Pelatihan Tata Boga #1


Bumi ini luas. Ada begitu banyak hal yang bisa dipelajari darinya. Ada banyak pengalaman yang bisa disesap. Ada banyak kejadian yang akan membuat diri semakin dewasa nantinya. Itu yang aku percaya, hingga kemudian membuat aku semangat untuk terus melangkah dan melangkah.

Di akhir Agustus hingga awal Oktober, aku disibukkan mengikuti Pelatihan Tata Boga. Sebuah pelatihan yang 100 % berbeda dari jurusan kuliahku. Aku lulusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Broadcasting. Keseharianku saat masih menjadi mahasiswa adalah liputan karna aku tergabung dalam pers kampus.

Baca Juga: BROADCASTING

Aku memang suka masak, tapi bukan expert, bahkan jauh dari kata sempurna. Biasanya kalau dirumah, aku belajar masak secara otodidak. Tak jarang masakan yang kubuatpun berakhir gagal. Ah, bukan gagal, hanya saja belum sempurna.

Teruntuk Muthi dan Haura


Teruntuk Muthi
Hello Muthi, bagaimana kabarmu hari ini? Sudah berapa banyak target-target yang terealisasi? Ataukah masih asik terkungkung dalam kemalasan? Usiamu 24, Mut. Bukan waktunya lagi bermain-main. Yang kamu hadapi saat ini adalah kehidupan ‘dewasa’ yang kadang mungkin rumit dan membingungkan.

Tapi, aku tau kamu sudah berusaha sebisamu, iya kan? Kamu sudah belajar banyak hal dalam hidupmu, iya kan? Mut, aku tau kamu kuat. Aku tau apa saja yang sudah kamu lewati dalam hidupmu dan bertahan hingga detik ini merupakan hal yang luar biasa.

Trimakasih ya Mut untuk selalu mengokohkan kaki. Trimakasih untuk selalu berusaha semaksimal yang kamu bisa. Trimakasih untuk tidak pernah berhenti mencoba walau kerap kali sering gagal. Trimakasih untuk selalu mau bangkit setelah jatuh.

Liburan Menyenangkan dengan Traveloka Xprience


Haai, Assalamua’laikum. Sudah lama rasanya nggak menyapa di blog ini. Terakhir kayanya ngepost itu minggu lalu, itu pun isinya berkaitan dengan kerjaan. Kangen curhat disini lagi. Kangen cerita ngalor ngidul di blog ini.

Memang sebulanan belakangan ini, aku tengah disibukkan mengikuti pelatihan Tata Boga dari UPTLK Wilayah I Riau. Pergi jam enam pagi, pulang jam enam sore. Malamnya beresin rumah, trus tepar. Rasanya otak kaya mau pecah.

Aku butuh liburan. Need holliday! Aku pengen travelling. Aku ingin kembali menjejakkan langkah dibelahan bumi Allah lainnya. Aku pengen lihat pantai. Atau menghirup segarnya udara pulau. Atau sekedar memanjakan diri di spa dan berleha-leha di kursi bioskop.

Need holliday deh pokoknya. Makanya ini aku lagi nabung, trus juga searching-searching tempat wisata yang asik dengan paket komplit. Salah seorang teman blogger merekomendasikan tentang Traveloka Xperience lewat postingan blognya.

Sudah Mulai Jenuh di Kantor? Berikut Tips Ampuh Mengatasinya


Mulai dari bangun pagi dan bekerja selama 8 jam setiap harinya mungkin sebuah rutinitas yang harus dilalui oleh para pekerja kantoran. Kegiatan yang dilakukan secara terus menerus tak jarang justru membuat siapapun yang menjalaninya merasa jenuh. Meskipun mendapatkan gaji setiap bulan, terkadang sering kali kita merasa kehilangan motivasi untuk bekerja.

Namun, sedikitnya waktu yang dimiliki untuk melawan rasa jenuh tersebut justru membuat produktivitas kita dalam bekerja pun turut menurun dari waktu ke waktu, yang seharusnya tidak boleh terjadi sama sekali. Kejenuhan yang dipendam untuk waktu yang lama tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi kinerja kita dalam bekerja, bahkan bisa saja membuat suasan kantor menjadi tidak kondusif lagi. 

Cara Mudah Menyimpan Data Smartphone


Cara Mudah Menyimpan Data  Smartphone- Haii, Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Sudah lama rasanya nggak menulis di blog ini. Aku nggak konsisten untuk posting empat kali seminggu huhu.

Tapi aku akan berusaha setiap minggu minimal ada satu postingan huhu. Asap di Riau semakin tebal. Agak sesak nafas aku ngelihatnya. Badan kerasa pegal-pegal. Ya Allah, turunkan hujan untuk kami. Untuk saudara kami di Jambi dan Kalimantan juga.

Nggak enak rasanya tiap hari ngirup asap. Dan ini entah tahun keberapa :’) Semoga segera teratasi. Amin! Btw, ngomongin tentang asap, asap yang paling parah di kotaku Riau itu pas tahun 2015. Itu udara sampai menguning. Ngeri deh pokoknya. Aku dulu punya potonya, tapi sayang, smartphone aku yang lama udah hilang.

Ngomongin Tentang Hobby


Berada di usia 20-an itu memang nano-nano, apalagi bagi aku yang saat ini berusia 24 tahun. Bagi perempuan, berada diusia 24 itu bisa dibilang ‘rentan’. Berbagai pertanyaan terkait ‘kapan’ bermunculan. Orang-orang disekitar juga mulai sibuk bertanya perihal nikah, calon, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Seolah-olah dunia hanya berputar perihal itu. Tertekan? Kalau aku pribadi sih lumayan. Pusing ngadepin berbagai pertanyaan yang tak kunjung ada ujungnya. Menurut aku pribadi, perihal masa depan itu hidup aku. Perihal apa yang akan kulakuin untuk kedepannya juga merupakan pilihan aku.

Aku berterimakasih banget bagi yang peduli dengan kehidupan aku dengan bertanya ini itu, tapi di usia segini, 24 tahun, masih banyak hal yang ingin aku lakuin. Masih banyak target, impian, cita-cita yang sedang berusaha aku realisasikan. Masih ada hal yang aku tuntaskan hingga aku belum memilih untuk menikah.

Tentang Sebuah Kedewasaan


Tentang Sebuah Kedewasaan- Usiaku 24 tahun dan siklus pertemananku dari berbagai usia. Aku sudah beberapa kali bertemu dengan orang berbagai latar belakang yang berbeda dan usia berbeda pula. Ada yang usianya bisa dibilang muda, tapi sikap dan tindakannya teramat dewasa.

Ada yang usianya bisa dibilang cukup berumur, tapi aku menilai bahwa kedewasaan kurang pada dirinya. Orang tersebut tidak pandai menghargai orang lain. Mencemeeh orang lain dengan merasa bahwa dirinya lebih baik ketimbang orang yang ia cemeeh.

Mendiskriminasi orang lain hanya karna perbedaan fisik, strata, bahkan status sosial. Memandang rendah serta mencemeeh orang yang memiliki kecacatan fisik, padahal jelas-jelas orang yang ia cemeeh mati-matian  bangkit agar tidak insecure terhadap dirinya sendiri. Agar tetap bisa berdiri ‘tegak’.