang kamu lakukan selama ini sia-sia? Merasa sudah berusaha keras tapi tak juga kunjung membuahkan hasil? Merasa apa-apa saja yang kamu harapkan dan targetkan semakin menjauh?

Kamu down! Semua orang disekitarmu menghakimimu untuk pilihan-pilihan yang sudah kamu ambil. Ditambah lagi sosial media semakin membuat dirimu terpuruk melihat postingan teman-teman yang sudah ini sudah itu.

Kamu terpuruk. Sedang kacau. Berpikir ingin kembali ke masa anak-anak, tapi nyatanya waktu tak berpihak untuk itu. Semesta tak mendukung untuk itu. Kamu masih terkungkung disitu. Terbelilit dan semakin terpuruk.

Tentang Cinta#12


Halo Assalamua’laikum. Gimana kabarnya nih dan sedang ngelakuin apa? Hari ini lumayan hetic. Sok-sok sibuk sih lebih tepatnya. Tadi sejak jam 2 siang, aku bareng C ke Living world. Yap, Hokben Pekanbaru grand opening, trus aku bersama teman-teman Blogger Pekanbaru di undang.

Untuk cerita terkait grand opening, aku bakal share di postingan berikutnya ya. Kali ini, aku Cuma pengen ngelanjutin cerbung alias naskah novel yang sudah lama kutulis. Ketimbang mendem doang di laptop, ya udah aku share aja di blog ini. oke deh langsung saja. Check this out:

Tentang Cinta #12
Grasia bertepuk tangan saat suara Kevin mengakhiri lagu Pemilik hatinya-Armada. Senyum gadis itu mengembang. Dilangkahkannya kakinya kearah Kevin, ditangan gadis itu terdapat sebotol mizone berukuran sedang.

cinta
source: google

“Keren Kev! Makin oke suara lo.” Puji Grasia sembari menyodorkan mizone dihadapan Kevin. Cowok itu termangu pelan. Ditatapnya wajah Grasia dan untuk pertama kalinya cowok itu memberikan senyum tulusnya buat Grasia.
Grasia menatap Kevin seakan tak percaya. Apakah hati cowok ini sudah luluh? Thanks.” ucap Kevin sembari menegak botol mizone-nya. Tampaknya ia benar-benar sangat kehausan.

Baca Juga: TENTANG CINTA #11

“Ehm. ehm. aduh, kayanya gue haus juga nih.” Ari memegangi tenggorokannya sembari berdehem pelan. “Duh, modus aja lo. Nih minuman buat lo.” Farran melemparkan sebotol aqua gelas kearah Ari dan langsung ditangkap cowok itu dengan kesal.
“Gue nggak ngarep lo yang ngasi bego!” cetus Ari kesal, tapi ditegaknya juga minuman dari Farran. Entah kenapa Grasia tersenyum, mungkin factor setelah mendapatkan senyuman dari Kevin tadi.

Grasia menatap Kevin. Rasa itu semakin dalam. Grasia merasa, Kevin membuka jalan untuknya. “Eh, gue balik duluan ya?”
“Gue pulang bareng lo ya Kev, mobil gue lagi di bengkel. Please!” pinta Grasia sembari menangkupkan kedua telapak tangannya. “Sory Gras, gue pulang bareng seseorang.” kata Kevin sembari berlalu tanpa pamit pada Ari dan Farran.

Baca Juga: TENTANG CINTA#9