Tentang Ditinggalkan dan Meninggalkan


Tentang Ditinggalkan dan Meninggalkan- Hari ini aku merasa sedih, sampai aku nangis sesegukan dan endingnya mata aku bengkak. Pasalnya remeh temeh mungkin bagi kalian, tapi tidak bagi aku. Jadi hari ini, aku nganterin dua adikku si Naila dan Dani ke pondok. Ya, mereka sudah mulai masuk pondok.

Rumah berlahan-lahan mulai kembali sepi, apalagi si bungsu Dani pun kini sudah di pondok. Sejak kecil, Dani udah bareng aku. Walau aku belum bisa jadi kakak yang baik baginya, tapi ternyata, kepergian dia ke pondok bikin aku nangis sesegukan. Aku sayang banget sama Dani. Sama semua adik-adikku juga pastinya, tapi si bungsu ini beda.

Sejak umi meninggal di 2012, Dani kami yang ngasuh. Masakin dia. Antar jemput dia. Nemenin dia tidur. Dengerin cerita dia. Sedih sedih sedih. Apalagi sebentar lagi, satu persatu adik-adikku juga akan pergi menjemput impian mereka masing-masing, mungkin bakal tinggal aku dan Intan.

Basic Skincare untuk Pemula


Basic Skincare untuk Pemula- Setiap perempuan pasti ingin cantik, bullshit kalau ada yang bilang nggak. Bullshit kalau ada yang bilang bahwa kecantikan fisik itu nomor sekian sekian sekian. Bullshit! Nyatanya, dunia tak seadil itu. Dunia justru memproklamirkan lewat media bahwa cantik itu putih, langsing, bibir tipis, dan bla bla bla.

Baca Juga: CANTIK ITU...?

Nyatanya juga, perempuan yang terlahir cantik kelihatan lebih ‘beruntung’ dihidupnya. Entah itu dalam karir, lingkungan pertemanan dan lain sebagainya. Iya kan? Coba deh akui dengan jujur. Bohong kalau kamu bilang nggak.

Banyak juga kemudian hadir influencer-influencer yang menyuarakan tentang ‘self love’ untuk perempuan-perempuan yang insecure terhadap dirinya sendiri. Aku setuju dengan konsep self love. Ya, belajar mencintai diri sendiri. Belajar menerima diri sendiri. Menerima disini maksudnya bukan berarti kamu pasrah ya.

3 Pelajaran Berharga dari Film Parasite


3 Pelajaran Berharga dari Film Parasite- Haii, Assalamua’laikum. Bagaimana kabarnya teman-teman semua? Sudah lama rasanya tidak menyapa ala-ala intro seperti ini. Udah Juli di 2019 ya, nggak kerasa. Ternyata waktu itu cepat banget berlalunya dan aku masih terus berjuang untuk mewujudkan apa yang sudah menjadi impianku.

Ya, nggak ada kamus menyerah dalam hidup Muthi Haura. Jatuh? Ya berdiri lagi. Lelah? Istirahat sebentar, lalu kemudian kembali ‘berjalan’. Karna hidup akan terus berjalan, sesuka apapun kita, senggak mau apapun kita, life must be go on.

Ada banyak target ditahun ini. Semoga saja. Oya, malam Sabtu ditanggal 5 Juli, aku bareng teman-teman Blogger Pekanbaru di undang CGV untuk nonton film Parasite. Trimakasih buat CGV Pekanbaru dan semoga sukses selalu ya.

nonton film parasite
Nonton Parasite di CGV

Online Shop @hmbeautycare1


Online Shop @hmbeautycare1- Aku pernah berada dititik terendah dalam hidup. Aku pernah berada diposisi, aku iri dengan hidup orang lain. Mereka udah punya ini udah punya itu. Udah kesini udah kesitu. Seakan-akan semua hal yang sedang aku usahakan, berakhir dengan kesia-siaan.

Sampai akhirnya, aku tersadar bahwa tiap orang punya jalannya sendiri. Bahwa tiap orang punya ceritanya sendiri. Aku tak harus membanding-bandingkan antara aku dan orang lain yang jelas-jelas punya struggle masing-masing. Aku dan mereka memiliki kisah hidup yang berbeda. Apa yang kami alamin berbeda, jadi tak pantas rasanya jika aku mematokkan ‘standart’ kesuksesan seperti apa yang sudah mereka miliki.

Akhirnya aku kembali bangkit. Aku nanya ke diri aku sendiri, aku ingin apa? Aku ingin bagaimana dikehidupan kedepannya? Hal apa yang aku enjoy ngelakuinnya dan itu menunjang untuk masa depanku? Menulis? Tentu saja! Aku tidak akan pernah berhenti menulis sampai usiaku berakhir, In syaa Allah. 

Viva Milk Cleanser Lemon


Viva Milk Cleanser Lemon- Usia ku 24 tahun. Menjadi perempuan di usia 24 bukanlah hal yang mudah. Setahun lagi, jikalau Allah masih mengizinkanku untuk hidup, usiaku genap seperempat abad. 25 tahun. Terdengar mengerikan dan rasanya untuk seseorang yang berumur 24, aku masih jauh dari kebanyakan perempuan seumuranku.

Kamu mungkin tak akan mengerti apa yang aku maksud. Duduklah, biar aku jelaskan. Perempuan di usia 24 tahun itu dalam bayanganku adalah perempuan yang independent. Perempuan yang percaya diri pergi kemana-mana seolah-olah sudah matang dalam bersikap. Ya kira-kira seperti itulah.

Tapi jujur, aku jauh dari kata itu. Aku jauh dari bayangan ‘ideal’ seorang perempuan berusia 24 tahun. Aku belum bisa mengambar alis. Aku belum bisa memakai eyeshadow dan eyeliner. Lipstickku kadang masih belepotan saat aku memakainya. Aku masih belajar memaching-matchingkan busana. 

Memaknai Kematian


Memaknai Kematian- Usia aku 24 tahun dan aku sudah mengalami tiga ‘kehilangan’ terbesar dalam hidupku. Menyakitkan? Oh tentu saja. Serasa separuh jiwa hilang. Seingin apapun aku berteriak bahwa aku rindu mereka, nyatanya, sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa menemui mereka di dunia ini.

Mereka semua sudah ‘pergi’. Abaku, umiku, juga nenekku. Orang-orang yang teramat penting dalam hidupku, sudah kembali kepada-Nya. Sudah tidak merasakan sakit apa-apa lagi. Sudah tidak perlu memikirkan semua hal terkait didunia fana ini.

anime sedih
source: google

Sehari Keliling Siak


Sehari Keliling Siak- Bergeraklah. Keluar dari zona nyamanmu. Langkahkan kaki kemana saja kamu suka. Rasakan banyak pengalaman. Nikmati setiap langkah. Nikmati setiap proses. Kelak, masa-masa itu yang nantinya akan kamu rindukan.

Masa-masa yang nantinya juga akan kamu ceritakan pada anak cucumu agar mereka bisa mengambil pelajaran dari cerita itu. Lakukanlah selagi ada kesempatan, karna kesempatan tak akan pernah hadir dua kali. Dan dalam setiap perjalanan itu, jangan pernah lupakan Allah.

Ah, self reminder banget buat diri aku sendiri. Tapi jujur, dari setiap perjalanan, ada yang bisa aku ambil sebagai pembelajaran. Kali ini, aku pengen sharing pengalaman seharian keliling Siak. Sudah lama aku ingin menuliskannya di diary digital aku ini, tapi karna satu dan lain hal, aku baru menuliskannya sekarang.