Tentang Mimpi #2


2
“Disaat satu pintu tertutup, masih ada pintu lain yang terbuka. Selalulah optimis!”

            Kafta masih asik berkutat dengan gitarnya. Senandung lirih nan merdu keluar dari bibir mungil gadis itu. Sesekali ujung mata gadis itu melirik jalanan kota Tokyo yang tak pernah sepi. Lampu-lampu malam berkelap-kelip dan bangunan besar berdiri seolah menantang dengan begitu megahnya.
            “Sumpah gue kesel banget!” Seorang lelaki ganteng berkulit sawo matang memasuki kamar Kafta dan merebahkan tubuhnya ke shofa. Kafta menatap sekilas, lalu kembali asik dengan gitarnya. “Kaf? Lo dengerin gue nggak sih?”

Baca Juga: TENTANG MIMPI #1

            Kafta seolah tak acuh. Ia makin memperbesar suaranya dan mencoba hanyut dalam lagu yang tengah disenandungkannya. “Hooi!” Lelaki ganteng itu melempar boneka Hello kitty yang berada didekatnya.
            Kafta menoleh. Merasa terganggu. “Bisa nggak sih lo sehari aja nggak ganggu gue?” Kafta sewot.  “Kaf! Gue itu bakal dikuliahin ke Indonesia. Di Jakarata! Apa lo nggak sedih?”
            “Bagus dong. Setidaknya gue nggak perlu ketemu lo tiap hari dirumah.” jawab Kafta asal. Fian memandangi adiknya dengan tatapan kesal. Dengan menggerutu, Fian meninggalkan Kafta. “Nggak ngerti banget lo, dek!” 

Tentang Mimpi #1

Assalamua'laikum. Selamat malam semuanya. Hari ini lumayan sibuk. Ada banyak hal yang pengen banget diceritakan, tapi karna satu dan lain hal belum sempat bercerita di blog ini. In syaa Allah aku bakal cerita satu persatu. Kangen banget cerita tentang banyak hal di blog ini huhu.

Hari ini juga, aku bareng Lelek ke Recheese Factory, cerita lengkapnya juga bakal aku up di next postingan ya hehe. Kali ini, aku bakal ngepost cerbung Tentang Mimpi. Sebelumnya kan aku ngepost cerbung Tentang Cinta, karna udah end, ya udah, aku posting cerbung ini lagi.

Sama kaya Tentang Cinta, awalnya cerbung ini adalah naskah novel yang dikirimkan ke penerbit, tapi nggak di ACC. Dulu-dulu sih sedih, tapi sekarang mah biasa-biasa aja haha. Naskah novel aku cuma dua yang di ACC penerbit mayor, satu Always Love You dalam bentuk cetak dan satu lagi Dreams dalam bentuk e-book.

Oke deh langsung aja simak cerbung kali ini ya ;)


Tentang Mimpi

“Terbanglah bersama mimpimu. Gapai semuanya! Karna aku-kamu-kita ditakdirkan sebagai pemenang. Kepakkan sayapmu dan tunjukkan pada dunia.”


Romance
 by
Muthi Haura

Tentang Cinta #Epilog


Karla menatap keluar jendela. Hembusan angin menerpa memain-mainkan ujung jilbab gadis itu. Karla menghirup nafas, lalu membentangkan tangannya. Udara puncak membuat ia sedikit merasa tenang dan senang.
            “Ma, Evin lapar!” Seorang bocah berusia lima tahunan menarik-narik baju Karla, membuat wanita itu menatap sang bocah dan mensejajarkan kepalanya dengan kepala bocah itu.
            “Lapar ya? Bangunin papa dulu sana.” Karla mengacak rambut Kevin kecil, lalu mencium pipi bocah mungil itu. “Papa dibangunin nggak mau Ma!” 

keluarga utama
source: pixabay

            “Coba lagi sana.” Ujar Karla lembut. Bocah kecil itu pun berlalu dengan membawa pistol airnya. Karla tertawa melihat bocahnya. Kevinnya. Karla memang sengaja memakaikan nama Kevin buat putra pertamanya, karna bagi Karla mereka begitu mirip.
            Karla menghembuskan nafas, lalu kembali menatap keluar jendela. Ini tentang cinta. Tentang cinta yang nggak tau dimana pangkal maupun ujungnya. Tiap orang nggak kan pernah bisa menebak tentang cinta. Semuanya serba abu-abu.
            Awalnya aku tak mengerti tentang cinta, bahkan aku takut bermain di arena cinta. Kenapa? Karna semua orang yang aku cintai dalam hidup, perlahan pergi. Hilang. Menjauh. Ditinggal oleh seseorang saat tengah cinta-cintanya itu begitu menyakitkan!

Baca Juga: TENTANG CINTA #20

Tentang Cinta #21


21
            Angga menatap pintu kamar Kevin. Entah udah berapa lama lelaki itu sudah tidak pernah lagi mengunjungi kamar anak-anaknya. Angga menghela nafas pelan.
            Hari ini tepat seminggu kepergian Kevin, suasana dirumah ini sangat berbeda. Karla masih asik mengurung diri dikamarnya. Angga membuka gagang pintu kamar Kevin dan memasuki kamar itu.
            Kamar yang memiliki khas aroma Kevin. Ditatapnya isi kamar itu, sudah banyak yang berubah sejak bertahun-tahun lamanya ia tak pernah lagi memasuki kamar ini.
            “Maafin Papa Vin, semua ini salah Papa.” Angga mengusap sudut matanya yang mulai basah. Bayangan wajah Kevin menghampiri benak Angga. 

keluarga
source: pixabay


“Narkoba itu enak kan? Ivin boleh coba ya?”

Kata-kata Kevin itu terngiang-ngiang dibenak Angga. Dan pada akhirnya kamu benar-benar mencobanya Kevin. Maafin Papa. Berulangkali Angga menggumankan permintaan maaf. Rasa penyesalan itu benar-benar menguasai dirinya.
Angga menghampiri tempat tidur Kevin. Memandangi tempat tidur itu dengan seksama. Tangan Angga menyentuh sebuah buku dari tumpukan bantal. Diraihnya buku itu.
“Buku harian? Sejak kapan Ivin suka nulis harian?” Angga merasa kecewa dengan dirinya sendiri karna nggak pernah tau apa yang disukai anak-anaknya. Dibukanya buku bersampul coklat itu.

Tentang Cinta #20


20
Tangan Grasia bergerak pelan, membuat Farran yang menjaga cewek itu menatap senang. Grasia membuka matanya. “Gras? Alhamdulillah lo udah sadar.” Senyum Farran mengembang senang.
            Grasia menatap bingung. “Gue uhuk ba—”
            “Udah, lo nggak usah banyak ngomong. Lo itu bikin gue dan nyokap gue khawatir aja!” tukas Farran. Grasia memandang Farran. “Lo kha—watir sa—ma gue?” tanya Grasia terbata-bata.

Baca Juga : TENTANG CINTA #15


Belajar dari Kasus Bungkusnya Gilang Eizan


Seeorang itu bisa dilihat dari bagaimana dirinya di sosial media. Dari apa yang dia posting. Dari siapa yang dia follow. Dari apa yang dia share di sosial medianya dan lain sebagainya. Emang nggak 100% bener, tapi kebanyakan seseorang itu bisa dilihat dari bagaiamana ia di sosial media.

Makanya tak jarang juga saat kamu mau ngelamar kerja, pasti dilihat juga dari sosial medianya. Perusahaan akan melihat status-status di media sosial kamu. Tujuannya apa? Tentu saja ingin menilai bagaimana kamu.

Kalau kamu suka curhat dan berkata kasar di sosial media, HRD perusahaan tersebut pasti akan berfikiran bahwa bisa saja saat kamu bekerja di perusahaan tersebut, kamu akan menjelek-jelekkan perusahaan tersebut di sosial media kamu. Bisa jadi kan, who knows.

Maka menurut aku, emang baiknya kita bijak bersosial media. Kenapa nggak manfaatin sosial media untuk hal bermanfaat? Menshare hal bermanfaat atau mencari pundi-pundi uang di sosial media pun bisa.


Tapi kali ini, aku nggak akan membahas lebih lanjut cara mencari uang lewat sosial media. Kali ini aku pengen share kasus yang sedang viral di sosial media nih. Yap, apalagi kalau bukan kasusnya Gilang Eizan. Kasus ini mulai viral sejak 29 Juli lalu saat akun twitter @m_fikris membuat sebuah thread terkait Gilang ini.

Tentang Cinta #19


19
            Angga duduk gelisah di ruangan kantornya. Tak sedikit pun disentuhnya pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk dimejanya. Lelaki itu menghela nafas pelan, lalu memijit-mijit keningnya yang terasa berdenyut-denyut.
            “Permisi Pak, nanti ada rapat dengan PT.Insan Pratama.” Seorang wanita muda dengan baju rapi memasuki ruangan Angga, membuat Angga sedikit tersentak kaget.
            “Cancel aja, saya lagi nggak enak badan.” Jawab Angga mengampangkan. Sekretaris muda itu mengerutkan keningnya. “Tapi ini k—”
            “Saya nggak mau dengar tapi-tapian. Kalau saya suruh cancel ya cancel aja!” bantah Angga. Sekretaris itu tertegun, lalu kemudian mengangguk. “Baik Pak. Permisi.” 

Baca Juga: TENTANG CINTA #18

            Angga menghembuskan nafasnya kesal. Bayangan wajah Kevin yang nggak pulang-pulang memenuhi ruang benak Angga. “Kemana sih kamu Vin? Maafin Papa ya?”
*@muthiiihauraa*
            “Aaaa, Dufan! Udah lama gue nggak kesini kak!” Karla terlonjak senang saat mereka baru saja keluar dari mobil Farran. Cowok itu tersenyum memandangi kebahagiaan yang terpencar jelas dari wajah Karla.
            “Lo suka?”
            “Suka banget! Udah lama nggak kesini! Ayo masuk!” Dengan semangat Karla menarik tangan Farran. “Kita main apa dulu nih? Kora-kora ayok? Power surge juga seru tuh!” Farran mengusulkan yang langsung disambut gelengan kepala oleh Karla.