3 pelajaran Berharga dari Film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina

10.17 muthihaura 0 Comments


Halo Assalamua’laikum teman-teman. Bagaimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Ditempatku hujan dan hari ini jadwalnya aku ngepost blog. Sayangnya, aku sama sekali belum nulis huhu. Iya tau, aku memang lalai. Aku sok-sok berkelit dengan berbagai alasan.

Mut, ingat, Merry Riana dalam bukunya pernah berkata bahwa jangan memberi kelonggaran untuk sebuah disiplin yang dibuat sendiri. Kalau ingin sukses, harus kudu disiplin! Semua orang di dunia ini tau kunci sukses, tapi tak semua orang mampu menjalankannya.

Akhirnya malam ini, sambil menunggu donat selama 90 menit, aku maksain diri buat nulis. Aku maksain diri untuk melawan rasa malas. Karna aku sadar bahwa rasa malas ini nggak baik untuk terus dipertahankan. Ya Allah, kalau ada orang yang jual obat untuk menghilangkan rasa malas, mungkin aku pengen beli huhu.


Oke deh, skip ngeluhnya, Mut! Kalau memang malas, lawan! Btw, beberapa hari yang lalu, aku nonton film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina. Film lama sih memang dan kayanya aku nonton ini udah kedua kalinya. Iya kayanya, soalnya samar-samar ngingatnya haha.

Pas nonton film ini, aku fikir entingnya bakal gini, eh ternyata nggak. Nggak ketebak sih endingnya. Aku suka film atau novel-novel yang endingnya kagak ketebak. Iya sih jadi kesal sendiri karna tebakan salah, tapi itu menyenangkan haha.

Oh iya, baru ingat kalau film ini diadaptasi dari novel. Sebelum ngebahas lebih lanjut terkait pelajaran yang aku dapat dari film ini, yuk kenalan dulu dengan film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina ini.


Mengenal Film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina
Film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina ini disutradarai oleh Fajar Bustomi dengan alur cerita maju. Film ini awalnya diadaptasi dari novel berjudul sama dengan judul filmnya. Novel Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina ini ditulis oleh Ninit Yunita.


Ngomongin novel yang difilmkan gini, entah kenapa aku juga pengen karyaku difilmkan. One day In syaa Allah. Bermimpi dulu nggak ada salahnya kan? Balik lagi ke filmnya nih, film ini diproduseri oleh Fiaz Servia dan Chand Parwez Servia yang rilis pada tanggal 4 Desember 2014.

kukejar cintaku ke negeri cina
source: google

Iya, film lama memang yang aku tonton haha. Tapi rasa-rasanya, aku udah pernah nonton film ini. Nggak ingat, jadi ditonton ulang. Genre film inipun drama romantis dengan pemainya Eriska Rein sebagai Chen Jia Li. Adipati Dolken sebagai Imam.

Nina Zatulini sebagai Widya. Ernest Prakasa sebagai Billy. Mithu Nizar sebagai Ma Fu Hsien dan beberapa pemeran lainnya yang ribet juga kalau disebutin satu-satu hehe. Kalau teman-teman pengen tau siapa aja pemerannya, bisa searching di google ya. Film ini di aku pribadi sama sekali nggak ketebak endingnya. Bikin aku kesal sendiri.

Biasanya film-film gini, endingnya pasti dengan tokoh yang ditaksir cowok itu, eh ternyata.... Aku nggak mau spoiler, kalian nonton sendiri aja haha. Emang film lama sih, tapi mana tau masih ada yang belum nonton, jadi aku nggak spoiler. Kondisi pemainnya pun hampir sama dengan kondisi aku dan C saat ini. Aku seperti Widya yang udah lulus kuliah, sedangkan cowoknya si Imam belum lulus. Trus didesak-desak nikah wkwk. Jadi curhat. Oke deh skip.

3 Pelajaran Berharga dari Film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina
Entah kenapa, setiap aku nonton sesutu atau habis melakukan sesuatu atau apapun itu, aku berusaha untuk menemukan pelajaran yang bisa diambil dari ‘sesuatu’ itu. Aku berusaha menjadikannya suatu hal yang bisa membuat aku semakin berkembang.

Seperti halnya menonton film, aku selalu berusaha mencari pelajaran-pelajaran yang terkandung dari film tersebut sehingga aku nggak ngerasa waktuku sia-sia untuk menonton film tersebut. Dari film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina inipun, aku mendapatkan banyak pelajaran, tapi yang akan aku jabarkan tiga saja terlebih dahulu.

Pelajaran pertama yakni, cowok itu butuh kenyamanan. Cowok disini bisa pacar atau lebih bagus definisinya sebagai suami ya. Disaat cowok merasa nyaman dengan seorang cewek, yakin deh ia akan melakukan apapun untuk si cewek tersebut. Tapi disaat si cewek mulai banyak menuntut atau mendikte, yakin deh, lambat laut rasa nyaman yang ada pada cowok itu akan memudar.

Ditambah lagi jika ada perempuan lain yang lebih bisa memberikan kenyamanan pada si cowok. Tugas kita apa sebagai cewek? Jangan terlalu banyak menuntut. Support selalu apapun yang dilakukan oleh suamimu itu. Jika ingin menegur, tegur dengan bahasa nan lemah lembut. Oke, noted banget buat aku yang jujur saja masih susah ngendaliin emosi.

Alhamdulillah banget, C orangnya sabar. Pelajaran kedua, sejauh apapun kamu pergi. Sejauh apapun kamu menghindar. Sejauh apapun kamu mengejar, jika seseorang itu bukan jodohmu, maka kamu tidak akan bisa juga mendapatkannya. Begitu juga sebaliknya.

Jika apa-apa yang bukan menjadi hakmu, maka Allah tidak akan memberinya ke kamu. Jika apa-apa yang menjadi hakmu, sejauh apapun terpisah sejauh apapun rintangan, hal tersebut tetap akan menjadi hakmu. Intinya, mencintai sekedarnya. Meminta pada Allah kuncinya.

Pelajaran terakhir a.k.a ketiga nih, terkhusus bagi cowok aka laki-laki atau pria. Jika seorang perempuan telah memilihmu, secara nggak langsung perempuan itu siap menerima apapun konsekuensinya dalam mencintai kamu. Jangan pernah sia-siakan itu. Jangan mudah tergoda dengan perempuan lain yang bukan perempuanmu.

Tetaplah bersama dengan perempuan yang telah menemanimu dari ‘nol’ hingga sukses, karna memilih jalan bersamamu saat kamu belum menjadi apa-apa itu bukanlah hal yang mudah. Jangan sia-siakan dan berjanjilah untuk membahagiakan perempuanmu itu.

Aww senyum-senyum sendiri aku baca kata-kata di atas haha. Oke deh, mungkin segini dulu 3 pelajaran berharga dari film Kukejar Cintaku Ke Negeri Cina. Semoga bermanfaat ya. Salam sayang, @muthihaura1.
Senin, 27 April 2020. 23.11 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: